24 August 2019

Din Syamsuddin

Din Syamsuddin Ingatkan Profesor Satu Ini: Jika Tidak Lapor Polisi, Mahfud MD Menyebar Fitnah

KONFRONTASI -   Ketua Umum Suluh Kebangsaan, Mahfud MD harus bisa menjelaskan dan melaporkan langsung kepada pihak kepolisian, terkait dalang atas pernyataannya mengenai kelompok radikal di Indonesia

Hasil gambar untuk Mahfud MD

Profesor Doktor Mahfud MD

 

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MU), Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/8).

Din Syamsuddin: Jika Tidak Lapor Polisi, Mahfud MD Menyebar Fitnah

KONFRONTASI -   Ketua Umum Suluh Kebangsaan, Mahfud MD harus bisa menjelaskan dan melaporkan langsung kepada pihak kepolisian, terkait dalang atas pernyataannya mengenai kelompok radikal di Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MU), Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/8).

Din: Jangan Sampai Bangsa Ini Menjadi Negara Kekerasan

KONFRONTASI-- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengingatkan agar semua pihak bekerja sama agar Indonesia terhindar menjadi negara kekerasan menyusul kericuhan yang terjadi pada 21 hingga 23 Mei 2019.

"Peristiwa 21 sampai dengan 23 Mei sebagai reaksi terhadap penetapan hasil pemilu oleh KPU, dinilai sebagian rakyat tidak jujur dan tidak. Peristiwa kekerasan itu sungguh memprihatinkan," ujar Din di Jakarta, Rabu (29/5).

Din Syamsuddin Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta

KONFRONTASI -  Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin mendesak pembentukan tim pencari fakta guna mengungkap tragedi kerusuhan pada 21-23 Mei 2019. Dia juga mengingatkan agar semua pihak menghindari Indonesia meluncur menjadi negara kekerasan.

"Peristiwa 21 sampai dengan 23 Mei sebagai reaksi terhadap penetapan hasil pemilu oleh KPU, dinilai sebagian rakyat tidak jujur dan adil. Peristiwa kekerasan itu sungguh memprihatinkan," ujar Din dalam keterangan tertulis yang diterima TeropongSenayaj, di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

People Power Tak Langgar Hukum, Kata Din Syamsuddin

KONFRONTASI -   Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan people power merupakan konsekuensi demokrasi, tidak melanggar konstitusi serta tidak boleh dihalang-halangi.

"Tetapi syaratnya people power itu merupakan aksi damai, tanpa kekerasan dan tidak terjebak anarkisme," kata Din di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Menurut Din yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, aparat keamanan seharusnya juga menghadapinya dengan sikap damai dan mengayomi.

Prihatin Atas Ribuan Korban Petugas Pemilu, Din Syamsuddin dan Sejumlah Tokoh Bentuk AMP-TKP 2019

Oleh: Soehartanto

 

 

 Sejumlah tokoh masyarakat madani lintas agama, suku, dan profesi yang merasa prihatin terhadap wafat dan jatuh sakit massal para petugas penyelenggara pemilu dan aparat keamanan mendirikan gerakan bernama Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019. Mereka menuntut investigasi serius, tuntas, dan transparan.

Kematian Petugas KPPS, Din Syamsuddin Tuntut Investigasi Mendalam

KONFRONTASI -   Tokoh Nasional Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh lain yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP 2019) menuntut investigasi mendalam atas  kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Polisi terkait penyelenggaraan Pemilu, 17 April lalu.

Din: Tolong KPU Jujur, Jangan Ada Kecurangan

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Din Syamsuddin mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menjaga situasi damai dan kondusif pascapemilihan umum (pemilu) serentak.

Menurut dia, semua elemen masyarakat, khususnya umat Islam, perlu menghindari cara-cara kekerasan bila menemukan masalah selama proses pemilu. Selain itu, Din meminta agar pihak-pihak yang merasa keberatan untuk menempuh jalur konstitusional.

Imbauan Prof Din Tentang Pemilu Damai Yang Berbuntut Panjang

Oleh: Poetra Adi Soerjo
Pendidik Pesantren Modern Internasional Dea Malela Sumbawa-Indonesia

Din Syamsuddin: Pemakaian Istilah Kafir Memang Harus dengan Bijak

Konfrontasi - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, menyampaikan pemikirannya mengenai hasil dari Musyawarah Nasional (Munas) Organisasi Islam Nahdlatul Ulama terkait penggunaan istilah kafir yang menjadi perdebatan di masyarakat.

Menurutnya, di masyarakat majemuk seperti Indonesia pemakaian istilah kafir untuk menyebut non-muslim harus dengan bijak dan hati-hati. Tapi juga tidak dengan 'gebyah uyah' kata kafir dihilangkan.

Pages