19 April 2018

Denny JA

Nyanyian Setnov, Puan Maharani dan Efek Elektoral di Tahun Politik

Oleh: Denny JA

Akankah nyanyian Setnov membuang kesempatan Puan Maharani menjadi calon wakil presiden 2019? Bahkan juga nyanyian itu menurunkan elektabiltas PDIP dalam Pemilu 2019 kelak?

Bahkan juga nyanyian Setnov itu menurunkan peluang Puan Maharani menjadi orang nomor satu di PDIP, mengganti ketum Megawati Soekarno Putri? Karena kasus itu, posisi ketum berikutnya akan lebih bergeser kepada anak lelaki Megawati lain: Prananda Prabowo, atau bahkan Budi Gunawan?

Tags: 

Indonesia akan "Musnah" di tahun 2030?

Oleh: Denny JA

Semoga itu tak terjadi. Itulah respon cepat saya selaku warga yang mencintai negaranya. Cukup dag dig dug saya membaca review analisa masa depan yang dituliskan dalam bentuk novel, berjudul Ghost Fleet. Tahun 2030 itu hanya berjarak 13 tahun dari sekarang. Astaga!

Pledoi Denny JA Soal Puisi Esai

Oleh: Denny JA

Fadli Zon itu tokoh yang serius dan banyak membaca sastra. Pandangannya soal puisi berharga untuk didengar. Termasuk pandangannya soal puisi esai.

Menurut Fadli Zon, puisi esai sudah ditemukan sejak lama. Termasuk oleh Alexander Pushkin, penyair Rusia yang mengarang Novel yang dipuisikan: Eugine Onegin.

Mengapa Puisi Esai Menjadi Kontroversi Sastra Paling Heboh Sejak Era Kemerdekaan?

(Menyambut Debat Pro Kontra Puisi Esai: Narudin vs Saut Situmorang, Krt Agus Nagoro vs Eko Tunas HARI INI)

Oleh: Denny JA

Menyambut debat pertama dari enam serial debat pro kontra puisi esai yang diselenggarakan Yayasan Budaya Guntur, seorang wartawan bertanya: “Mas Denny JA, mohon komen dong. Mengapa kontroversi puisi esai ini paling heboh sejak era kemerdekaan?”

Peradaban Butuh Penggerak dan Kaum Demokrat

Puisi - Puisi Esai Prov. Maluku dan Prov. Kalteng

Oleh: Denny JA


Ucapan Friedrich Ebert kembali dikenang Tak hanya untuk soal demokrasi, ucapan Friedrich itu relevan pula untuk isu peradaban. Juga relevan untuk dunia puisi.

Para ahli berdebat variabel apa yang penting agar sebuah negara otoriter bertransisi menjadi negara demokrasi? Variabel apa pula yang membuat transisi demokrasi itu terkonsolidasi makin kokoh, tidak kembali menjadi sistem otoriter?

Review Film The Darkest Hours: Apa yang Kita Butuhkan dari Pemimpin?

Oleh: Denny JA

Akhirnya saya memahami. Mengapa Winston Churchill, Sang Perdana Menteri,  dipilih BBC Poll (2002)  sebagai warga Inggris terbesar sepanjang masa (Rangking 1 dari The 100 Great  Brittons).

Saya juga mengerti. Mengapa pula Churchill sang politisi, yang hanya menulis satu novel itu, dipilih sebagai pemenang Nobel Sastra yang teramat bergengsi (1953).

Tags: 

Ketika Pemilik Koran Besar Berteman dengan Politisi Berpengaruh: Review Film The Post

Oleh: Denny JA

Sulitnya saat itu menjadi Katherine Graham.  Ia wanita pertama di antara kaum lelaki yang memiliki koran sangat besar Washington Post. Suaminya baru wafat karena bunuh diri dan menjadi isu.

Hari itu ia harus membuat keputusan. Resikonya, ia masuk penjara dan korannya disalahkan pengadilan. Sudah pasti pula para investor akan meninggalkannya. Padahal Washington Post baru go public, IPO. Legacy keluarga hancur.

Tags: 

Generasi Pendiri Angkatan Puisi Esai, Siapakah Mereka?

Oleh: Denny JA

Setiap genre seni, sebagaimana setiap ideologi, sebagaimana setiap negara, punya generasi pendiri. Mereka adalah bapak dan ibu, tuan dan puan, yang ikut melahirkan, menyebarkan dan mematangkan sebuah penanda zaman.

Aliansi Sastrawan Tolak Proyek Puisi-Esai Denny JA

KONFRONTASI-Aliansi Sastrawan Indonesia Anti Puisi-Esai menuding Denny Januar Ali (DJA) telah melakukan dusta publik terkait "lahirnya angkatan puisi-esai" dan Proyek Penulisan Buku Puisi Esai Nasional yang digagas dan didanai oleh DJA pribadi yang direncanakan melibatkan 170 penulis, penyair, jurnalis, dan peneliti di 34 propinsi di Indonesia.

Dalam keterangan persnya, aliansi sastrawan tersebut menyoroti sejumlah poin berikut:

Tags: 

Survei LSI: Lima Isu Terkini Partai Politik di Zaman Now

Oleh: Denny JA

Partai politik mana yang akhirnya menjadi no 1 dan menentukan landscape politik Indonesia paska pilpres dan pileg serentak 2019? Partai mana pula yang terlempar karena tak memenuhi syarat (PT) 4 persen?

Prediksi hasil pemilu adalah gabungan antara kaedah ilmiah dan seni membaca situasi. Tanpa kaedah ilmiah, itu prediksi semu. Apalagi ilmu pengetahuan sudah sampai di tahap itu. Prilaku pemilih sudah menjadi kajian ribuan riset ilmiah sejak lima puluh tahun lalu.

Pages