24 May 2019

Demokrat

Kalau saja Prabowo Tidak Berbaik Hati, Mungkin Demokrat Sudah Padam

Oleh: M. Nigara

KAMIS (9/8/18) malam, kediaman Prabowo Subianto, di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, nyaris disesaki orang. Di dalam dan di luar begitu luar biasa. Ya, itulah saat-saat akhir Koalisi *Gerindra, PAN,* dan *PKS* akan mengumumkan pasangannya untuk Pilpres 2019.

Merapat ke Jokowi, AHY Redup Sebelum Bersinar: Berakhirnya Dinasti Cikeas

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Secara sosial-politik, Indonesia mengenal dua polarisasi yaitu santri dan abangan. Kata "santri" kemudian bermetamorfosis menjadi "umat". 

Hinca Panjaitan: Demokrat Masih Tertib di Barisan Prabowo-Sandi

KONFRONTASI - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan menegaskan partainya akan menuntaskan kerja sama politik dengan Koalisi Adil dan Makmur yang mengusung pasangan calon Prabowo Subainto dan Sandiaga Uno.

Demokrat akan selalu tertib di barisan dan tidak akan melakukan di luar ketidakpantasan.

"Tertib demokrasi kita junjung tinggi," kata Hinca lewat akun twitternya, Jumat (26/4).

Menurutnya, tidak elok sekarang membahas sikap politik Demokrat, apalagi di tengah proses penghitungan suara Pemilu 2019 masih berlangsung.

AHY: Kami Tidak Tertarik Pada Gimik Politik

KONFRONTASI-Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan Demokrat tidak tertarik dengan isu politik adu domba, karena itu bisa memecah belah dan tidak mengedukasi rakyat.

"Kami tidak terlalu tertarik pada gimik politik yang tidak mengedukasi rakyat," kata AHY di Cirebon, Jabar, Selasa, menanggapi isu akun Ferdinand yang menyerang Partai Gerindra.

Menurutnya pada masa kampanye Pemilu 2019 ini sangat sering melihat dan mendengar caci maki antara pendukung calon presiden, padahal itu sangat tidak baik.

Demokrat Yakin Indonesia Bakal Punya Presiden Baru

KONFRONTASI -  Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean yakin pasangan Prabowo-Sandi akan memenangkan Pilpres 2019. Keyakinan ini bertambah setelah hasil survei Litbang Kompas menyebut elektabilitas Jokowi-Ma"ruf mengalami penurunan.

Anggap Hanya Alat Propaganda Opini, Demokrat Tak Percaya Hasil Survei SMRC

KONFRONTASI -  Kepala Divisi dan Advokasi Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku tak percaya dengan hasil Lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang menyatakan elektabilitas pasangan calon Joko Widodo atau Jokowi - Ma"ruf Amin mengungguli pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019. 

Dalam survei itu, pasangan Jokowi - Ma"ruf mendapat elektabilitas 54,9 persen; Prabowo - Sandiaga 32,1 persen; dan 13,0 persen sisanya belum menentukan pilihan.

Tersangkut Kasus Narkoba, Andi Arief Putuskan Mundur dari Wasekjen Demokrat

KONFRONTASI-Andi Arief yang baru saja ditangkap polisi gara-gara mengonsumsi narkoba jenis sabu, akhirnya memutuskan mundur dari jabatan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat.

Keputusan itu disampaikan Andi Arief kepada Waskjen PD lainnya, Rachland Nashidik sata menjenguknya di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Menurut Rachland, koleganya di Partai Demokrat itu menitip beberapa pesan. Salah satunya pengajuan mundur dari jabatan Wasekjen DPP Demokrat.

Andi Arief Tertangkap Gunakan Narkoba, Bagaimana Respon Demokrat?

KONFRONTASI-Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan, partainya belum bisa menentukan sikap terkait Andi Arief yang ditangkap Tim NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba. Demokrat mengedepankan asas praduga tak bersalah atas dugaan kasus ini.

"Biar itu jadi keputusan partai dan kami akan sampaikan segera," kata Imelda ditemui di Jakarta Selatan, Senin (4/3).

SBY: Pilpres 2019 Lebih Keras dari Sebelumnya

KONFRONTASI-Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 lebih keras dibandingkan Pilpres sebelumnya di era reformasi.

Pernyataan SBY itu disampaikannya kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan untuk disampaikan kepada kader Demokrat dan masyarakat.

SBY Minta Kader Demokrat Jangan Terlalu Banyak Janji

KONFRONTASI-Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kader partainya tidak banyak berjanji, tetapi bekerja secara nyata kepada masyarakat Aceh.

"Biasanya seorang pemimpin itu jika terlalu banyak berjanji sulit untuk ditempati, karena itu saya minta kepada kader Partai Demokrat untuk berbuat secara nyata kepada masyarakat," kata SBY di sela-sela silaturrahim dengan para ulama se Aceh yang di pusatkan di Banda Aceh, Minggu.

Pages