27 January 2020

BLBI

Ray Rangkuti: Jaksa Agung Prasetyo Tak Punya Nyali Tuntaskan Skandal BLBI

KONFRONTASI - Penunjukan politisi Partai Nasdem M. Prasetyo sebagai pejabat Jaksa Agung oleh Presiden Jokowi pada Kamis 23 November lalu masih menuai  pro kontra. Pertanyaan yang muncul, mampukah Jaksa Agung bertindak independen dalam menyelesaikan kasus-kasus hukum dengan latar belakang politiknya.

Jokowi Naikan BBM, Golkar akan Bongkar Skandal BLBI yang Telah Merugikan Rakyat

KONFRONTASI - Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai pemerintahan Jokowi-JK hanya mengambil jalan pintas untuk mengatasi solusi kekurangan dana APBN dengan menaikkan harga BBM. Menurutnya jika hanya itu alasannya, maka semua orang juga bisa mengambil langkah itu.

"Sedikit kreatiflah jadi Presiden, kalau hanya menaikkan harga BBM untuk kekurangan APBN saya juga bisa," katanya, Jum'at (7/11).

Politikus NasDem Bantah Nikmati Duit Korupsi BLBI dari Joko Tjandra

KONFRONTASI - Politisi Partai Nasdem, Enggartiasto Lukito, membantah menikmati uang hasil korupsi BLBI dengan terpidana Joko S. Tjandra dalam Tindak Pidana Korupsi Cessie Bank Bali dengan total kerugian negara sebesar Rp. 540 miliar lebih.

Diakuinya, uang yang masuk dalam rekening merupakan penjualan saham sebesar 10 persen atau sebesar Rp. 10.000.000.000.-.

Ketua KPK Tak Lagi Garang Ketika Bicara Dugaan Korupsi Setya Novanto

KONFRONTASI - Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan belum bisa membuktikan keterlibatan Ketua DPR, Setya Novanto dalam berbagai kasus dugaan korupsi seperti PON Riau hingga proyek e-KTP. Meski demikian, Samad mengisyaratkan pihaknya tidak akan lengah.

Contohnya, dalam kasus pemberian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk Bank Bali pada 1999. M. Nazaruddin sempat menyebut dia sebagai aktor intelektual dalam kasus itu. Versi Nazaruddin, dari Rp 905 miliar yang digelontorkan, hanya Rp 395 miliar masuk Bank Bali.

KPK Tegaskan Penyelidikan skandal BLBI Jalan Terus sampai Tuntas

JAKARTA-Penyelidikan penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) untuk beberapa obligator Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dipastikan tidak berhenti. Hal itu dikatakan Ketua KPK Abraham Samad.

"Ini (BLBI) masih sedang didalami terus sama teman-teman penyelidikan," kata Samad di KPK, Jumat (17/10/2014).

Samad menegaskan, pihaknya akan bekerja dengan maksimal menyelidiki dugaan korupsi dalam pemberian itu. Dengan itu, ia meminta masyarakat untuk bersabar.

"Percayalah kalau di KPK itu kan tidak ada kasus yang dipetieskan," ujar Samad.

Ketua KPK Tak Takut Panggil Megawati Terkait Skandal BLBI

KONFRONTASI - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menegaskan institusi yang dipimpinnya tidak merasa takut apabila harus memeriksa Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Pemeriksaan Megawati akan dilakukan bila diperlukan untuk mendalami kasus dugaan korupsi pemberian surat keterangan lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Ada Kasus Lain dalam Skandal Korupsi BLBI, Kapan Megawati Diperiksa KPK?

KONFRONTASI - Penyelidikan dugaan korupsi dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia tak terfokus ke Surat Keterangan Lunas (SKL). Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto mengatakan ada kasus lain dalam kasus BLBI yang ditelisik.

"Saya masih belum bisa kasih penjelasancase (kasus) yang mana, tapi itu ada casetertentu tidak semua kasusnya," kata Bambang di Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2014)

Megawati Bakal Diperiksa KPK, Dia Musti Tanggung Jawab Kasus BLBI Ratusan Trilyun

KONFRONTASI-Sekretaris Jenderal Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) yang juga Ketua Lembaga Penyidikan Ekonomi dan Keuangan Negara, Sasmito Hadinegoro, mengatakan siapapun Presiden Indonesia yang terpilih melalui Pilpres 2014, harus menuntaskan kasus besar yang menyengsarakan seluruh rakyat yakni revolusi keuangan negara dalam hal ini kasus BLBI ratusan trilyun rupiah. Megawati memberi SKL (release and discharge) terhadap para konglomerat hitam yang membebani negara kasus BLBI itu.

KPK Tak Gentar Periksa Megawati Terkait Skandal Korupsi BLBI

KONFRONTASI - Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, bahwa pihaknya akan segera melakukan gelar perkara terkait BLBI ini setelah hari raya Idul Fitri. "Jadi sehabis Lebaran kami putuskan ya, kami ekspose siapa-siapa saja yang dimintai keterangannya," kata Abraham di kantornya, Kamis 24 Juli 2014.

Saat disinggung apakah pihaknya juga akan meminta keterangan Megawati Soekarnoputri yang ketika kasus ini bergulir menjabat sebagai presiden, Abraham mengatakan kemungkinan itu terbuka.

Pages