17 July 2019

Bencana

Gorontalo Ikut Bergetar Akibat Gempa di Perairan Maluku

KONFRONTASI-Dampak gempa bumi dengan magnitudo 7,2 yang berpusat di 62 kilometer timur laut Labuha, Maluku Utara, pada kedalaman 10 kilometer pada Minggu pukul 16.10 WIB terasa hingga Gorontalo.

Warga Kota Gorontalo merasakan getaran akibat gempa itu meski sebentar.

"Awalnya saya tidak menduga jika terjadi gempa, tapi setelah beberapa detik kemudian baru yakin jika terjadi gempa," kata Sasa.

Timur Laut Maluku Utara Diguncang Gempa 7,2 SR

KONFRONTASI-Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter pada kedalaman 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara.

Dikutip dari portal resmi BMKG di Jakarta, gempa terjadi pada Minggu pukul 16.10 WIB pada koordinat 0,59 derajat Lintang Selatan dan 128,06 derajat Bujur Timur.

Gempa tidak berpotensi tsunami.(mr/tar)

Meluas, Kebakaran Lahan di Aceh Capai 116 Hektare

KONFRONTASI-Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) memastikan luas lahan yang terbakar akibat musim kemarau yang melanda sepuluh kabupaten yang tersebar di Provinsi Aceh hingga Rabu sudah mencapai 116,04 hektare.
"Dari luas lahan yang terbakar seluas 116,04 hektare, 90 persen lokasi kebakaran sudah berhasil dipadamkan petugas," kata Kepala BPBA Teuku Ahmad Dadek Rabu, (10/7).

Jumlah kabupaten kota yang ikut terjadi kebakaran lahan tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota dari total 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Gempa 7,1 SR Getarkan California

KONFRONTASI-Gempa bumi kembali mengguncang California, Amerika Serikat (AS), Jumat (5/7/2019) pukul 19.13 waktu setempat. Kali ini, kekuatan gempa mencapai 7,1 SR, tepatnya di kawasan gurun di California Selatan.

Besarnya kekuatan gempa itu disebut merupakan guncangan terbesar dalam dua dekade sejak gempa berkekuatan 7,1 melanda wilayah itu pada tahun 1999. Meski begitu dilaporkan tidak ada korban jiwa atau terluka berat akibat gempa yang berada pada kedalaman 0,9 km dengan pusat gempa di dekat kota Ridgecrest, sekitar 240 km di timur laut Los Angeles.

Kekeringan, Warga Tuban Terpaksa Blusukan ke Hutan untuk Cari Air Bersih

KONFRONTASI-Musim kemarau yang datang sejak sebulan terakhir membuat sebagian warga di Kabupaten Tuban, Jatim kekurangan air bersih.

Demi mencukupi kebutuhan air sehari-hari, warga Dusun Gowah terpaksa harus menempuh jarak hingga 2 kilometer hingga masuk ke pelosok hutan.

Mereka menuju hutan jati di kawasan hutan lindung KPH Tuban. Di tempat itu warga bisa memanfaatkan sumur tua di kawasan hutan jati yang airnya juga terbatas.

Menurut Supriyadi warga setempat hingga kini pemerintah belum memberikan bantuan air bersih.

Masjid Ini Sengaja Tak Diperbaiki agar Jadi Monumen Pengingat Gempa

KONFRONTASI-Gempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat (Sumbar) pada 30 September 2009 telah meluluhlantakkan ribuan bangunan di Kota Padang dan berbagai daerah. Namun 10 tahun berlalu, kini sulit menemukan bangunan atau infrastruktur yang masih rusak bekas gempa.

Di Kota Padang misalnya, seluruh pemukiman, sekolah, rumah sakit, maupun sarana publik telah kembali berdiri kokoh. Demikian juga bangunan-bangunan perkantoran baik swasta maupun BUMN dan pertokoan telah terbangun dengan rapi.

