25 May 2019

Beras

Harga Merosot, Mentan Minta Bulog Segera Serap Beras Petani

Konfrontasi - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Badan Urusan Logistik alias Bulog untuk segera menyerap beras petani. Pasalnya, ia khawatir harga beras terus merosot menyusul naiknya stok di petani lantaran masuk musim panen.

HPP Beras Mesti Ditinjau Ulang

KONFRONTASI-Peneliti dari lembaga kajian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyoroti permasalahan rendahnya harga pokok penjualan (HPP) beras yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya realisasi penyerapan beras yang dilakukan oleh Bulog.

"Sebaiknya jika memang mau memiliki penyerapan yang lebih tinggi, baiknya Bulog diberikan akses untuk menyediakan standar harga HPP Gabah Kering Panen yang lebih bersaing," kata peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman, di Jakarta, Sabtu.

Bulog Masih Simpan 1,4 Juta Ton Beras Impor

Konfrontasi - Perum Bulog menyatakan untuk menghadapi bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, sebanyak 2.034.965 ton stok beras telah disiapkan. Bulog akan melakukan pengadaan beras sebesar 1,8 juta ton.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog, Imam Subowo menyatakan bahwa dari total keseluruhan stok beras, 1,4 juta ton di antaranya adalah beras impor, sisanya 634.965 ton adalah beras dari dalam negeri.

Kabulog: 2019 Kita Tak Perlu Lagi Impor Beras

KONFRONTASI-Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Budi Waseso mengatakan tidak akan lagi ada impor beras di sisa tahun sepanjang 2019, dan pihaknya sedang berupaya untuk meningkatkan ekspor beras.

Budi, dalam perayaan ulang tahun ke-52 Perum Bulog, di Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu malam, menjanjikan stok dan persediaan beras di dalam negeri akan mencukupi hingga akhir tahun.

Bulog Indramayu Genjot Penyerapan Gabah dan Beras

Konfrontasi - Bulog Indramayu terus menggenjot penyerapan gabah dan beras. Penyerapan pun dilakukan sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP).

Wakil Kepala Bulog Indramayu, Hardian Dendar Dinata, menyebutkan, realisasi penyerapan per 6 April 2019 sudah mencapai 1.700 ton setara beras. Sedangkan target penyerapan Bulog Indramayu pada tahun ini mencapai 32 ribu ton setara beras. 

"Kita terus genjot penyerapan," kata Hardian dikutip Republika, Minggu (7/4/2019).

Usai Teh dan Bunga, Pemkab Cianjur Targetkan Ekspor Beras

Konfrontasi - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan komoditas perkebunan dan produksi beras menjadi komoditas unggulan untuk di pasarkan ke luar negeri.

Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur, mengatakan selama ini, banyak komoditi unggulan yang dihasilkan sejumlah wilayah di Cianjur seperti teh hitam berkualitas yang sudah masuk ke empat negara.

Beras Membusuk di Gudang Bulog Karena Distribusinya Kurang Baik

KONFRONTASI-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di salah satu gudang Bulog di Sumatera Selatan terjadi karena adanya distribusi yang tidak baik.

"Kalau masalah menumpuk, artinya selama ini proses distribusi beras belum terlaksana dengan baik," kata Ilman dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Purwakarta Salurkan 40 Ton Beras Premium untuk Puluh Ribu Keluarga Miskin

Konfrontasi - Pemkab Purwakarta menyatakan ada 50 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk kategori miskin. Mulai tahun ini ribuan keluarga tersebut akan mendapat bantuan beras.

Pada tahun ini Pemkab Purwakarta akan menyerap beras dari petani sebanyak 40 ton. Beras dengan kualitas premium ini, rencananya akan diberikan kepada 50 ribu KK miskin.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Bulog, untuk penyerapan beras kualitas premium. Beras tersebut akan dibagikan setiap tiga bulan sekali.

6.000 Yon Beras Bulog di OKU Timur Berbau Busuk

KONFRONTASI-Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan akan mengusut penemuan 6.000 ton beras tidak layak konsumsi karena hancur dan berbau busuk yang ditemukan di gudang Bulog Sub Divre setempat di wilayah OKU Timur.

Mari Kita Bedah Data Produksi Beras yang Simpang Siur

KONFRONTASI -  “Pokoknya, penyediaan beras itu merupakan taruhan, kalau ada orang yang tidak bisa menyediakan beras, jangan berharap jadi presiden,” kata Menteri Sekretaris Negara Moerdiono pada Desember 1991, dikutip dari laman

Pages