21 November 2019

China

JK: China Pintar Lemahkan Yuan, Akal Mereka Nakal

KONFRONTASI-Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai perlu strategi dalam menghadapi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Demi menghadapi gempuran kenaikan tarif dari AS, China pun menurunkan nilai mata uangnya. 

"China pintar juga lemahkan yuannya 10%, jadi kalau tarifnya dinaikan maka dolarnya sama saja, akal mereka nakal," kata JK dalam Wealth Beyond 2019, Rabu (7/08/2019).

Bayar Utang US$8 M, Papua Nugini Pinjam ke China

KONFRONTASI - Papua Nugini mengajukan pinjaman ke China untuk membayarkan utang senilai US$8 miliar. Permintaan pinjaman bakal membuat marah Australia dan AS karena pengaruh China meningkat di negara-negara Asia Pasifik.

Seperti diketahui, saat ini China tengah memperkuat hubungannya dengan Papua Nugini, termasuk 20 negara-negara lainnya di Asia Pasifik, dengan menawarkan pinjaman untuk infrastruktur. Dengan demikian, pesona AS dan Australia di Asia Pasifik semakin luntur. 

China might escort ships in Gulf under U.S. proposal: envoy

KONFRONTASI- China might escort Chinese commercial vessels in Gulf waters under a U.S. proposal for a maritime coalition to secure oil shipping lanes following attacks on tankers, its envoy to the United Arab Emirates said on Tuesday.

“If there happens to be a very unsafe situation we will consider having our navy escort our commercial vessels,” Ambassador Ni Jian told Reuters in Abu Dhabi.

“We are studying the U.S. proposal on Gulf escort arrangements,” China’s embassy later said in a text message.

China Ancam Bertindak Keras Pada Demonstran Hong Kong

KONFRONTASI-Yang Guang, Juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau menggelar jumpa pers hari Selasa (06/08) di Beijing terkait aksi demonstrasi yang tak henti mengguncang Hong Kong. Dalam kesempatan itu ia mengatakan bahwa pemerintah pusat memiliki "kekuatan yang luar biasa" dan bahwa hukuman bagi mereka yang berada di belakang demonstrasi "hanya masalah waktu."

Terdampak Perang Dagang, Apple Bakal Naikkan Semua Harga Produknya

Konfrontasi - Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih berlangsung hingga saat ini dirasakan oleh berbagai produsen smartphone, salah satunya Apple. Dikatakan, Apple bakal menaikkan harga produknya dalam waktu dekat.

Kenaikan itu mau tidak mau harus dilakukan, mengingat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan pajak impor 10 persen. Hal ini pun berdampak pada kenaikkan harga beberapa komoditas barang, terutama yang berasal dari Tiongkok.

Intel Manfaatkan Kelonggaran AS Ajukan Lisensi Jual Produk ke Huawei

Konfrontasi - Intel dikabarkan telah mengajukan lisensi untuk menjual beberapa produknya ke Huawei setelah daftar hitam untuk raksasa teknologi asal China itu mendapat sedikit kelonggaran.

Seperti diketahui sebelumya Huawei masuk ke dalam daftar hitam Amerika Serikat, yang membuat perusahaan asal AS dilarang menjual suku cadang ke Huawei, termasuk Intel. Sedangkan Huawei masih mengandalkan komponen dari beberapa perusahaan AS untuk perangkat laptop dan smartphone.

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 64 Poin Rp14.180

Konfrontasi - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini ditutup masih berada dalam area negatif, terpengaruh sentimen global.

Rupiah pada Jumat (2/8/2019) sore ditutup melemah 64 poin atau 0,45 persen menjadi Rp14.180 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.116 per dolar AS.

Selundupkan Puluhan Ribu iPhone dan iPad Palsu, WN China Diganjar 37 Bulan Penjara

KONFRONTASI-Seorang warga negara China yang tinggal di Amerika Serikat bernama Jianhua 'Jeff' Li (44) dijatuhi hukuman 37 bulan penjara karena terlibat dalam aksi penyelundupan 40 ribu produk Apple, iPhone dan iPad palsu, dari China ke AS.

Departemen Kehakiman AS mengumumkan lebih dari 40 ribu perangkat dan aksesori elektronik, label dan kemasan palsu dengan merek dagang Apple, telah diperdagangkan dan diselundupkan ke negeri Paman Sam antara Juli 2009 dan Februari 2014.

Beijing Alergi dengan Aksara Arab, Restoran Halal Terdampak

KONFRONTASI-Otoritas di ibu kota Cina, Beijing, telah memerintahkan restoran dan kedai makanan halal menghilangkan aksara Arab serta simbol-simbol yang terkait dengan Islam. Ini menjadi bagian dari upaya nasional yang berkembang untuk lebih menonjolkan bahasa China.

Karyawan di 11 restoran dan toko di Beijing yang menjual produk halal yang dikunjungi Reuters menyatakan para pejabat mengatakan kepada mereka untuk menghapus gambar yang berhubungan dengan Islam. Contohnya, bulan sabit dan kata halal yang ditulis dalam bahasa Arab.

Perkosa Belasan Wanita, Pembunuh Berantai Ini Diganjar Hukuman Mati

KONFRONTASI-Seorang pembunuh berantai di China yang dijuluki 'smiling killer' telah dieksekusi mati. Pembunuh berantai ini juga dinyatakan bersalah telah memperkosa 10 wanita dan dua anak perempuan, yang salah satunya berusia 12 tahun.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/7/2019), pembunuh berantai yang bernama Zhao Zhihong (47) ini dinyatakan bersalah atas tindak pembunuhan dan pemerkosaan antara tahun 1996 hingga 2005 di wilayah Inner Mongolia. Zhao divonis mati tahun 2015 lalu, oleh pengadilan setempat.

Pages