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Konawe Utara

KONFRONTASI-Kendari Kondisi banjir yang merendam Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Senin (10/06/2019), belum surut. Pantauan dari udara nampak banjir masih merendam ratusan rumah warga yang berada di Desa Andowia, Kecamatan Asera, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Kebangkitan Islam 2050: Bencana atau Rahmat?

Oleh: Antoni Abdul Fattah

 

Banjir Rendam Lima Kecamatan di Kapuas Hulu

KONFRONTASI-Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Rupinus mengatakan ada lima kecamatan di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat terendam banjir.

"Banjir di lima kecamatan itu akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga sejumlah sungai meluap, termasuk Sungai Kapuas," kata Rupinus, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu.

BNPB: Terjadi 1.586 Bencana Selama 2019 dengan Korban Jiwa 438 Orang

KONFRONTASI-Kejadian bencana terus meningkat di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan bencana juga cukup besar. Bencana bukan saja menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Namun juga menimbulkan kerugian ekonomi yang memerosotkan capaian pembangunan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, selama tahun 2019 yaitu 1/1/2019 hingga 30/4/2019 di Indonesia terjadi bencana sebanyak 1.586 kejadian bencana. Dampak bencana yang ditimbulkan 325 orang meninggal dunia, 113 orang hilang, 1.439 orang luka-luka dan 996.143 orang mengungsi dan menderita. 

"Kerusakan fisik meliputi 3.588 rumah rusak berat, 3.289 rumah rusak sedang, 15.376 rumah rusak ringan, 325 bangunan pendidikan rusak, 235 fasilitas peribadatan rusak dan 78 fasilitas kesehatan rusak," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, 
Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Rabu (1/5/2019).

Dia menjelaskan lebih dari 98% bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi sedangkan 2% bencana geologi. Selama 2019 ini ada tiga kejadian bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang cukup besar.

Pertama, banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada 22/1/2019 yang menyebabkan 82 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 47 orang luka. Kerugian dan kerusakan ditaksir Rp926 miliar.

Kedua, banjir dan longsor di Sentani Provinsi Papua pada 16/3/2019 yang menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, dan 965 orang luka. Kerugian dan kerusakan mencapai Rp668 miliar.

Ketiga, banjir dan longsor di Bengkulu pada 27/4/2019 menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang dan 4 orang luka. Kerugian dan kerusakan sekitar Rp200 miliar (data sementara).

Secara statistik, kata Sutopo dibandingkan tahun 2018 dalam periode yang sama kejadian bencana pada 2019 mengalami kenaikan 7,2%. Pada 2018 terjadi 1.480 bencana sedangkan 2019 terjadi 1.586 kejadian bencana. 

Untuk korban jiwa, juga terjadi kenaikan 192% dimana pada tahun 2018 terdapat 150 orang meninggal dunia dan hilang sedangkan pada 2019 korban meninggal dan hilang tercatat 438 orang. Begitu pula korban luka-luka juga mengalami kenaikan 212%. Korban luka pada tahun 2018 sebanyak 461 orang sedangkan tahun 2019 sebanyak 1.439 orang.

Berdasarkan sebaran kejadian bencana per provinsi maka bencana paling banyak terjadi di Jawa Tengah (472 kejadian), Jawa Barat (367), Jawa Timur (245), Sulawesi Selatan (70) dan Aceh (51). Sedangkan sebaran bencana per kabupaten/kota, bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Sukabumi (50 kejadian), Semarang (43), Bogor (42), Majalengka (38) dan Temanggung (37). 

"Statistik bencana ini bukan hanya memuat angka-angka, namun memiliki makna bahwa ancaman bencana terus meningkat. Meningkatnya bencana pada tahun 2019 disebabkan adanya pemicu banjir dan longsor yaitu curah hujan yang deras. Kombinasi antara alam dan antropogenik menjadi penyebab utama meningkatnya bencana," tuturnya.

Pages