27 January 2020

China

Bursa Shanghai Anjlok,dan Dampaknya ke Indonesia

KONFRONTASI- Bursa saham di China bergejolak menuju slow down. Setelah mengalami panik jual, bursa Shanghai, dalam beberapa hari ini mengalami technical rebound. Salah satu penyebab membaiknya bursa Shanghai disebabkan campur tangan dari Bank Sentral Cina (PBOC). Tapi apakah campur tangan PBOC dapat terus menjaga bursa Shanghai dari penurunan?

China Kucurkan Pinjaman Besar-besaran ke RI, Lho Ada Apa?

KONFRONTASI - Hubungan Indonesia dan China semakin mesra pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Baru berjalan pemerintah pada akhir tahun lalu, pemerintah China langsung berjanji berinvestasi besar ke Indonesia.

Tidak hanya itu, China juga aktif dalam memberikan pinjaman. Beberapa waktu lalu, Bank of China (BOC) menyepakati pemberian pinjaman kepada sejumlah BUMN. Nilai yang dikucurkan US$ 40 miliar atau setara dengan Rp 520 triliun.

Revrisond Baswir: Indonesia Tak Bisa Hanya Mengandalkan China

KONFRONTASI - Pengamat ekonomi Revrisond Baswir menilai ekonomi China masih kuat. Karena itu, pasar saham negara itu yang disebut merosot tajam bahkan sampai 30 persen dari angka tertingginya hanya propaganda.

"Saya melihat itu hanya propaganda. Karena ekonomi China masih tumbuh 7 persen," jelasnya (Minggu, 12/7).

Lebih jauh dia menjelaskan, propaganda tersebut berasal dari negara-negara Barat. "Ya tujuanya untuk mengambat ekonomi China, menghambat ekspansi," sambung dosen Universitas Gajah Mada ini.

Yunani Kolaps dan Tiongkok Lesu, Rektor Paramadina: Jokowi Jangan Terlalu Berlebihan Beri Stimulus

KONFRONTASI - Rektor Universitas Paramadina Jakarta, Firmanzah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membuka dialog dengan berbagai pihak dalam menyikapi gejolak ekonomi di Yunani dan Tiongkok, sehingga dapat meminimalkan dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia.

"Jangan memberikan stimulus berlebihan," katanya dalam diskusi bertajuk 'Mengupas Kekuatan Ekonomi Indonesia Pasca Yunani Kolaps dan Tiongkok Lesu' yang digelar di Kedai Tjikini, Jakarta (Minggu, 12/7).

Ekonomi China Memburuk, Rezim Komunisme Beijing bakal Ambruk

Oleh Gigin Praginanto,  Analis senior Indonesian Review

Sebelum bubar, perekonomian Uni Soviet remuk redam seperti RRC, atau China atau Cina  sekarang. Para petinggi Partai Komunis China pun sangat gelisah.

Ekonomi Balon ala China Bakal Mbledos, terancam Chaos. Bantuan RRC ke RI menguap hampa?

BEIJING- Komunisme  Tiongkok menuju rongsok. Kejatuhan saham di bursa RRC alias  China  atau Cina diprediksi bakal menyulut krisis ekonomi baru. Harapan Indonesia mendapat kucuran utang dari Cina hanya tinggal mimpi. 

Pada awal perdagangan hari Rabu ( 8/7/15), investor di bursa Shanghai Cina, dilanda panik jual. Akibatnya, bursa Shanghai rontok sampai 8%. Agar tidak semakin turun, lebih dari 1.300 perusahaan meminta otoritas bursa menghentikan perdagangan, Hasilnya tidak banyak membantu, bursa Shanghai ditutup turun 5,9%.

Jokowi, Indonesia di bawah Anda, jadi Bangsa Kuli ! Bisa Disintegrasi !

KONFRONTASI-Dulu banyak orang bertanya, untuk apa para kreditor Cina menggelontorkan dana secara besar-besaran ke proyek-proyek pembangunan pemukiman berkelas dunia di Indonesia. Banyak pula yang bertanya-tanya bagaimana di tengah kemiskinan yang masih merajalela, kantung-kantung pemukiman bergelimang kemewahan bisa menjamur demikian hebat. Bukankah ini hanya akan membuat kecemburuan sosial kian menjadi-jadi? Indonesia jadi bangsa kuli, dan ini potensi bikin disintegrasi.

Ekonomi Memburuk, Menteri Titipan dan Jokowi yang Tertekan

KONFRONTASI- Perekonomian Indonesia saat ini sedang pusing tujuh keliling. Harga rupiah jatuh, semua harga kebutuhan pokok sehari-hari sudah naik, dan daya beli masyarakat merosot tajam. Itulah sebabnya, banyak kalangan mendesak Presiden Jokowi agar segera merombak kabinetnya.  

Problema Jokowi-JK: Apapun Proyeknya, China Pemodalnya

KONFRONTASI- Jokowi-JK: “Apapun proyeknya, China pemodalnya.” Inilah yang terjadi di era pembangunan Jokowi-JK belakangan ini.

China  atau Cina atau RRC alias Tiongkok paham betul bahwa Indonesia sangat membutuhkan dana untuk melanjutkan pembangunan. Pemerintah sendiri juga sudah menunjukkan gairah besar untuk memburu utang di pasar komersial untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Soal berapa nanti pungutan yang akan dikenakan pada masyarakat untuk membayarnya utang berbunga tinggi itu, sampai sekarang pemerintah masih bungkam. 

Jokowi-JK: “Apapun proyeknya, China pemodalnya.”

KONFRONTASI- Jokowi-JK: “Apapun proyeknya, China pemodalnya.” Inilah yang terjadi di era pembangunan Jokowi-JK belakangan ini.

China  atau Cina atau RRC alias Tiongkok paham betul bahwa Indonesia sangat membutuhkan dana untuk melanjutkan pembangunan. Pemerintah sendiri juga sudah menunjukkan gairah besar untuk memburu utang di pasar komersial untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Soal berapa nanti pungutan yang akan dikenakan pada masyarakat untuk membayarnya utang berbunga tinggi itu, sampai sekarang pemerintah masih bungkam. 

Pages