23 May 2019

Capres

Mestinya Capres Saling Timpa Saja

KONFRONTASI -   Kecewa saya sama panggung Debat Pertama Pilpres 2019 malam ini....KPU tidak saja memberikan kisi-kisi tapi membolehkan adanya contekan sehingga wajah kandidat sering melihat ke bawah dan tidak menyimak. Akhirnya jawaban gak nyambung. Ayo KPU ubah ini, masih ada 4 kali.

Kita Harus membuat protes keras kepada KPU telah melakukan drama seperti itu, maka calon presiden bisa bersembunyi di balik pertanyaan dan jawaban serta kisi-kisi yang telah dihafal. KPU menipu kita!

Tantang Trump 2020, Demokrat Sudah Punya 5 Bakal Capres Selanjutnya

KONFRONTASI -  Politisi Partai Demokrat tidak sabar menantikan pemilihan pilpres Amerika Serikat (AS) 2020. Pada awal 2019 ini saja sudah ada lima tokoh partai berlambang keledai itu yang mendeklarasikan diri sebagai kandidat calon presiden. Sosok paling anyar adalah Kirsten Gillibrand.

Senator asal New York itu menyusul empat rekannya sesama Demokrat. Yakni, Tulsi Gabbard, Elizabeth Warren, John Delaney, dan Julian Castro.

Menyorot KPU: "Joki" Capres

Oleh: Nasrudin Joha

Hahaha, lucu, pingin ketawa gulung-gulung. Capres kok diberi bocoran daftar pertanyaan, biar bisa persiapan ? Biar bisa lulus tes ? Bukankah sudah jadi Presiden saja rajin bawa contekan ? Kenapa baru nyapres KPU sudah kasih bocoran contekan ?

Sungguh Tidak Bermutu, Keputusan KPU Bocorkan Pertanyaan Debat Capres?

KONFRONTASI- Demokrasi memang butuh waktu lama untuk bisa ditegakkan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Pemilu Makin Panas, Jadikan Isu HAM Alat Saling Serang Kubu Capres dan Cawapres

KONFRONTASI -  Pantauan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menunjukkan bahwa agenda persoalan HAM semakin mundur di tengah kontestasi politik.  Di setiap pemilihan presiden, isu HAM dijadikan para elite politik sebagai komoditas politik. Persoalan HAM seringkali digunakan sebagai alat serang antara kedua kubu. Mereka menyimpulkan bahwa HAM masih belum mendapatkan tempat dan situasinya tidak membaik di tahun 2018.

Rizal Ramli: Daya Kritis Pers harus lebih tajam agar Pemerintah Berbenah

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli menyerukan agar media/pers harus konsisten dan komitmen untuk menjaga demokrasi di negeri ini. Daya kritis  media/pers terhadap pemerintah harus lebih tajam agar pemerintah mampu berbenah, Salah satunya, dengan tetap independen dan tidak berpihak pada kubu calon presiden dan calon anggota legislatif manapun di tahun politik.

SBY: Capres Tentukan Pilpres, Harus Jelas

KONFRONTASI -   Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal sindiran partai Gerindra yang menyebut dirinya janji untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga. SBY mengatakan Calon Presiden adalah aktor utama dalam gelaran Pilpres 2019.

"Dlm pilpres yang paling menentukan "Capres-nya". Capres adalah "super star". Capres mesti miliki narasi & gaya kampanye yang tepat *SBY*," tulis SBY melalui akun Twitter-nya @SBYudhoyono dilihat INILAHCOM, Jumat (16/11/2018).

Syarief Hasan Akui Prabowo Subianto Belum Maksimal Jadi Capres

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengakui bahwa Prabowo Subianto belum maksimal menjadi calon presiden (Capres). Sebab, masa kampanye belum lama ini dimulai.

Maka itu, Syarief Hasan tidak mempersoalkan kritikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo Subianto terkesan tak serius maju di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. "Ya memang belum maksimal. Karena kan baru mulaikan," ujar Syarief Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Rizal Ramli: Jangan Pilih Capres-Cawapres Yang Neolib

KONFRONTASI- Mantan Menko Perekonomian yang juga Ekonom senior Dr Rizal Ramli menegaskan tidak akan berada di salah satu kubu  (baik kubu Prabowo maupun Jokowi) dalam Pilpres 2019. Dia akan berada di tengah-tengah dan konsisten mengkritik program pasangan calon yang ada jika bertentangan dengan kemaslahatan rakyat.

BIN Jangan Jadi Partisan dan Timses Capres

Oleh: Pradipa Yoedhanegara

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan sebuah video di beberapa "Grup WA", yang dikirimkan oleh Bunda "Neno Warisman " dan seorang seniman Senior "Jhon Alang" yang di pulangkan menggunakan pesawat untuk kembali ke jakarta dari pekan baru riau. Mereka berdua menurut pesan wa berantai yang masuk melalui GWA, menurut sejumlah teman dipulangkan ke jakarta atas perintah "KABINDA RIAU".

Pages