14 December 2019

Beras

Bulog Buang 20 Ribu Ton Beras, Prodem Minta KPK Periksa dan Proses Hukum mantan Mendag Enggar

Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Satyo Purwanto menilai KPK dapat memanggil mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kebijakan impor ugal-ugalan yang dilakukan di periode sebelumnya.

Pernyataan Satyo begitu ia disapa didasari oleh keputusan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan membuang stok beras yang mutunya berkurang sebanyak 20 ribu ton beras.

Setelah Jutaan Telur Dihancurkan, Kini Giliran Bulog Buang 20 Ribu Ton Beras

Puluhan ribu ton ini adalah beras impor yang disimpan Bulog untuk persediaan nasional. Karena kualitas turun, maka kebijakannya harus dibuang. Lagi-lagi, impor dituding penyebab berasnya mubazir.

 
oleh Ikhwan Hastanto
 
 

Mentan Targetkan Ekspor 500 Ribu Ton Beras Pada 2020

KONFRONTASI-Pemerintah menargetkan dapat mengekspor beras premium sebanyak 100 ribu hingga 500 ribu ton pada 2020.

"Terkait ekspor beras saya akan mempersiapkan mulai dari bibit, mulai dari kesiapan lahan, irigasi, tesnya dimana. Harus bisa bersaing dengan beras-beras yang ada dari negara lain," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Presiden Jakarta pada Rabu.

Menurut dia, pemerintah akan mempersiapkan kebutuhan untuk mendukung ekspor beras itu pada Januari 2020, sehingga pada Maret atau April dapat dilakukan pengiriman keluar.

Dua Puluh Ribu Ton Cadangan Beras Dimusnahkan, Tuduhan Rizal Ramli Mendekati Kebenaran

KONFRONTASI -   20 puluh ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog terpaksa dimusnahkan karena mengalami penurunan mutu atau disposal stock.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, nilai beras disposal itu mencapai Rp160 miliar dengan asumsi harga rata-rata pembelian di tingkat petani sebesar RP8.000 per kilogran.

Jansen Sitindaon: #TangkapEnggar Jadi Trending Topic, Jangan-Jangan Kecurigaan Rizal Ramli Benar

KONFRONTASI- Hastag atau tagar #TangkapEnggar menjadi salah satu trending topic Twitter nasional.Hastag yang menyoroti praktik impor beras “ugal-ugalan” mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dimulai oleh politisi Partai Gerindra Iwan Sumule.

Buwas: Harga Beras Internasional Rp 6.200 per Kg, di RI Rp 8.000

Buwas Yakin Beras Bisa Satu Harga

KONFRONTASI-Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso optimistis beras sebagai komoditas pangan utama masyarakat Indonesia bisa satu harga. Sama halnya seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sukses satu harga pula di seluruh wilayah, termasuk Papua.

Musim Kemarau, Guru Besar IPB Minta Pemerintah Antisipasi Produksi Beras

Konfrontasi - Panjangnya musim kemarau yang berlangsung dengan terlambatnya masa tanam di tahun lalu diprediksi bakal menyumbang penurunan produksi beras nasional. Jika dibandingkan tahun lalu, produksi beras tahun ini diprediksi bakal anjlok.

Bulog Harus Tingkatkan Kualitas Serapan Gabah

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menginginkan Badan Urusan Logistik (Bulog)  meningkatkan kualitas beras yang diserapnya supaya bisa bersaing di skema bantuan sosial baru yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Apalagi Bulog bukan satu-satunya pemasok beras dalam BPNT dan skema kartu Sembako Pangan Murah. Dengan meningkatkan kualitas berasnya, Bulog tidak perlu khawatir pendistribusian berasnya akan terganggu," kata Galuh Octania dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kemarau Panjang Dikhawatirkan Pengaruhi Serapan Beras Bulog

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2019 dan diprediksi berlangsung dalam waktu lama bakal mempengaruhi serapan beras Perum Bulog.

"Berlangsungnya musim kemarau ini berpotensi menimbulkan dampak pada penyerapan beras," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pada musim kemarau, petani berisiko gagal panen, sehingga memilih tidak menanam padi.

Pages