17 July 2019

BMKG

Gempa 6.0 SR Guncang Bali, Ini Penjelasan BMKG

KONFRONTASI -  Gempa berkekuatan M 6,0 mengguncang Bali tepatnya Kabupaten Jembrana sekira pukul 07.18 Wib. Meski tak berpotensi tsunami, getaran gempa terasa hingga beberapa daerah sekitar seperti Jember, Banyuwangi, Ponorogo dan Blitar.

Gorontalo Ikut Bergetar Akibat Gempa di Perairan Maluku

KONFRONTASI-Dampak gempa bumi dengan magnitudo 7,2 yang berpusat di 62 kilometer timur laut Labuha, Maluku Utara, pada kedalaman 10 kilometer pada Minggu pukul 16.10 WIB terasa hingga Gorontalo.

Warga Kota Gorontalo merasakan getaran akibat gempa itu meski sebentar.

"Awalnya saya tidak menduga jika terjadi gempa, tapi setelah beberapa detik kemudian baru yakin jika terjadi gempa," kata Sasa.

Timur Laut Maluku Utara Diguncang Gempa 7,2 SR

KONFRONTASI-Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter pada kedalaman 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara.

Dikutip dari portal resmi BMKG di Jakarta, gempa terjadi pada Minggu pukul 16.10 WIB pada koordinat 0,59 derajat Lintang Selatan dan 128,06 derajat Bujur Timur.

Gempa tidak berpotensi tsunami.(mr/tar)

BMKG: Jakarta Harus Bersiap Hadapi Kekeringan

KONFRONTASI-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat memprakirakan puncak musim kemarau di wilayah DKI Jakarta akan berlangsung pada bulan September 2019, sehingga wilayah Ibu Kota harus bersiap mengatasi kekeringan.

"Kamarau di DKI Jakarta baru berjalan dua bulan (Mei-Juni), masih harus menyelesaikan sampai puncaknya di September," kata Kepala Staf Sub Bidang Analisis Informasi Iklim BMKG Pusat, Adi Ripaldi, diberitakan ANTARA, Kamis (4/7).

Peralihan Musim Mulai Masuki Sebagian Wilayah Jatim

KONFRONTASI-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan jika sebagian wilayah Jatim saat ini sudah memasuki peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga berpotensi terjadinya angin kencang di sejumlah daerah.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, di Sidoarjo Jawa Timur, Rabu mengatakan, saat ini sebagian wilayah di Jatim sedang memasuki peralihan tersebut.

Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah di Lampung

KONFRONTASI-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini kewaspadaan kondisi cuaca buruk potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan pada sejumlah wilayah di Provinsi Lampung Kamis hingga Jumat (15/3) pagi.

Gempa 4,7 SR Getarkan Bima

KONFRONTASI-Gempa bumi berkekuatan 4,7 Skala Richter (SR) mengguncang kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, pukul 17.38 WITA atau 16.38 WIB.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menujukkan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,83 lintang selatan dan 118,99 bujur timur.

"Lokasi pusat gempa bumi berada di laut pada jarak 75 kilometer timur laut Bima, pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto melalui keterangan tertulisnya.

Gempa 4,6 SR Getarkan Pangandaran

KONFRONTASI-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,6 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, sekitar pukul 15.43 WIB.

BMKG Bandung menyatakan pusat gempa bumi itu berada di koordinat 8.3 LS - 108.63 BT, tepatnya berada di laut, 68 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, pada kedalaman 81 kilometer.

Waspadai Peningkatan Curah Hujan di Akhir Februari 2019

KONFRONTASI-Peningkatan curah hujan diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatera dan sirkulasi tertutup di Kalimantan Barat dan Selat Makasar yang membentuk belokan dan pertemuan angin yang menyebabkan massa udara akan cenderung terkonsentrasi di wilayah tersebut.

BMKG Minta Pembangunan Harus Berwawasan Kebencanaan

KONFRONTASI -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan saat ini pembangunan harus berwawasan kebencanaan karena Indonesia wilayah rawan bencana.

“Pembangunan di daerah itu harus berwawasan kebencanaan. Kalau dulu ada pembangunan berwawasan lingkungan, sekarang lingkungan yang seperti apa? Di Indonesia lingkungannya penuh bencana,” kata Kepala Bidang Manajemen Operasi Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Ariska Rudyanto di Jakarta, Rabu (13/2).

Pages