15 December 2019

deradikalisasi

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Oleh Ainul Mizan*

Kemenag telah membentuk Pokja yang bertugas khusus untuk melakukan perombakan terhadap 155 buku ajar agama di sekolah (www.cnnindonesia.com, Senin 11/11/2019). 155 buku ajar agama tersebut berlaku dari kelas 1 SD sampai dengan kelas XII MA. Rencananya tahun 2020 buku hasil revisi sudah bisa digunakan.

Deradikalisasi Membidik Kampus, Untuk Apa?

Oleh: Pita Kumudasari, S.Si
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Terkait kabar yang menyeret tujuh kampus negeri ternama yang di sebut-sebut terpapar radikalisme, Menristek Dikti M Nasir akan memanggil semua rektor perguruan tinggi tersebut setelah liburan lebaran, M Nasir akan meminta universitas-universitas negeri memperbaiki kurikulum dan meminta rektor mendata seluruh mahasiswa, staf, serta dosen yang terpapar redikalisme. (m.detik.com/7 Juni 2018).

BNPT: AS Tertarik dengan Program Deradikalisasi di Indonesia

KONFRONTASI-Amerika Serikat tertarik dengan program deradikalisasi yang dijalankan Indonesia dalam menangani persoalan radikalisme dan terorisme, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

Dikutip dari siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, Suhardi menyebutkan ketertarikan itu diungkapkan oleh Asisten Khusus Presiden AS untuk Keamanan Nasional dan Penanggulangan Terorisme Thomas P Bossert.

Suhardi dan Bossert bertemu di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat pada Selasa (11/7) waktu setempat. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Menlu Retno LP Marsudi dengan Bossert pada Juni lalu.

"Mr Bossert ingin tahu pengalaman Indonesia selama ini dalam menanggulangi terorisme termasuk di antaranya mengenai tantangan dari FTF (Foreign Terrorist Fighter) returnees baik terhadap Indonesia maupun kawasan lain, serta upaya meningkatkan kerja sama penanggulangan terrorisme antarkedua negara," ujar Suhardi.

Kepada Bossert, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan pentingnya upaya menyeimbangkan antara penggunaan pola pendekatan keras dan pendekatan lunak dalam penanggulangan terorisme.

"Terlebih dalam soft approach Indonesia relatif berhasil dalam program deradikalisasi, dimana teroris yang telah menjalani masa hukuman dari sebanyak 560 orang hanya tiga orang yang kembali melakukan tindakan terorisme," ujar alumni Akpol 1985 ini.

Program Deradikalisasi Indonesia Dipuji Arab Saudi

KONFRONTASI - Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Osama Muhammad Alshoiby mengapresiasi program deradikalisasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Deradikalisasi yang dijalankan BNPT merupakan salah satu program yang sangat menarik dan mungkin tidak dimiliki negara lain," ujarnya dikutip dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Alshoiby mengemukakan hal itu saat melakukan pertemuan dengan Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius di kantor perwakilan BNPT di Jakarta, Jumat.

Eks Gafatar DIY Tolak Materi Deradikalisasi

Konfrontasi - Akibat proses pencucian otak yang telah dilalui bertahun-tahun, warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah dipulangkan ke DI Yogyakarta, tetap menunjukkan gejala penolakan terhadap materi deradikalisasi.

Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi menyatakan, waktu tiga hari yang ditetapkan untuk mengembalikan kesadaran eks Gafatar ke kondisi semula tidak cukup.

Deradikalisasi, Komisi VIII Usulkan Kemenag Ikut Dilibatkan

KONFRONTASI-Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan Kementerian Agama perlu dilibatkan dalam program deradikalisasi  di Indonesia.

"Kementerian Agama merupakan salah satu lembaga negara yang efektif dalam melakukan gerakan deradikalisasi di tengah masyarakat karena memiliki jaringan dan kantor yang tersebar merata di seluruh Indonesia," kata Saleh Partaonan Daulay melalui pesan tertulis di Jakarta, Minggu.

Perempuan, JIhad dan Konflik Suriah: Koreksi atas Deradikaliasi oleh Pemerintah

KONFRONTASI- Sejumlah perempuan Indonesia gabung ke ISIS dan itu menunjukkan radikalisme juga melanda wanita. Masalah jadi agak rumit karena upaya deradikalisasi oleh negara dinilai gagal, meski tidak seluruhnya sia-sia.

Direktur Institut Analisis Kebijakan Konflik (IPAC) Sidney Jones menuturkan Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) atau Kepolisian, perlu membuat program deradikalisasi khusus bagi perempuan dan anak-anak.