24 August 2019

Demokrat

MK Anggap Gugatan Demokrat Langgar Syarat Formil

KONFRONTASI-Majelis Hakim Konstitusi menyatakan permohonan Partai Demokrat untuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tengah tidak dapat diterima karena melanggar syarat formil permohonan perkara.

"Menyatakan Permohonan Pemohon tidak dapat diterima," ujar Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman didampingi delapan hakim konstitusi lainnya dalam sidang pembacaan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Rabu.

Kader Demokrat Diminta Berhenti ''Nyinyir''. Gerindra Merasa Terusik

KONFRONTASI- Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra

Demokrat Bukan Milik SBY, Dia Hanya Numpang 'Nyapres'

KONFRONTASI-Jajaran pendiri dan deklarator Partai Demokrat tidak terima jika partai berlambang bintang mercy itu diklaim sebagai milik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat.

"Kalau disebut Partai Demokrat, partai SBY berarti itu milik SBY," ujar Anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, Subur Sembiring di Bilangan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (2/7).

Ini Tekad PAN dan Demokrat: Kami Tetap Setia di Belakang Prabowo

KONFRONTASI - Partai Demokrat terus diisukan bakal merapat ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin setelah pasangan nomor urut 01 itu ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Menanggapi kabar demikian, apa kata partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu?

Ahmad Basarah PDIP: Tak Mutlak Demokrat Dapat Jatah Menteri, Semua Tergantung....

KONFRONTASI- Serangkaian pertemuan dan silaturahim yang dilakukan Putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhoyono dengan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri diharapkan bisa merajut kedekatan dan membuka peluang Partai Demokrat  akan mendapat jatah menteri Joko Widodo-Maruf Amin.

Namun, politisi Demokrat ini mengaku kalau hal tersebut tidak mutlak menjadi jaminan kalau Demokrat akan mendapatkan jatah menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Kalau saja Prabowo Tidak Berbaik Hati, Mungkin Demokrat Sudah Padam

Oleh: M. Nigara

KAMIS (9/8/18) malam, kediaman Prabowo Subianto, di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, nyaris disesaki orang. Di dalam dan di luar begitu luar biasa. Ya, itulah saat-saat akhir Koalisi *Gerindra, PAN,* dan *PKS* akan mengumumkan pasangannya untuk Pilpres 2019.

Merapat ke Jokowi, AHY Redup Sebelum Bersinar: Berakhirnya Dinasti Cikeas

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Secara sosial-politik, Indonesia mengenal dua polarisasi yaitu santri dan abangan. Kata "santri" kemudian bermetamorfosis menjadi "umat". 

Hinca Panjaitan: Demokrat Masih Tertib di Barisan Prabowo-Sandi

KONFRONTASI - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan menegaskan partainya akan menuntaskan kerja sama politik dengan Koalisi Adil dan Makmur yang mengusung pasangan calon Prabowo Subainto dan Sandiaga Uno.

Demokrat akan selalu tertib di barisan dan tidak akan melakukan di luar ketidakpantasan.

"Tertib demokrasi kita junjung tinggi," kata Hinca lewat akun twitternya, Jumat (26/4).

Menurutnya, tidak elok sekarang membahas sikap politik Demokrat, apalagi di tengah proses penghitungan suara Pemilu 2019 masih berlangsung.

AHY: Kami Tidak Tertarik Pada Gimik Politik

KONFRONTASI-Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan Demokrat tidak tertarik dengan isu politik adu domba, karena itu bisa memecah belah dan tidak mengedukasi rakyat.

"Kami tidak terlalu tertarik pada gimik politik yang tidak mengedukasi rakyat," kata AHY di Cirebon, Jabar, Selasa, menanggapi isu akun Ferdinand yang menyerang Partai Gerindra.

Menurutnya pada masa kampanye Pemilu 2019 ini sangat sering melihat dan mendengar caci maki antara pendukung calon presiden, padahal itu sangat tidak baik.

Demokrat Yakin Indonesia Bakal Punya Presiden Baru

KONFRONTASI -  Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean yakin pasangan Prabowo-Sandi akan memenangkan Pilpres 2019. Keyakinan ini bertambah setelah hasil survei Litbang Kompas menyebut elektabilitas Jokowi-Ma"ruf mengalami penurunan.

Pages