20 November 2018

Buta

Kami Dibiarkan Buta Pak Presiden

KONFRONTASI -  Dua sepeda itu masih terpakir di atas marmer berwarna putih. Selain berdebu, ada sedikit perbedaan ketika pertama kali kendaraan roda dua itu pertama kali terpakir di gedung merah putih ini.

Jika dahulu masih diletakan diatas sebuah dengan karpet berwarna hitam, kini bersentuhan langsung dengan marmer. Jika dahulu bersanding dengan banner bertuliskan “16 bulan Gelap Gulita”, kini terdapat baner baru bertuliskan “Kami Dibiarkan Buta, Presiden Kemana?

Memang sejak pertama kali sayembara ini dibuat, belum ada satu pun yang berhasil menjawab siapa pelaku penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan. Slogan “Tuan Presiden Janjinya mana” pun hanya sekedar slogan, karena pertanyaan itu belum juga terjawab sebab kini tuan Presiden sibuk kampanye.

Kini 500 hari sudah sejak subuh kelabu itu merenggut salah satu bola mata milik Novel. Sejak 11 April 2017 itu pula janji-janji akan untuk mengusut tuntas diucapkan. Namun selama 500 hari itu pula, belum terungkap siapa orang yang melakukan penyiraman air keras itu.

Surat Terbuka untuk Gandjar Pranowo

Foto: Dokumentasi Yuktiasih Proborini

Foto oleh Adam Muda

Oleh: Yuktiasih Proborini

Dear Pak Gandjar,

Saya adalah salah satu warga Semarang, Jawa Tengah dan kebetulan sekali menyandang disabilitas sehingga untuk melakukan aktivitas harus menggunakan alat bantu, baik kursi roda maupun walker atau tongkat, tergantung saya naik kendaraan apa. Jika bermobil, maka saya bawa kursi roda, jika bersepedamotor, maka saya bawa tongkat.

Saya merasa beruntung masih bisa menikmati Kota Semarang atau pun kota-kota lain, dengan berkendara.

Mohon jangan Terjadi Lagi: Anak kelas 1 SD dikeroyok kakak kelasnya sampai buta

KONFRONTASI- Salah satu praktik kekerasan itu juga dialami oleh Dayan Ahmadi (7 tahun) di lingkungan sekolahnya SD Padang Makmur 02, Desa Padang Utama Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Potret kekerasan terhadap anak di Indonesia masih buram. Parahnya kekerasan itu kerap terjadi di lingkungan institusi pendidikan yang seyogyanya menjadi tempat penyemaian budi pekerti seorang anak didik.

Bocah kelas 1 SD itu dikeroyok dua kakak kelasnya masing-masing kelas 4 dan 5 hingga mengalami kebutaan pada matanya sebelah kanan.

Angka Kebutaan Didominasi Katarak

KONFRONTASI-Kasus kebutaan di Indonesia, berdasarkan The Fred Hollows Foundation, mencapai angka 3,6 juta. Dan, 70 persen diantaranya adalah karena katarak. Jumlah penderita katarak juga diprediksi akan bertambah 120.000 orang per tahun.

Presiden Direktur Jakarta Eye Center (JEC) Korporat, Dr Darwan M Purba, mengungkapkan, faktor penyebab angka penderita katarak di Indonesia tinggi, karena beberapa faktor, antara lain sarana kesehatan di Indonesia yang belum mencapai pelosok negeri yang begitu luas dan berpulau-pulau.