21 February 2020

Bulog

Bulog Indramayu Genjot Penyerapan Gabah dan Beras

Konfrontasi - Bulog Indramayu terus menggenjot penyerapan gabah dan beras. Penyerapan pun dilakukan sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP).

Wakil Kepala Bulog Indramayu, Hardian Dendar Dinata, menyebutkan, realisasi penyerapan per 6 April 2019 sudah mencapai 1.700 ton setara beras. Sedangkan target penyerapan Bulog Indramayu pada tahun ini mencapai 32 ribu ton setara beras. 

"Kita terus genjot penyerapan," kata Hardian dikutip Republika, Minggu (7/4/2019).

Beras Membusuk di Gudang Bulog Karena Distribusinya Kurang Baik

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di salah satu gudang Bulog di Sumatera Selatan terjadi karena adanya distribusi yang tidak baik.

"Kalau masalah menumpuk, artinya selama ini proses distribusi beras belum terlaksana dengan baik," kata Ilman dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

6.000 Yon Beras Bulog di OKU Timur Berbau Busuk

KONFRONTASI-Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan akan mengusut penemuan 6.000 ton beras tidak layak konsumsi karena hancur dan berbau busuk yang ditemukan di gudang Bulog Sub Divre setempat di wilayah OKU Timur.

Bulog Tak Ingin Berpolemik Soal Data Jagung

KONFRONTASI-Perum Bulog tidak mau berpolemik soal optimal ada atau tidaknya data penyerapan panen jagung petani yang surplus maupun kurang. 

Permintaan impor jagung muncul melalui Rapat Kordinasi Terbatas (Rakortas) menunjukkan bahwa stok jagung memang tidak ada.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Perum Bulog, Siti Kuwati dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa menanggapi pernyataan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bahwa impor jagung ditujukan untuk cadangan stok di Bulog.  

Bulog Disarankan Segera Gelontorkan Beras Stok ke Pasar

KONFRONTASI-Mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyarankan Perum Bulog segera menggelontorkan beras stok ke pasar sebagai upaya mengendalikan harga beras. 

"Sekarang harusnya sudah menggelontorkan. Apalagi, saat ini Bulog kan sudah bebas melakukan operasi pasar sepanjang tahun," katanya dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Hal tersebut, menurut Menteri Pertanian periode 2004-2009, terkait harga beras medium, yang pelan-pelan mulai menanjak naik.

Ada Apa Kadin Kumpulkan Bulog, Kemendag dan Kementan?

KONFRONTASI-Para pengusaha yang tergabung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengumpulkan para pemangku kepentingan, Perum Bulog, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, Senin (24/9/2018).

Sepak Terjang Rizal Ramli Saat Menjadi Kepala Bulog di Era Gusdur

KONFRONTASI - Nama Rizal Ramli dalam sepekan terus menjadi sorotan, tentunya bukan karena kasus korupsi seperti yang banyak diberitakan media pada umumnya saat ini, mantan Kepala Bulog di era presiden almarhum Gusdur, Rizal bisa dikatakan termasuk salah satu orang yang memiliki tangan besi dengan memecat sejumlah petinggi di Bulog karena terindikasi kasus korupsi.

Heboh Impor Beras, Rizal Ramli Desak Presiden Jokowi Berpihak pada Kaum Tani dan Rakyat

KONFRONTASI- Mantan Menko Ekuin yang juga Ekonom senior, Rizal Ramli (RR), mendesak Presiden Jokowi berpihak kepada kepentingan kaum tani dan konsumen, bukan kelompok pemburu rente dan kartel.  RR menmgingatkan, dalam kampanye kepresidenannya di Surabaya pada Pilpres 2014, Jokowi berjanji menghapus mafia dan kartel pangan, serta mau mensejahterakan petani, namun semua itu tidak jalan sampai sekarang.

Impor Pangan Ugal-ugalan, Buwas Curigai Kebijakan Kemendag

KONFRONTASI-Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengaku curiga dengan kebijakan impor pangan yang dilakukan Kementerian Perdagangan. Tidak sepatutnya Indonesia sebagai negara agraris melakukan hal tersebut. Ironis.

“Republik Indonesia ini negara agraris, tapi kita justru malah impor bahan pertanian atau pangan. Ini kan ironis,” ujar Budi Waseso pada acara peresmian Politeknik Pertanian Pembanggunan di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/9).

Impor Beras Bikin Buwas Tak Bisa Tidur Nyenyak

KONFRONTASI-Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku akhir-akhir ini sulit tidur nyenyak. Penyebabnya adalah karena Indonesia masih rutin mengimpor beras, termasuk yang dilakukan oleh Bulog sendiri.

Pria yang akrab disapa Buwas tersebut memang tidak pernah meminta izin impor beras kepada pemerintah. Beras impor milik Bulog yang datang pada tahun ini adalah hasil keputusan rapat koordinasi yang disetujui dirut Bulog yang lama, Djarot Kusumayakti.

Pages