21 February 2020

Beras

Mendag Sebut Gudang Bulog Penuh Bukan Urusannya, Buwas: Matamu !

KONFRONTASI- Perum Bulog saat ini tengah menyewa beberapa gudang demi menyimpan cadangan beras miliknya. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan persoalan tersebut bukan urusan pemerintah.

Diperintahkan Impor Beras, Bulog: Gudang Sudah Penuh, Mau Ditaruh Dimana?

KONFRONTASI - Produksi beras dari dalam negeri telah memenuhi gudang milik Bulog. Bahkan, Bulog mesti menyewa gudang karena banyaknya pengadaan yang dilakukan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan dana yang digelontorkan untuk menyewa gudang mencapai Rp 45 miliar. Sewa tersebut dilakukan hingga akhir tahun ini.

Oleh karena itu, ia menegaskan tidak perlu Indonesia impor beras lagi. Sebab, menurutnya tidak ada tempat lagi untuk menyimpan beras.

Sewa Gudang

Perum Bulog menyewa beberapa gudang untuk menyimpan beras. Biaya menyimpan beras tersebut mencapai Rp 45 miliar.

"Sewa biayanya nggak sedikit, ada yang Rp 90.000 ribu per ton, per hari, per meter. Ada juga yang Rp 70.000. Total biaya sewa besar, sampai Rp 45 miliar lebih," Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Dirut Bulog Budi Waseso menjelaskan saat ini stok beras di gudang bulog ada sebanyak 2,4 juta ton. Beras tersebut berasal dari pengadaan dalam negeri dan impor.

"Stok kita sekarang 2,4 juta ton. Itu beras lokal dan ada dari impor lama yang baru direalisasikan sekarang," kata pria yang beken disapa Buwas itu.

Buwas menambahkan gudang beras Bulog yang penuh, hingga harus sewa, menunjukkan tak perlu lagi impor beras. Apalagi, kata Buwas, saat nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sedang menguat.

"Kita juga terpaksa meminjam dan menyewa gudang itu cost besar untuk Bulog. Maka nggak efisien kalau kita impor terus. Kalau ada perintah impor lalu saya harus lakukan, berarti bebannya tambah lagi. Harga jadi tambah naik karena dolar AS," tutup Buwas.

Bisa Ekspor

Saat ini Bulog menampung 2,4 juta ton beras dan diperkirakan akan meningkat hingga 3 juta ton di akhir tahun. Berdasarkan kondisi tersebut Bulog yakin Indonesia mampu mengekspor beras tahun depan.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pasokan beras yang meningkat itu bisa menjadi acuan untuk ekspor tahun depan.

"Insya Allah, justru jangan-jangan tahun depan bisa ekspor (beras)," kata pria yang beken disapa Buwas itu di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Buwas menjelaskan saat ini gudang-gudang beras Bulog sudah penuh. Bahkan, Bulog harus menyewa gudang untuk menampung pasokan beras lokal dan impor dan biayanya sekitar Rp 45 miliar.

Oleh sebab itu, Buwas mengatakan tak perlu impor beras.

"Perintah kemarin dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Perdagangan bahwa kami harus impor 1 juta ton, tapi kami mau taruh di mana beras itu? Kecuali Menteri Perdagangan menyiapkan gudang atau kantornya beliau mau dipakai jadi gudang beras," kata Buwas.

"Boleh kata ada perintah sampai 1 miliar ton pun kepada saya sebagai pelaksana. Tapi saya harus tahu persisi kebutuhan dan situasi seperti apa, perlu atau tidak. Insya Allah perhitungan saya sampai akhir tahun tidak perlu impor," tutur dia.

Bulog Akhirnya Impor 1,8 Juta Ton Beras

KONFRONTASI-Perum Bulog merealisasikan 1,8 juta ton beras impor. Dari angka tersebut, sebanyak 400 ribu ton belum masuk gudang Bulog meski sudah berada di Indonesia.

Seperti diketahui, Perum Bulog mendapat perintah impor beras 500 ribu ton pada izin pertama yang sempat dikritik banyak pihak. Izin impor kedua, Bulog kembali menerima kuota sebesar 500 ribu ton.

