15 December 2019

Claudio Ranieri

Sampdoria Resmi Tunjuk Claudio Ranieri Jadi Pelatih

Konfrontasi - Claudio Ranieri resmi menjadi pelatih baru Sampdoria untuk sisa musim 2019/ 2020. Ranieri menggantikan Eusebio Di Francesco yang dipecat lantaran gagal mengangkat prestasi Blucerchiati.

Di Francesco dipecat setelah tujuh laga Serie A dijalani, menuai hasil enam kekalahan dan satu kemenangan. Ranieri disebut menandatangani kontrak yang membuatnya berada di Luigi Ferraris hingga setidaknya 30 Juni 2021.

Klopp: Manajemen Leicester Bertanggung Jawab atas Pemecatan Ranieri

KONFRONTASI-Skuad Leicester City menemukan sekutu dalam diri Juergen Klopp setelah manajer Liverpool itu berkata bahwa dewan manajemen klub lebih memiliki tanggung jawab terhadap pemecatan Claudio Ranieri, dan konsep "kekuatan para pemain" sering dibesar-besarkan.

Mancini Sangkal Telah Lakukan Pembicaraan dengan Leicester City

Konfrontasi - Roberto Mancini menyangkal ada pembicaraan dengan Leicester City. Pelatih asal Italia itu bahkan membela mantan pelatih Leicester, Claudio Ranieri. Sebelumnya, Mancini dirumorkan menjadi pengganti favorit dari Ranieri yang didepak dari the Foxes pada Jumat (24/2/2017).

"Saya belum bicara dengan siapa pun dari Leicester, sehingga itu tidak benar. Tim ini mengalami kesulitan, tapi apa yang Ranieri lakukan musim lalu luar biasa," kata Mancini, dilansir dari Football Italia, Sabtu (25/2/2017).

Usai Pecat Ranieri, Ini Komentar Leicester City

Konfrontasi - Usai membawa Liecester City menjadi juara Liga Inggris 2015-16, ternyata tak menjamin posisi Claudio Ranieri sebagai manajer menjadi aman.

Jumat (24/2/2017) dinihari WIB, manajemen Leicester membuat keputusan mengejutkan memecat Ranieri.

Pemecatan tersebut tak lepas dari performa The Foxes yang terpuruk di Liga Inggris musim ini. Jamie Vardy cs hanya satu tingkat dan satu poin dari zona degradasi.

Conte Khawatirkan "Kutukan" Ranieri Menular

Konfrontasi - Lengsernya Claudio Ranieri dari kursi kepelatihan Leicester City tengah menjadi sorotan. Bagi mantan pemain Manchester United, Gary Neville, hal tersebut merupakan sebuah kutukan. 

“Memenangkan trofi Premier League merupakan sebuah kutukan. Conte akan merasakannya musim depan,” kata Neville, seperti dilansir Express.

Ranieri dipecat pada Jumat, 24 Februari 2017. Buruknya penampilan The Foxes musim ini menjadi alasan utama pihak klub memecat pelatih berjuluk The Tinkerman itu. 

Dipecat dari Leicester, Nasib Ranieri Sama dengan Mourinho di Chelsea

Konfrontasi - Sebelum dipecat Chelsea pada Desember 2015, Jose Mourinho menyatakan secara terbuka, bagaimana para pemainnya telah melakukan pengkhianatan. Tuduhan serius Mourinho itu menggambarkan panasnya situasi di ruang ganti, dengan hubungan yang buruk antara pemain dan manajer.

Jose Mourinho Dukung Claudio Ranieri Tetap Bertahan Latih Leicester

Pelatih Manchester United, Jose Mouinho dan pelatih Leicester City, Claudio Ranieri bersalamam seusai laga Liga Primer di stadion King Power, Senin (6/2) dini hari WIB. United menang 3-0 pada laga ini.

Ini Alasan Mahrez 'Mainkan' Transfer Arsenal

Konfrontasi - Riyad Mahrez menjadi salah satu kunci keberhasilan Leicester City menjuarai Premier League musim lalu. 17 gol dari 37 laga di Premier League, adalah bukti penting vitalnya peran Mahrez bersama The Foxes.

Namun, kini godaan terus datang untuk Mahrez. Arsenal menjadi tim yang paling intens mendekati pemain internasional Aljazair ini.

Leicester Kehilangan 'Tangan Kanan' Ranieri

Konfrontasi - Setelah ditinggal gelandang N'Golo Kante ke Chelsea, Leicester City kembali harus melepas salah satu bagian penting dalam klub itu.

Asisten Manajer Claudio Ranieri musim lalu, Steve Walsh dua hari lalu menerima tawaran menjadi Direktur Sepakbola di Everton. Ranieri tak bisa menutupi kekecewaannya atas kepergian itu mengingat Walsh merupakan salah satu kunci keberhasilan The Foxes meraih gelar Liga Inggris musim lalu.

Sukses Buktikan Dongeng Leicester, Italia Berikan Gelar Pahlawan ke Ranieri

Konfrontasi - Setelah meraih penghargaan dari Asosiasi Manajer Premier League (LMA) sebagai “Manager of The Year 2016”, Manajer Leicester City, Claudio Ranieri kembali mendapat kabar baik.

Dia mendapat gelar kesatria dari pemerintahan di Italia. Penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden Italia, Sergio Mattarella.

Penghargaan ini menjadi penghargaan tinggi dengan gelar kelas III dalam penghargaan di Italia. Bahkan lebih tinggi dari pemain tim nasional Italia yang mendapatkan trofi Piala Dunia di tahun 1982 dan 2006.

Pages