24 May 2019

BMKG

Peralihan Musim Mulai Masuki Sebagian Wilayah Jatim

KONFRONTASI-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan jika sebagian wilayah Jatim saat ini sudah memasuki peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga berpotensi terjadinya angin kencang di sejumlah daerah.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, di Sidoarjo Jawa Timur, Rabu mengatakan, saat ini sebagian wilayah di Jatim sedang memasuki peralihan tersebut.

Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah di Lampung

KONFRONTASI-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini kewaspadaan kondisi cuaca buruk potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan pada sejumlah wilayah di Provinsi Lampung Kamis hingga Jumat (15/3) pagi.

Gempa 4,7 SR Getarkan Bima

KONFRONTASI-Gempa bumi berkekuatan 4,7 Skala Richter (SR) mengguncang kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, pukul 17.38 WITA atau 16.38 WIB.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menujukkan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,83 lintang selatan dan 118,99 bujur timur.

"Lokasi pusat gempa bumi berada di laut pada jarak 75 kilometer timur laut Bima, pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto melalui keterangan tertulisnya.

Gempa 4,6 SR Getarkan Pangandaran

KONFRONTASI-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,6 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, sekitar pukul 15.43 WIB.

BMKG Bandung menyatakan pusat gempa bumi itu berada di koordinat 8.3 LS - 108.63 BT, tepatnya berada di laut, 68 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, pada kedalaman 81 kilometer.

Waspadai Peningkatan Curah Hujan di Akhir Februari 2019

KONFRONTASI-Peningkatan curah hujan diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatera dan sirkulasi tertutup di Kalimantan Barat dan Selat Makasar yang membentuk belokan dan pertemuan angin yang menyebabkan massa udara akan cenderung terkonsentrasi di wilayah tersebut.

BMKG Minta Pembangunan Harus Berwawasan Kebencanaan

KONFRONTASI -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan saat ini pembangunan harus berwawasan kebencanaan karena Indonesia wilayah rawan bencana.

“Pembangunan di daerah itu harus berwawasan kebencanaan. Kalau dulu ada pembangunan berwawasan lingkungan, sekarang lingkungan yang seperti apa? Di Indonesia lingkungannya penuh bencana,” kata Kepala Bidang Manajemen Operasi Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Ariska Rudyanto di Jakarta, Rabu (13/2).

Hati-hati, Gelombang Laut Selat Karimata Berpotensi Capai 3 Meter

KONFRONTASI-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut yang bisa mencapai 3,0 meter di Selat Karimata pada Selasa (29/1).

"Gelombang maksimum setinggi itu harus diwaspadai, karena dapat membahayakan keselamatan," kata prakirawan kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pangkalpinang, Evi Diana P di Pangkalpinang, Babel, Senin.

BMKG Imbau Warga Jabodetabek Waspadai Hujan dan Petir

KONFRONTASI-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin berkecepatan tinggi di Jabodetabek, Minggu siang hingga menjelang sore hari.

Laman resmi "www.bmkg.go.id" di Jakarta, Minggu, menginformasikan potensi cuaca buruk tersebut berpeluang terjadi mulai pukul 13.40 WIB hingga 15.40 WIB.

Waspada, Tinggi Gelombang Laut Bangka Berpotensi Capai 4 Meter

KONFRONTASI-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Pangkalpinang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut hingga mencapai empat meter di Utara Bangka pada Jumat (25/1).

"Gelombang maksimum setinggi 4,0 itu harus diwaspadai, karena dapat membahayakan keselamatan," kata prakirawan kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pangkalpinang, Anggun Rahmania di Pangkalpinang, Kamis.

BMKG: Teknologi Selalu kalah dengan Alam, Kultur Masyarakat yang Perlu Dikuatkan

KONFRONTASI-Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, mengatakan 90 persen tsunami disebabkan gempa tektonik bawah laut, sedangkan 10 persennya karena erupsi gunung api, longsor bawah laut dan jatuhnya meteor yang dinilai faktor langka.

Diakui Dwikorita, BMKG belum memiliki alat yang canggih untuk mendeteksi faktor langka itu. Tapi, satu hal yang ditegaskannya, teknologi selalu kalah dengan alam.

Pages