Terbaru, izin impor yang disetujui pada Juli 2018 melalui Rakortas sebesar satu juta ton. Itu artinya total kuota impor beras Bulog mencapai dua juta ton.

Makan Pokok Sagu Lebih Sehat dan Aman Dibanding Beras

KONFRONTASI -   Indonesia perlu mengembangkan bahan pangan sagu, karena lebih sehat dibandingkan beras, dan aman dikonsumsi penderita diabetes. Demikian diungkapkan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Rudy Tjahjohutomo, di Jakarta, Rabu (27/3).

 

Kemarau Lambungkan Harga Beras di Sukabumi

KONFRONTASI-Harga beras di Kota Sukabumi, Jawa Barat mulai meningkat dikarenakan kemarau panjang di sejumlah daerah pemasok pangan utama masyarakat ini seperti Kabupaten Sukabumi.

"Kenaikan harga beras masih dalam batas kewajaran atau tidak signifikan. Naiknya harga beras tersebut dikarenakan pasokan berkurang dari petani karena produksi padi di musim kemarau ini kurang baik," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Ayep Supriatna di Sukabumi, Sabtu.

Lebaran, Bulog Pastikan Stok Beras Aman

KONFRONTASI-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Perum Bulog menyatakan terus berupaya menstabilkan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen. Selain itu, Badan Urusan Logistik ini akan mengkombinasikan program penugasan pemerintah dan aktivitas komersial, serta melakukan intervensi pasar pangan non beras.

Sebelum Terbang ke New York, Rizal Ramli Ingatkan Impor Beras, Bawang di saat Panen Tak Bisa Ditolerir

KONFRONTASI- Sebelum terbang ke New York akhir pekan kemarin, Ekonom senior DR. Rizal Ramli mengingatkan pemerintah dan masyarakat bahwa impor beras, bawang dan komoditi pangan lainnya merupakan kejahatan subversiv terhadap rakyat, pemerintah dan bangsa Indonesia. Kejahatan subversive ini membuat ekonomi kaum tani lumpuh dan masa depan petani mati suri.

Menurutnya, permainan di balik impor beras sesungguhnya tidak bisa ditolerir lagi. Mereka sengaja melakukan impor di saat petani sedang panen.

Jusuf Kalla Panggil Kabulog, Bakal Impor Beras lagi?

KONFRONTASI- Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba-tiba memanggil Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (22/5/2018). Rupanya, mantan Kepala BNN itu diajari soal perberasan nasional.

"Saya ingin mengetahui dan juga memberikan pengalaman saya sebagai bekas Kabulog. Yang tentunya penting untuk dia (Budi Waseso) untuk mengetahui sebagai Kepala Bulog yang baru," kata Kalla kepada wartawan usai pertemuan.

Buwas Mau Drop Beras ke Polsek Hingga Koramil

KONFRONTASI - Kepala Bulog, Komjen (Purn) Budi Waseso sudah mempersiapkan sejumlah gebrakan untuk menjamin ketersediaan pangan terutama beras menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Lebaran.

"Ya jadi kesediaan stok yang memadai aman, terus harga yang stabil terjangkau oleh masyarakat kita," kata dia saat pemushanan Narkoba jenis Sabu di Silang Monas, Jakarta, Jumat (4/5).

Untuk mencapai itu, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu akan menyimpan ketersediaan beras hingga tingkatan warung.

Petani Aceh Bantu 1.000 Ton Beras untuk Pengungsi Suriah

KONFRONTASI - Akan dikirimkan melalui Kapal Kemanusiaan Suriah (KKS) yang digagas oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), Petani di Aceh menyiapkan 1.000 ton beras dengan kualitas terbaik untuk pengungsi Suriah. Seribu ton beras itu dipanen dari lahan pertanian seluas 340 hektare dengan melibatkan sekitar 5.000 petani lokal. Mereka tersebar di sembilan kabupaten di Aceh, antara lain Bireun, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Timur, Meulaboh, Nagan Raya, dan Abdya.

Pages