24 February 2020

David Cameron

Cameron Bela Referendum Brexit

KONFRONTASI-Mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron pada Rabu (29/03) menyerukan untuk mengadakan referendum mengenai apakah Inggris harus tetap bergabung atau keluar dari Uni Eropa (UE), sementara Inggris memulai proses untuk keluar dari blok tersebut.

"Menurut saya mengadakan referendum merupakan langkah yang tepat karena masalah ini sudah meracuni politik Inggris selama bertahun-tahun. Referendum sudah dijanjikan dan tidak digelar," katanya dalam kunjungan ke Ukraina.

Cameron akan Temui Para Petinggi Uni Eropa Setelah Referendum

KONFRONTASI-David Cameron menyerahkan tugas negosiasi keluar dari Uni Eropa kepada penggantinya Oktober mendatang.

Perdana Menteri Inggris David Cameron akan bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa untuk pertama kalinya sejak Inggris memutuskan untuk keluar dari blok negara-negara Eropa itu.

Perdana menteri akan bertemu dengan para pemimpin negara-negara anggota Uni Eropa dalam KTT di Brussels pada Selasa (28/06).

'Explosive shock' as Britain votes to leave EU, Cameron quits

KONFRONTASI-Britain has voted to leave the European Union, forcing the resignation of Prime Minister David Cameron and dealing the biggest blow since World War Two to the European project of forging greater unity.

Global financial markets plunged on Friday as results from a referendum defied bookmakers' odds to show a 52-48 percent victory for the campaign to leave a bloc Britain joined more than 40 years ago.

Resmi 'Cerai' dengan Uni Eropa, Obama Bakal Bicara ke Cameron

Konfrontasi - Rakyat Inggris sudah berkehendak lewat referendum, untuk bercerai dari Uni Eropa. Hasil referendum sudah final dan 52 persen suara rakyat di Negeri Ratu Elizabeth II itu menginginkan Inggris tak lagi bernaung bersama Uni Eropa.

Atas hasil ini, sekutu terdekat Inggris – Amerika Serikat (AS) pun turut merespons. Pihak Gedung Putih menyatakan, Presiden AS, Barack Obama akan mengagendakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron.

Inggris Resmi Keluar dari Uni Eropa, PM Cameron Harus Mundur

Konfrontasi - Pemimpin Partai Independence Inggris yang juga ketua kampanye anti-Uni Eropa, Nigel Farage, meminta Perdana Menteri Inggris, David Cameron untuk mundur dari jabatannya setelah Brexit memenangkan referendum.

Menurutnya Inggris perlu pemimpin yang mendukung Inggris meninggalkan Uni Eropa. "Saya rasa kita perlu memiliki Perdana Menteri Brexit," kata Farage kepada ITV News, Jumat (24/6/2016).

PM Inggris Puji Sadiq Khan 'Muslim Inggris' yang Membanggakan

KONFRONTASI - David Cameron memuji Wali Kota London, Sadiq Khan, sebagai 'Muslim yang membanggakan' dan juga merupakan 'warga Inggris yang membanggakan' ketika keduanya hadir dalam kampanye EU Remain atau tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Mereka meluncurkan bus dan kartu mendukung Britain Stronger In Europe atau Inggris Lebih Kuat Di Eropa.

PM Inggris Memuji Sadiq Khan

KONFRONTASI - David Cameron memuji walikota London, Sadiq Khan, sebagai 'Muslim yang membanggakan' dan juga merupakan 'warga Inggris yang membanggakan' ketika keduanya hadir dalam kampanye EU Remain atau tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Mereka meluncurkan bus dan kartu mendukung Britain Stronger In Europe atau Inggris Lebih Kuat Di Eropa.

Hubungan Trump dan Cameron Memburuk

KONFRONTASI - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump menyampaikan bahwa hubungan dirinya dengan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron akan berakhir buruk, pada Senin (16/5). Hal ini diduga karena Cameron menyebut Trump dengan kata “bodoh” sehubungan dengan kampanyenya untuk menghentikan umat Muslim masuk ke AS.

Disebut Negara Terkorup, Nigeria Minta Inggris Kembalikan Aset Curian

KONFRONTASI-Pernyataan Perdana Menteri Inggris David Cameron yang menyebut Nigeria dan Afghanistan sebagai negara yang luar biasa korup di dunia mendominasi pertemuan puncak korupsi Negara-negara Persemakmuran di London pada Rabu (11/05) kemarin.

Alih-alih menuntut permintaan maaf dari PM Inggris, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan pihaknya meminta Inggris mengembalikan aset-aset curian yang disimpan di berbagai bank Inggris.

Stabilitas Eropa Terancam Jika Inggris Keluar

KONFRONTASI - Perdana Menteri Inggris David Cameron, mengatakan perdamaian dan stabilitas tidak dapat dijamin di Eropa jika Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Dalam sebuah pidatonya di London, Senin (9/5/2016), Cameron menyinggung perang yang terjadi di benua Eropa dalam beberapa dekade terakhir termasuk Perang Dunia II dan II. Demikian dikutip kantor berita IRNA.

Menurutnya, terbentuknya Uni Eropa telah membantu kedekatan negara-negara di benua ini.

Pages