26 April 2018

Bulog

Rizal Ramli: Pimpinan Bulog Harus Punya Mental Kuat

KONFRONTASI - Tokoh perubahan, Rizal Ramli menilai pemimpin Badan Urusan Logistik (Bulog) harus memiliki mental yang kuat.  Terutama dalam menghadapi persoalan dalam menggertak para pedagang yang menahan komoditi beras dengan dalih mendapatkan keuntungan.

Bulog Diminta Segera Serap Gabah Petani

KONFRONTASI-Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Badan Urusan Logistik segera menyerap gabah petani di berbagai daerah yang mulai panen, khususnya di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pihaknya mendapat informasi, pasokan beras di Pasar Cipinang melimpah, tetapi gudang Bulog kosong.

Rizal Ramli Desak Bulog Harus Beli Panen Petani, Batalkan Impor Beras dan Kalau sudah Kadung, Simpan saja di Gudang Bulog

KONFRONTASI-  Tokoh nasional yang juga Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli (RR) menduga ada rancangan untuk mengimpor sejak awal . "Kalau memang  beli dari petani 2,5juta ton, tidak ada kebutuhan akan impor. Perlu dipertanyakan, kenapa Bulog tidak beli sesuai target. Kalau sengaja, ini kasihan sekali rakyat, dan  pemerintah Jokowi jelas 'dikerjain' oleh oknum-oknum  elite yang punya kepentingan bercokol,'' kata teknokrat senior itu.

Rizal Ramli Ingatkan Bulog Lebih Proaktif Siapkan Stok Beras yang Ada

JAKARTA-- Bulog diminta lebih aktif dalam menjaga stabilisasi harga beras dengan perannya dalam mengintervensi pasar. 

Mantan Menko Ekuin dan Menko Kemaritiman yang juga mantan Kepala Bulog Rizal Ramli mengatakan seharusnya Bulog dapat lebih proaktif dalam menyiapkan stok beras yang ada.

Menurutnya permasalahan yang terjadi sekarang ini terjadi karena beberapa hal.

Rizal Ramli Dorong Jokowi Ganti Dewan Pengawas Bulog

KONFRONTASI - Ekonom senior Rizal Ramli mencium kejanggalan dibalik rencana pemerintah melalui Perum Badan Usaha Logistik atau Bulog mengimpor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand.

Rizal mengaku heran kepada Bulog yang pada tahun 2017 hanya membeli beras dari petani sebanyak 1 juta ton. Padahal, untuk memenuhi memenuhi kebutuhan stok dalam negeri dibutuhkan sekitar 30 juta ton. Untuk itu, seharusnya Bulog membeli sekitar 2 hingga 2,5 juta ton.

Rizal Ramli: Jokowi Dikerjaiin Bulog?

KONFRONTASI - Badan Urusan Logistik atau Bulog sebenarnya memiliki cadangan stok beras sebanyak 2 sampai 2,5 juta ton yang bisa digelontorkan untuk mengatasi kenaikan harga beras di daerah-daerah.

Artinya, Bulog bisa mengintervensi dengan melakukan operasi pasar sehingga menekan harga.

Begitu yang dikatakan oleh ekonom senior mantan Kepala Bulog, Rizal Ramli, menanggapi rencana pemerintah mengimpor 500.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand.

Saran Zulkifli Hasan Pemerintah Bisa Turunkan Harga Beras

Konfrontasi - Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berharap pemerintah mengoptimalkan stok beras yang ada pada Perum Bulog untuk menurunkan harga beras. Harga beras melonjak belakangan ini dan pemerintah memutuskan mengimpor sekitar 500.000 ton beras.

"Saya tadi ke Pasar Gede, sempat ngobrol dengan para pedagang. Ternyata di sini kenaikan harga beras sekitar Rp2.000-2.500/kg," kata Hasan yang juga ketua umum DPP PAN itu, di Solo, Minggu (14/1/2018).

Pejabat Bulog Akan Gelar Operasi Pasar Beras Murah

KONFRONTASI -   Bulog Divre Jabar dan Pemkot Bandung menggelar operasi pasar di kawasan Panghegar Bandung, Jawa Barat, Jumat Pagi. Operasi yang digelar di empat titik itu, untuk menstabilkan gejolak harga jelang bulan suci Ramadan.--- https://www.youtube.com/watch?v=7nNlAnCd508.(Jft/MetroTVNews)

Rizal Ramli: Dalam Suasana Sulit Jangan Coba-coba Cari Keuntungan !

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan  para pejabat, pengusaha dan politisi agar dalam suasana sulit jangan coba-coba cari keuntungan!! Naiknya harga beras dan kebutuhan pokok lainnya  di kota-kota  berbanding terbalik dengan harga hasil panen di desa yang dibeli murah dan merugikan kaum tani.

Bangun Infrastruktur Logistik, Bulog Siapkan Dana Rp2 Triliun

KONFRONTASI-Perum Bulog menyiapkan dana sebesar Rp2 triliun yang diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk membangun infrastruktur logistik pangan.

Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Wahyu Suparyono di Jakarta, Rabu mengatakan, sejumlah infrastruktur yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja BUMN pangan tersebut yakni penggilingan beras (Rice Milling Unit/RMU), mesin pengolahan beras (rice to rice processing) serta gudang kedelai.

"PMN diperoleh pada 31 Desember 2016. Saat ini (rencana pembangunan infrastruktur) dalam taraf studi kelayakan oleh konsultan," katanya.

Pembangunan infrastruktur logistik pangan tersebut, lanjutnya, nantinya diprioritaskan di wilayah sentra produksi pangan seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung untuk beras dan untuk kedelai di NTB dan Jatim.

Wahyu menyatakan, setelah selesai proses kelayakan studi yang dilakukan konsultan, selanjutnya dilakukan tender dan diharapkan pada Januari 2018 bisa diawali pembangunan konstruksinya.

Sementara itu terkait realisasi pengadaan beras dalam negeri oleh Perum Bulog, menurut Wahyu, hingga saat ini mencapai 1,6 juta ton dari target 3,9 juta ton tahun 2017. Sedangkan stok beras yang ada di gudang Bulog hingga kini sebanyak 2 juta ton.

Tags: 

Pages