14 December 2019

Denny JA

Denny JA: Kepuasan Publik kepada Jokowi Mulai Rontok

KONFRONTASI - Pendiri Lembaga Survey Indonesia, Denny Januar Ali, berkicau soal 'blunder Presiden Jokowi'. Melalui akun twitternya, @DennyJA_WORLD, ia menyoroti beberapa tindakan dan keputusan presiden, termasuk pemilihan jaksa agung dari partai politik.

Tak hanya itu, ia juga menyebut Jokowi melakukan blunder dengan menaikkan BBM dikala harga minyak dunia turun. Begitu juga kala Jokowi gagal membentuk kabinet ramping dan non-transaksional.

Abaikan Warning KPK, Jokowi Ngeyel, Kabinet Dipastikan Kocok Ulang

KONFRONTASI - Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, memperkirakan akan ada reshuffle kabinet di tengah jalan. Dengan kata lain, 34 menteri yang baru saja diangkat, tak semuanya akan bertahan.

Alasan kocok ulang pertama, menurut Denny JA, karena Presiden Joko Widodo ternyata mengabaikan warning Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai figur yang bermasalah. Menteri-menteri yang masuk dalam daftar kuning dan merah KPK akan diproses.

Denny JA: Jokowi Jadi Presiden Terlemah Dalam Sejarah Indonesia

KONFRONTASI - Pengamat politik Denny Januar Ali mengingatkan Jokowi-JK untuk hati-hati dalam menjalan roda pemerintahan selama lima tahun ke depan. Itu setelah posisi ketua DPR dan MPR direbut kubu Koalisi Merah Putih (KMP) yang notabene menjadi oposisi Jokowi-JK.

"Akhirnya Koalisi Merah Putih menang telak atas Koalisi Indonsia Hebat, 5;0, dgn terpilihnya ketua MPR Zulkifli Hasan," katanya melalui akun Twitter, DennyJA_WORLD. "Untuk pertama kali dalam sejarah, pemerintahan Indonesia terbelah. Eksekutif dan Legislatif dikuasai oleh koalisi partai yg berbeda."

Jokowi Harus Buktikan Dirinya Bukan Petugas Partai

KONFRONTASI - Pengamat politik Denny Januar Ali menyarankan agar Jokowi bisa tampil sebagai seorang pemimpin Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

"Koalisi Indonesia Hebat harus mainkan politik merangkul, bukan mengisolasi, jika tak ingin semakin terseok," ujarnya lewat akun Twitter, DennyJA_WORLD.

Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) itu mengingatkan, Jokowi wajib tampil luwes untuk bisa mendapatkan dukungan Parlemen maupun masyarakat.

'Justru Pernyataan Denny JA yang Berbahaya'

KONFRONTASI - Ketua Umum Pemuda Pertahanan Nasional, Mora Harahap menjelaskan, Koalisi Merah Putih yang menguasai legislatif harus dihargai karena melalui proses politik yang sah dan demokratis. Sama halnya dengan keberhasilan Koalisi Indonesia Hebat memenangkan Jokowi-JK, juga harus dihargai.

"Justru saya menilai pernyataan Denny JA yang berbahaya dalam menanggapi koalisi yang berbeda antara eksekutif dan legislatif," kata Mora dalam keterangannya (Rabu, 8/10).

Denny JA Dorong Megawati Dukung SBY Terbitkan Perppu

KONFRONTAS - Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri disarankan mendukung tegas langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) sebagai pengganti Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Jika tidak, nasib Perppu akan sama dengan RUU opsi pilihan pilkada langsung yang didukung PDIP dan koalisinya, di mana akhirnya mengalami kekalahan ketika dilakukan voting di DPR.

Kata Denny JA, Presiden disarankan terbitkan Perppu pembatalan UU Pilkada

KONFRONTASI-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disarankan menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk membatalkan UU Pilkada yang baru diputuskan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Jumat (26/9).

Saran tersebut disampaikan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang baru-baru ini berkorespondensi dengan Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, seperti yang tertuang dalam twitter @DennyJA_World, Senin malam.

Denny JA Dituding Lakukan Makar, LSI: Kabar Buruk Bagi Reformasi di Indonesia

KONFRONTASI - Laporan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta Fadli Zon yang melaporkan Denny JA ke Bareskrim menuai protes dari Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby. Menurutnya, laporan itu bentuk kriminalisasi kerja akademik dan ilmiah.

Pages