18 November 2018

Dibiarkan

Kami Dibiarkan Buta Pak Presiden

KONFRONTASI -  Dua sepeda itu masih terpakir di atas marmer berwarna putih. Selain berdebu, ada sedikit perbedaan ketika pertama kali kendaraan roda dua itu pertama kali terpakir di gedung merah putih ini.

Jika dahulu masih diletakan diatas sebuah dengan karpet berwarna hitam, kini bersentuhan langsung dengan marmer. Jika dahulu bersanding dengan banner bertuliskan “16 bulan Gelap Gulita”, kini terdapat baner baru bertuliskan “Kami Dibiarkan Buta, Presiden Kemana?

Memang sejak pertama kali sayembara ini dibuat, belum ada satu pun yang berhasil menjawab siapa pelaku penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan. Slogan “Tuan Presiden Janjinya mana” pun hanya sekedar slogan, karena pertanyaan itu belum juga terjawab sebab kini tuan Presiden sibuk kampanye.

Kini 500 hari sudah sejak subuh kelabu itu merenggut salah satu bola mata milik Novel. Sejak 11 April 2017 itu pula janji-janji akan untuk mengusut tuntas diucapkan. Namun selama 500 hari itu pula, belum terungkap siapa orang yang melakukan penyiraman air keras itu.

Aneh, Dana Umat Diusut, Uang Teman Ahok Dibiarkan Polri

KONFRONTASI -Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan rakyat bisa marah dan antipati terhadap jika Polri tetap pilih kasih dalam menangani kasus-kasus hukum.
Menurutnya saat ini ada aktivis muslim yang dikriminalisasi Polisi dengan tuduhan yang tidak berdasar.   Sementara dana Teman Ahok yang mencapai Rp35 miliar dan oknum polisi yang memiliki rekening gendut tidak diusut.   

"Kemarahan masyarakat itu bisa diwujudkan dalam bentuk perlawanan," ujar Neta kepada Harian Terbit, Kamis (23/2/2017).