18 February 2020

demokrasi

Otoritarianisme Kini Membungkam Demokrasi

PENGAMBILALIHAN kekuasaan melalui kudeta bekerja dengan senjata intimidasi dan paksaan. Tetapi sebenarnya ada jenis kudeta yang bekerja terselubung di balik cara kerja demokrasi, yang dapat berlangsung ‘senyap’ di atas sikap pasif dan apatis publik. Di sebagian besar negara dengan sistem demokrasi yang masih dianggap berfungsi, tulis David Runciman –professor ilmu politik Universitas Cambridge, UK– dalam buku How Democracy Ends (2018), rakyat lebih banyak memilih menjadi penonton proses politik.

LP3ES: Di Bawah Jokowi, terjadi Kemunduran Demokrasi dan Ekonomi Terpuruk

KONFRONTASI- LP3ES menyoroti pelemahan KPK dan polarisasi masyarakat saat pilpres, sementara ekonomi terpuruk dan kepercayaan publik memburuk.

Demokrasi Lebih Baik Diselesaikan dengan Musyawarah Mufakat Dibanding Dijalanan

Oleh:  Muhammad Syukur Mandar SH, MH

 

 

Indonesia adalah bangsa besar, bangsa yang merdeka dari kekuatan rakyat, direbut dengan tumpahan darah dan jiwa juang yang tinggi oleh para pahlawan dimedan laga tanpa pamrih.

Kini usia bangsa tak lagi muda, meski segenap agenda kebangsaan yang tersirat dalam falsafah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 belumlah ditunaikan oleh para pemimpin bangsa.

Buzzer Jokowi Merajalela, Demokrasi Terancam Punah

KONFRONTASI -   Keberadaan buzzer pendukung Presiden Joko Widodo alias Jokowi semakin merajalela. Buzzer pendukung Jokowi tidak hanya menyebarkan hoax, tapi juga menebarkan ujaran kebencian.Anehnya, sangat jarang buzzer pendukung Jokowi yang ditangkap aparat kepolisian.

Hasil penelitian Universitas Oxford menunjukkan elite politik Indonesia menggunaan buzzer. Penggunaan buzzer ini menjadi momok bagi demokrasi di Indonesia.

Komitmen Jokowi dalam Menjaga Demokrasi Diragukan Mahasiswa

KONFRONTASI -  Presiden Joko Widodo belum bisa berkomitmen dalam menjaga demokrasi di Indonesia. Aksi demonstrasi mahasiswa yang kembali berujung rusuh pada Senin (30/9) kemarin menjadi bukti kegagalan Jokowi menjaga demokrasi.

Jokowi dianggap belum bisa menjamin kebebasan berpendapat yang dilindungi Undang-undang.

Dalam pandangan Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (Dema-UIN) Riski Ari Wibowo, Jokowi harus bisa membuktikan kalau ucapannya selama ini bukanlah lip service.

Demokrasi dan Aspirasi Politik Ulama

Oleh Ainul Mizan

Sebagai representasi umat, ulama tentunya terpanggil untuk memperjuangkan aspirasi politik umat. Dengan demikian apa yang disuarakan oleh ulama adalah untuk kepentingan umat.

Keterlibatan ulama di dalam kancah politik sangatlah penting. Harapannya penyelenggaraan pemerintahan bisa diwarnai dengan nilai – nilai siyasah syar’iyyah (politik yang berasaskan Syariat Islam). Jika ulama berdiam diri dari politik, tentunya keadaan umat Islam dan negeri ini tetap berada dalam keterpurukan.

Demokrasi Ini Hanya Panggung Sandiwara

Oleh: Ririn Anggriani
Mahasiswa STIA

Pemilu 2019 memang telah usai. Satu gawe besar yang menguras dana dan energi telah terlewati. Dengan harapan mendapat perubahan, rakyat sangat menantikan hasil pemilu bisa memunculkan sosok yang mampu membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik. Harapan untuk keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran dalam segala bidang dan aspeknya digantungkan pada sosok pemimpin baru hasil pilihan rakyat.

Demokrasi Konglomerat Menggusur Pancasila

Oleh: Asyari Usman*

Demokrasi: Tak ada Lawan Sejati Yang Ada Kepentingan Sejati

Oleh : Mira Susanti
Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi

Demokrasi Demi Kursi Kekuasaan

Oleh: Fera Mahargyani
Aktivis Muslimah Malang Raya

Pesta demokrasi yang menghabiskan dana sekitar 25 T telah terlaksana. Dengan melalui berbagai kontroversi, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2019-2024. Partai koalisi sudah jauh-jauh hari bersiap untuk mendapatkan jatah kekuasaan.

Pages