29 March 2020

Beras

Batasi Impor Beras agar Ekonomi Tidak Bertambah Anjlok

KONFRONTASI-Pemerintah mesti menjamin kebutuhan pokok selama masa darurat wabah virus corona yang diprediksi selama tiga bulan ke depan agar tidak terjadi kepanikan.  

Salah satunya dengan membatasi impor sejumlah komoditas terutama beras lokal. Sebab, 52 persen beras yang berada di gudang Bulog merupakan beras impor.
Begitu kata ekonom Indef Bhima Yudhistira dilansir RMOL.id sesaat lalu di Jakarta, Rabu (18/3). 

Bulog akan Respon Beras Renceng ke Saudi

KONFRONTASI-Perum Bulog akan mengekspor beras kemasan renceng ke Arab Saudi pekan depan guna memenuhi kebutuhan konsumsi pangan warga negara Indonesia yang bekerja di sana, maupun yang tengah beribadah umroh dan haji di negara tersebut.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan ekspor beras renceng kemasan 250 gram tersebut sebanyak delapan kontainer. Sebelumnya, perusahaan importir Arab Saudi telah berkunjung ke Kantor Bulog, melakukan uji rasa, hingga akhirnya melakukan kontrak pembelian beras dengan Bulog.

Bulog akan Lelang Beras Tak Layak Konsumsi untuk Ethanol Hingga Pupuk

KONFRONTASI-Perum Bulog menyatakan akan segera melakukan lelang terbuka untuk beras turun mutu kepada lima perusahaan yang dinyatakan lolos verifikasi dokumen dari 12 peserta lelang yang mengajukan penawaran.

Kelima perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di industri non pangan yaitu perusahaan lem furniture, ethanol, sabun dan pupuk.

Bulog Buang 20 Ribu Ton Beras, Prodem Minta KPK Periksa dan Proses Hukum mantan Mendag Enggar

Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Satyo Purwanto menilai KPK dapat memanggil mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kebijakan impor ugal-ugalan yang dilakukan di periode sebelumnya.

Pernyataan Satyo begitu ia disapa didasari oleh keputusan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan membuang stok beras yang mutunya berkurang sebanyak 20 ribu ton beras.

Setelah Jutaan Telur Dihancurkan, Kini Giliran Bulog Buang 20 Ribu Ton Beras

Puluhan ribu ton ini adalah beras impor yang disimpan Bulog untuk persediaan nasional. Karena kualitas turun, maka kebijakannya harus dibuang. Lagi-lagi, impor dituding penyebab berasnya mubazir.

 
oleh Ikhwan Hastanto
 
 

Mentan Targetkan Ekspor 500 Ribu Ton Beras Pada 2020

KONFRONTASI-Pemerintah menargetkan dapat mengekspor beras premium sebanyak 100 ribu hingga 500 ribu ton pada 2020.

"Terkait ekspor beras saya akan mempersiapkan mulai dari bibit, mulai dari kesiapan lahan, irigasi, tesnya dimana. Harus bisa bersaing dengan beras-beras yang ada dari negara lain," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Presiden Jakarta pada Rabu.

Menurut dia, pemerintah akan mempersiapkan kebutuhan untuk mendukung ekspor beras itu pada Januari 2020, sehingga pada Maret atau April dapat dilakukan pengiriman keluar.

Dua Puluh Ribu Ton Cadangan Beras Dimusnahkan, Tuduhan Rizal Ramli Mendekati Kebenaran

KONFRONTASI -   20 puluh ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog terpaksa dimusnahkan karena mengalami penurunan mutu atau disposal stock.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, nilai beras disposal itu mencapai Rp160 miliar dengan asumsi harga rata-rata pembelian di tingkat petani sebesar RP8.000 per kilogran.

Jansen Sitindaon: #TangkapEnggar Jadi Trending Topic, Jangan-Jangan Kecurigaan Rizal Ramli Benar

KONFRONTASI- Hastag atau tagar #TangkapEnggar menjadi salah satu trending topic Twitter nasional.Hastag yang menyoroti praktik impor beras “ugal-ugalan” mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dimulai oleh politisi Partai Gerindra Iwan Sumule.

Buwas: Harga Beras Internasional Rp 6.200 per Kg, di RI Rp 8.000

Buwas Yakin Beras Bisa Satu Harga

KONFRONTASI-Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso optimistis beras sebagai komoditas pangan utama masyarakat Indonesia bisa satu harga. Sama halnya seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sukses satu harga pula di seluruh wilayah, termasuk Papua.

Pages