23 January 2018

Denny JA

Bangkitnya Civil Society Dunia Sastra?

(Puisi Esai Provinsi Yogyakarta dan NTB).

Oleh: Denny JA

Sebuah bangsa modern, ujar Jean Cohen,  tak hanya bisa ditopang oleh masyarakat politik. Tak peduli sekuat apapun partai politik. Sebuah bangsa tak juga hanya bisa bertumpu para masyarakat bisnis. Tak peduli sebesar apapun konglomerasi usaha yang tumbuh.

Tags: 

Petisi Sastra 0,001 Persen

Oleh: Denny JA

Di sebuah negeri, di tahun politik,
Tersiar kabar muncul petisi.
Tuntatan tak biasa.
Mereka menyebutnya
Petisi sastra 0,001 persen.

Sederhana itu nama,
tapi rumit riwayat.
Unik itu kasus
Tapi kompleks tuntutan.

Para hulu balang menghadap Raja.
Memberi laporan hal ihwal.
Menunggu petunjuk dan titah
Bagaimanakah petisi harus direspon.

Sore itu, Catatan Kaki Mengeluh Padaku

Oleh: Denny JA

Siapakah pertama kali dalam sejarah yang menggunakan catatan kaki pada naskah tertulis? Bagaimana catatan kaki lahir dalam peradaban? Bagaimana pula catatan kaki berevolusi?

Bertambahnya pengetahuan kadang datang dengan cara tak terduga. Sore itu, tengah Januari 2018, saya tengah mendalami lebih dari seratus puisi esai yang datang dari aneka provinsi. Meja saya penuh dengan naskah, yang datang dari provinsi mulai dari Aceh hingga Papua.

Tags: 

Masuknya Peristiwa Sosial ke dalam Puisi

(Kisah Catatan Kaki dari Alexender Pope Hingga Puisi Esai)

Oleh: Denny JA

Peristiwa sosial sebuah bangsa dapat direkam dan dikisahkan kembali melalui banyak medium. Antara lain melalui makalah ilmiah, reportase dan film. Tapi kini sebanyak 170 penulis, penyair, peneliti dan jurnalis berikhtiar merekam dan mengkisahkan peristiwa sosial melalui medium puisi, yang disebut puisi esai.

Kisah Pro dan Kontra Gerakan Puisi Esai Nasional

(Gagasan Memotret Batin Indonesia)

Oleh: Denny JA

Suatu ketika Margareth Heffernen berkata. Peradaban tak akan melahirkan gagasan cemerlang dan inovasi sejati tanpa melalui pro dan konta, perdebatan dan saling ketidak setujuan. Sebuah tesis memerlukan anti-tesis agar lahir sintesis.

Tags: 

Polisi Sastra Jilid 3: Mereka Ingin Menghadang Perubahan

Oleh: Denny JA

Pada awalnya hanya ada satu burung.
Zaman bergerak.
Burung beranak pianak.
Kini hidup 10.000  species burung.

Kau tak bisa jadi polisi burung
Apapun kuasamu.
Tak bisa kau hadang lahir burung baru.
Burung tumbuh bersama hutan dan langit.
Ikuti hukum alam.
Tiada bisa kau sentuh.

Pada awalnya hanya ada satu bunga.
Abad datang membawa cuaca.
Dibawa pula angin dan musim.
Kini tumbuh 600 ribu species bunga.

Tags: 

Batin Isu Sosial Itu Justru Kutahu dari Puisi

 (Puisi Esai Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten)

Oleh: Denny JA

Sebagai peristiwa, sudah lama saya mendengarnya. Sebagai isu sosial, beberapa kali saya sempat baca. Tapi batin manusia yang berada dalam peristiwa itu saya rasakan dalam puisi ini. Mimpi, luka, harapan para pelaku dalam isu sosial tersebut saya tangkap melalui puisi itu.

Tags: 

Polisi Sastra Jilid 2: Berkaryalah Kamu, Walau Langit Runtuh

Oleh: Denny JA

Di hari pertama,
Ketika kata tercipta,
Lahirlah mantra.
Berkaryalah kamu walau langit akan runtuh.

Para nabi mendapat wahyu
Tersusun kata dalam kitab suci.
Zaman lama terganggu.
Mereka disalib,
Mereka dikejar,
Mereka dizalimi.
Langit runtuh.

Tapi para Nabi terus berkarya.
Dari kata lahir peradaban.

Tags: 

Bahagia dalam Peradaban Hak Asasi Manusia dan Spirit La Ilaha Illallah

Oleh: Denny JA

Negara yang paling mampu membuat penduduknya bahagia, juga adalah negara yang paling mengapresiasi prinsip hak asasi manusia.

Itulah hasil riset dari begitu banyak lembaga internasional dengan metodelogi yang terukur. Lembaga SDSN dari PBB misalnya membuat list tahunan dengan indeksnya untuk mengukur kebahagiaan warga negara. Selalu yang menjadi rangking 12 besar umumnya negara seperti Swedia, Denmark, Norwegia, Canada, Australia, dan sebagainya.

Tags: 

Apa yang Sebenarnya Dirimu Perjuangkan?

Oleh: Denny JA

Pernyataan John Meynard Keynes banyak dikutip. Ujarnya:  para diktator yang nampak begitu berkuasa, sebenarnya hanyalah budak dari gagasan seorang pemikir. Disadari atau tidak, diktator bahkan negara yang absolut seperti komunisme atau fasisme hanyalah eksekutor dari pemikir ideologi itu.

Tags: 

Pages