12 December 2019

Denny JA

Remaja itu Tanya Soal PKI

Oleh: Denny JA

Sekelompok pejuang di usia senja, menatap samudra.
Berminggu mereka renungkan masalah bangsa.
Mereka melihat gelombang laut dari seberang.
Antara ada dan tiada, terlihat kepala naga
besar sekali, raksasa, menyelinap menepi, bersama gelombang.
Pejuang tua melompat dan teriak: PKI hidup lagi!
Pejuang lain saling menatap.
Latah, mereka ikut teriak: G30S- PKI!
Kudeta!

Kisah pejuang ini heboh dan meluas,
menjadi trending topic di internet.

Kudengar Rohingya Memanggil

Oleh: Denny JA

Dan dari kerumunan itu,
berdiri Rosa mengajukan pertanyaan.
"Guru, ceritakan pada kami soal Rohingya.
Apa yang harus kami lakukan?"

Sang Guru menghela nafas
Bicara kepada semua
Matanya menatap langit
Ujar Guru:

Ketika kau dengar para ibu menangis
Karena bayi mereka dibunuh
Ketika kau lihat para Ayah meraung
Karena anak gadis mereka diperkosa
Tahulah dirimu
Bumi sedang berduka

Bom di Barcelona dan Kompleksnya Fenomena Terorisme

Oleh: Denny JA

Tahun 2013, Hillary Clinton, menonjol sebagai calon presiden Amerika Serikat. Saat itu ia berkata yang membuka mata publik luas. CNN menyiarkannya. Duniapun tetap bisa menontonnya melalui Youtube.

"Jangan lupa," ujar Hillary, "terorisme yang kini kita perangi, kita ikut membiayainya 20 tahun lalu. Kita rekruit mujahidin, kita biarkan mereka datang dari Arab Saudi dan negara lainnya untuk mengimpor paham wahabi. Kita gunakan mereka untuk mengalahkan Uni Sovyet."

Renungan Indonesia Merdeka: Menunggu Lahirnya Indonesia yang Keenam

Oleh: Denny JA

Membuka data sejarah, Indonesia ternyata telah lahir lima  kali. Kita menunggu lahirnya Indonesia yang keenam.

Pertama kali Indonesia lahir di tahun 1850. Itulah era pertama kali kata Indonesia ditemukan. Bukan politisi yang menemukannya tapi ilmuwan. Bukan orang Indonesia yang menciptakan kata Indonesia pertama kalinya, tapi orang Eropa.

Duka Orang Kaya dan Rasa Bahagia

Oleh: Denny JA

Suatu pagi yang fana
Duka maha tuan bertahta
Bermula dari kata
Yang menetes air mata

Ialah suatu pagi
Di tahun 2009 yang perih
Di musim salju yang tinggi
Di Dresden yang sunyi
Tertulis satu kalimat sedih
Dalam surat yang lirih
"Istriku, maafkan aku"

Sang istri terpana
Kepada diri, ia bertanya
Suamiku, ada apa?
Setiap huruf di surat itu
Mengabarkan rasa pilu
Air mata menggenang di situ

Ini Trik Denny JA Mengenang 'Leo Kristi"

KONFRONTASI -   Banyak cara dilakukan publik untuk mengenang wafatnya pemusik legendaris Leo Kristi.Seperti pengagas Indonesia Tanpa Diskriminasi, Denny JA yang dalam penghormatannya menggubah sebuah puisi untuk Leo Kristi.

Puisi berjudul 'Tapi Bukan Kami Punya' buatan Denny JA ini menuliskan kembali masalah keadilan sosial yang sempat tertuang dalam lagu Leo Kristi berjudul 'Salam dari Desa'.

Haruskah HTI Dibubarkan? - Pandangan Denny JA

"Jika kita tak bisa menyamakan perbedaan, kita tetap bisa membuat dunia lebih aman  agar perbedaan kita bisa tumbuh berdampingan dengan damai."

Itu kutipan John F Kennedy yang layak menjadi pedomam bagi siapapun yang ingin membangun negara modern dan peradaban. Suka atau tak suka, evolusi peradaban menuju pada semakin beragamnya gagasan dan gaya hidup. Semakin modern sebuah masyarakat, semakin ia mengalami diversity.

LSI Denny JA Buka dan Mengumumkan Exit Poll Pilgub DKI, Ini Hasilnya

KONFRONTASI - Founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengumumkan hasil exit poll Pilgub DKI putaran kedua. Seperti apa hasilnya?

"TPS sudah ditutup pukul 12.00 WIB. Saya akan umumkan hasil exit poll LSI, yang tak lagi mempengaruhi pemilih. Versi exit poll LSI, Anies-Sandi menang. Namun perlu diverifikasi lagi oleh quick count," kata Denny JA dalam siaran pers, Rabu (19/4/2017).

LSI Denny JA: Jakarta akan Punya Gubernur Baru

KONFRONTASI-Hasil survei terbaru dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait elektabilitas kandidat pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hasilnya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul telak atas petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). Berdasar survei LSI terhadap 440 responden pada 7-10 April 2017, Anies-Sandi mengantongi elektabilitas 51,4 persen.

Terlalu Sedikit Puisi, Terlalu Banyak Politik

Oleh: Denny JA

Sudah lama saya membaca dua kutipan terkenal John F Kennedy. "Jika politik mengotorinya jiwa kita, puisi membersihkannya." Satu lagi: "Jika saja lebih banyak politisi membaca puisi, dan lebih banyak penyair peduli politik, dunia akan lebih nyaman untuk kita semua."

Pages