15 November 2019

China

Kedalaman Bor Sumur Minyak PetroChina Kalahkan Tingginya Gunung Everest

Konfrontasi - Perusahaan minyak Cina, PetroChina, mengebor hampir 9 kilometer sumur minyak dan menjadi salah satu pengeboran terdalam di daratan Asia. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh perusahaan minyak Cina lain.

Menurut RT.com, Sabtu, 27 Juli 2019, pengeboran sumur minyak Luntan One di ladang minyak Tarim, provinsi Xinjiang, selesai pada Kamis kemarin. PetroChina dilaporkan satu tahun lebih untuk menyelesaikan pengeboran karena hambatan struktur tanah dan suhu yang tinggi.

Buah Naga Indonesia Siap di Ekspor ke China

Konfrontasi - Usai penandatanganan protokol ekspor buah naga antara Indonesia dan China pada 29 April tahun lalu di Beijing, peluang masuknya buah naga ke negeri tirai bambu tersebut kian terbuka lebar. Indonesia menyiapkan detil kualitas dan kontinuitas sesuai dengan permintaan pasar negara tersebut.

Kementan Tingkatkan Ekspor Sarang Walet Ke China

Konfrontasi - Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementerian Pertanian Banun Harpini mengajak para pelaku usaha sarang burung walet (SBW) untuk meningkatkan kualitas produksinya dan potensi ekspor nasional.

Suka Beri Pinjaman, China Ternyata Juga Punya Utang hingga Rp 558 Ribu Triliun

 

KONFRONTASI -   China belakangan ini terkuak sebagai pemberi pinjaman yang dominan di dunia, bahkan muncul istilah Diplomasi Jebakan Utang (Debt-Trap Diplomacy). Ternyata, mereka sendiri juga terlilit utang signifikan.

Berdasarkan laporan South China Morning Post, utang China telah meroket hingga 300 persen dari GDP mereka. Nominalnya mencapai USD 40 triliun atau Rp 558 ribu triliun (USD 1 = Rp 13.967).

Komunis China Mulai Bangun Pengaruh di Singapura, Ini Modusnya

KONFRONTASI- Partai Komunis Cina lewat kebijakan pemerintah Cina menggunakan organisasi budaya, asosiasi klan, asosiasi bisnis dan program pemuda untuk menyebarkan pengaruh di Singapura.

Lembaga riset asal Amerika Serikat, Jamestown Foundation, melansir hasil riset ini menunjukkan tujuan fundamental dari operasi pengaruh ini adalah untuk menyebarkan identitas Cina pada warga Singapura.

Cambodia agrees to give access to armed Chinese forces at its naval base: Report

KONFRONTASI - US media have reported a secret agreement between Cambodia and China giving the latter’s armed forces access to a Cambodian naval base.

Mendag: Tahun Depan Indonesia Ekspor Nanas Segar ke China

Konfrontasi - Buah nanas segar asal Indonesia sebentar lagi akan menembus pasar China. Buah tropis tersebut diperkirakan sudah dapat diekspor ke negeri Tirai Bambu pada tahun depan.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa produk nanas segar saat ini tengah disiapkan untuk masuk ke pasar China tahun depan, mengingat proses verifikasi oleh General Administration of Custom China (GACC) diupayakan selesai tahun ini.

Taiwan leader willing to help Hong Kong protesters seeking asylum

KONFRONTASI-Taiwan's president says her government will "follow humanitarian principles" when dealing with asylum seekers from Hong Kong.

Tsai Ing-wen was responding to reports that a group of protesters fighting a controversial extradition bill in Hong Kong fled to Taiwan to seek protection.

Millions of people in Hong Kong recently protested against a now-withdrawn extradition bill that would have allowed people to be sent to mainland China for trial.[mr/aje]

Buat Apa Jokowi Berkuasa kalau Ekonomi Bangsa ini Ambruk? Bakal Terkutuk

KONFRONTASI- Diterjang produk China komunis, ,Industri baja Krakatau Steel hancur, PT Pos Terancam Bangkrut, Gaji Karyawan Pinjam dari Bank, industri semen  terancam ambruk, dan keuangan negara terpuruk, disandera bneban utang dari China. Jokowi  telah menghancurkan ekonomi nasional, sadarkah dia? Kabinet Jokowi buruk, dan rakyat pun mengutuk. Semua itu gara-gara produk China banjiri Indonesia dan rezim Jokowi ngutang ke China.

China dan Perlakuan Terhadap Muslim Uighur

KONFRONTASI-Setidaknya 1,5 juta warga Uighur dan minoritas muslim lainnya diperkirakan ditahan di "kamp reedukasi" di Daerah Otonomi Xinjiang Cina, di ujung barat laut negara itu. Laporan menunjukkan bahwa banyak dari orang-orang ini menghilang begitu saja dari rumah mereka.

Cina menggambarkan kamp-kamp reedukasi ini sebagai "pusat pelatihan kejuruan" atau "sekolah berasrama," sambil mempertahankan program tersebut sebagai perjuangan melawan "ekstremisme Islam." Pengamat HAM mengatakan hal itu adalah bentuk "pembersihan etnis."

Pages