25 February 2020

Beras

Rizal Ramli Ingatkan Bulog Lebih Proaktif Siapkan Stok Beras yang Ada

JAKARTA-- Bulog diminta lebih aktif dalam menjaga stabilisasi harga beras dengan perannya dalam mengintervensi pasar. 

Mantan Menko Ekuin dan Menko Kemaritiman yang juga mantan Kepala Bulog Rizal Ramli mengatakan seharusnya Bulog dapat lebih proaktif dalam menyiapkan stok beras yang ada.

Menurutnya permasalahan yang terjadi sekarang ini terjadi karena beberapa hal.

Rizal Ramli: Jokowi Dikerjaiin Bulog?

KONFRONTASI - Badan Urusan Logistik atau Bulog sebenarnya memiliki cadangan stok beras sebanyak 2 sampai 2,5 juta ton yang bisa digelontorkan untuk mengatasi kenaikan harga beras di daerah-daerah.

Artinya, Bulog bisa mengintervensi dengan melakukan operasi pasar sehingga menekan harga.

Begitu yang dikatakan oleh ekonom senior mantan Kepala Bulog, Rizal Ramli, menanggapi rencana pemerintah mengimpor 500.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand.

Impor Beras, Zulkifli Hasan: Februari Sudah Panen Raya

Konfrontasi - Pemerintah akan mengimpor 500 ribu ton beras pada akhir Januari 2018. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mewanti-wanti pemerintah berhati-hati dengan kebijakan impor beras tersebut.

"Impor beras, hati-hati. Karena Februari sudah panen raya," ungkap Zulkifli kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, 14 Januari 2018.

Jika beras impor masuk pada saat panen raya, hal tersebut bisa berimbas pada jumlah stok beras. Banjir stok, lanjut Zulkifli, sangat membahayakan kondisi petani di Indonesia.

Saran Zulkifli Hasan Pemerintah Bisa Turunkan Harga Beras

Konfrontasi - Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berharap pemerintah mengoptimalkan stok beras yang ada pada Perum Bulog untuk menurunkan harga beras. Harga beras melonjak belakangan ini dan pemerintah memutuskan mengimpor sekitar 500.000 ton beras.

"Saya tadi ke Pasar Gede, sempat ngobrol dengan para pedagang. Ternyata di sini kenaikan harga beras sekitar Rp2.000-2.500/kg," kata Hasan yang juga ketua umum DPP PAN itu, di Solo, Minggu (14/1/2018).

Surplus Beras, Kalbar Tak Butuh Impor Beras

Konfrontasi - Kepala Badan Penyuluhan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pertanian Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan, Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah surplus beras sehingga impor beras tidak perlu lagi.

“Walaupun di wilayah Provinsi Kalbar saat ini mengalami surplus beras, namun impor beras tetap dilakukan oleh pemerintah, yakni kategori ke dalam beras khusus,” kata Momon Rusmono di Pontianak, Minggu (14/1/2018).

DPR Curigai Impor Beras Dadakan Bermotif Politik

Konfrontasi - Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita untuk impor beras dari Thailand & Vietnam sebanyak 500 ribu ton terus menuai spekulasi.

Kalangan DPR RI menilai impor beras menjelang panen raya beras nasional mampu merusak harga beras petani.

Bagi Firman Soebagio, anggota Komisi IV DPR, menyatakan impor beras mulai akhir Januari 2018 terkesan dadakan dengan alasan mengada-ada yaitu impor beras khusus medium yang patah-patah untuk konsumsi menengah bawah.

Ketua MPR Zulkifli Hasan harap pemerintah optimalkan stok beras

KONFRONTASI -  Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berharap pemerintah mengoptimalkan stok beras yang ada pada Perum Bulog untuk menurunkan harga beras. Harga beras melonjak belakangan ini dan pemerintah memutuskan mengimpor sekitar 500.000 ton beras.

"Saya tadi ke Pasar Gede, sempat ngobrol dengan para pedagang. Ternyata di sini kenaikan harga beras sekitar Rp2.000-2.500/kg," kata Hasan yang juga ketua umum DPP PAN itu, di Solo, Minggu.

Impor Beras, Perlukah?

Oleh: Gede Sandra

Mendag Jamin Impor Beras Khusus tak Pakai APBN

Konfrontasi - Pemerintah telah menetapkan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai importir beras khusus yang didatangkan untuk mengisi kelangkaan pasokan beras medium. Menteri Perdagangan Enggartiasto memastikan, impor beras khusus tersebut tak akan menggunakan dana APBN.

"Tidak ada dana APBN. Itu pasti," ucapnya, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jumat (12/1/2018).

Menteri Perdagangan juga tidak menyebut berapa nilai impor untuk beras khusus sebanyak 500 ribu ton. Ia menyerahkan hal itu sepenuhnya pada PPI.

Mendag: 500.000 Ton Akan Diimpor dari Thailand dan Vietnam Akhir Bulan ini

Konfrontasi - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan impor beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari nanti dilakukan tanpa menggunakan dana APBN.

Dalam bincang siang bersama media di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018), Enggar mengatakan impor beras dilakukan dan didistribusikan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) yang bermitra dengan perusahaan beras lain.

Pages