28 February 2017

Capres

Gatot Nurmantyo Layak jadi Calon Presiden

Konfrontasi - Tidak ada masalah dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bila memang mau menjadi Calon Presiden 2019. Sebagai perwira tertinggi di tubuh TNI, Gatot memang pantas menjadi Capres 2019.

"Sah-sah saja bila Gatot mau menjadi Capres. Saya kira, beliau juga layak dan bisa bersaing dengan Joko Widodo di 2019," kata Direktur Eksekutif Aufklarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo kepada wartawa, saat dihubungi (Selasa, 2/2/2016).

Agung menilai, bila Gatot menjadi Capres, maka tidak lepas dari peran Jokowi hingga nama Gatot kian melambung.

Donald Trump "dibantai " Pada Debat Terakhir Capres

KONFRONTASI-Para bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik terlibat dalam debat terakhir pencalonan mereka untuk tahun ini dengan membahas tema keamanan nasional, terorisme dan ISIS. Pada debat ini bakal calon terkuat Donald Trump diserang para kandidat lain akibat pernyataannya yang melarang muslim masuk ke AS.

"Kita tidak bisa memisahkan diri kita dengan masyarakat muslim yang mencintai perdamaian. Jika kita berharap melakukan hal, kita akan gagal," kata mantan gubernur Florida Jeb Bush.

Capres Amerika, Hillary Clinton Ingin jadi Pembela Rakyat Biasa

KONFRONTASI - Hillary Clinton, Minggu waktu setempat meluncurkan kampanyenya guna menjadi perempuan pertama yang bertahta di Gedung Putih.

Sudah lama diperkirakan bakal menjadi calon presiden pilihan Partai Demokrat, masuk resminya Clinton dalam pacuan menjadi presiden AS berikutnya telah membebaskan gerak mesin penggalangan dananya untuk memperkuat dia dalam menangkis serangan kubu Republik.

Catat, Ical Janji Tak Nyapres di 2019

KONFRONTASI - Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2014-2019, Aburizal Bakrie (Ical) berjanji tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden di Pemilu 2019.

"Saya sudah tua. Saya dan Pak Akbar Tanjung cukup mengantarkan saja," tegas Ical saat jumpa pers di sela-sela Munas IX Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12/2014).

Baik Ical maupun Akbar, telah berkomitmen untuk menyiapkan kader-kader muda yang akan mengisi tongkat kepemimpinan nasional dan membesarkan partai kedepan.

Mafia Migas dan Elite Istana

Di masa lalu, penerbitan tabloid Obor Rakyat yang mendiskreditkan calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) awalnya  untuk menaikkan popularitas Hatta Rajasa saat mantan Menteri Perekonomian itu masih duduk di kabinet. Menurut sumber Media Indonesia, tabloid itu sepenuhnya didanai pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid. Tidak hanya membiayai Obor Rakyat, Riza yang di Singapura dikenal dengan sebutan Gasoline Godfather juga membiayai tim sukses calon wakil presiden (cawapres) nomor urut satu itu.

Ketua PGI Sarankan Prabowo "Nyapres" Lagi Tahun 2019

KONFROTASI- Sikap kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang menggunakan berbagai cara untuk menggugat Pemilu Presiden 2014, sangat disayangkan Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia Andreas A Yewangoe. Ia mengatakan, jika masih mempunyai keinginan kuat untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini, dia menyarankan agar Prabowo maju kembali dalam Pemilu Presiden 2019 mendatang.

"Kita kan ada pemilihan setelah lima tahun. Kalau Prabowo memang kepengen sekali jadi presiden, nyapres lagi saja 5 tahun lagi," kata Yewangoe di Jakarta, Jumat (29/8/2014) malam.

Wow, Joko Punya 32 Rekening di Luar Negeri

KONFRONTASI - LSM Progres 98 menyebut Joko Widodo tidak lengkap menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya ada dana senilai USD 8 juta miliki Jokowi bersama istri, Iriana Widodo, yang belum dilaporkan ke KPK. Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, menyebut ada 32 rekening, masing-masing 20 rekening milik Jokowi, dan 12 milik Iriana yang tersebar di luar negeri.
“Mengapa 32 rekening ini tidak disampaikan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum, red) dan KPK?” ujar Faizal dalam keterangan pers di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7).

Kedua Capres Lakukan Kecurangan

KONFRONTASI - JPPR, KIPP Indonesia, Perludem, YLBHI, AJI Jakarta, ILAB dan Migrant Care, yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil mengeluarkan sikap terkait keterbukaan proses dan hasil pilpres 2014. Mereka mengakui bahwa sepanjang penyelenggaraan pemilu presiden 2014 terjadi pelanggaran pemilu. Namun pelanggaran pemilu tersebut dilakukan oleh kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Prabowo Kembali Pertanyakan Sikap Jokowi Jika Kalah Pilpres

KONFRONTASI - Calon Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Menteng. Prabowo disambut langsung Din Syamsudin. Ikut hadir bos Grup MNC Hary Tanoesoedibjo dan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang datang terlambat.

Kata Pengamat, Capres diminta menahan diri hingga pengumuman KPU

KONFRONTASI-Sejumlah pengamat politik meminta kedua calon presiden untuk menahan diri dari saling klaim kemenangan dan menunjukkan sikap kenegarawanan setelah munculnya perbedaan hasil hitung cepat sambil menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kedua calon presiden harus menahan diri sambil menunggu pengumuman hasil resmi," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Pages