25 May 2019

Bencana

BNPB: Terjadi 1.586 Bencana Selama 2019 dengan Korban Jiwa 438 Orang

KONFRONTASI-Kejadian bencana terus meningkat di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan bencana juga cukup besar. Bencana bukan saja menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Namun juga menimbulkan kerugian ekonomi yang memerosotkan capaian pembangunan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, selama tahun 2019 yaitu 1/1/2019 hingga 30/4/2019 di Indonesia terjadi bencana sebanyak 1.586 kejadian bencana. Dampak bencana yang ditimbulkan 325 orang meninggal dunia, 113 orang hilang, 1.439 orang luka-luka dan 996.143 orang mengungsi dan menderita. 

"Kerusakan fisik meliputi 3.588 rumah rusak berat, 3.289 rumah rusak sedang, 15.376 rumah rusak ringan, 325 bangunan pendidikan rusak, 235 fasilitas peribadatan rusak dan 78 fasilitas kesehatan rusak," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, 
Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Rabu (1/5/2019).

Dia menjelaskan lebih dari 98% bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi sedangkan 2% bencana geologi. Selama 2019 ini ada tiga kejadian bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang cukup besar.

Pertama, banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada 22/1/2019 yang menyebabkan 82 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 47 orang luka. Kerugian dan kerusakan ditaksir Rp926 miliar.

Kedua, banjir dan longsor di Sentani Provinsi Papua pada 16/3/2019 yang menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, dan 965 orang luka. Kerugian dan kerusakan mencapai Rp668 miliar.

Ketiga, banjir dan longsor di Bengkulu pada 27/4/2019 menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang dan 4 orang luka. Kerugian dan kerusakan sekitar Rp200 miliar (data sementara).

Secara statistik, kata Sutopo dibandingkan tahun 2018 dalam periode yang sama kejadian bencana pada 2019 mengalami kenaikan 7,2%. Pada 2018 terjadi 1.480 bencana sedangkan 2019 terjadi 1.586 kejadian bencana. 

Untuk korban jiwa, juga terjadi kenaikan 192% dimana pada tahun 2018 terdapat 150 orang meninggal dunia dan hilang sedangkan pada 2019 korban meninggal dan hilang tercatat 438 orang. Begitu pula korban luka-luka juga mengalami kenaikan 212%. Korban luka pada tahun 2018 sebanyak 461 orang sedangkan tahun 2019 sebanyak 1.439 orang.

Berdasarkan sebaran kejadian bencana per provinsi maka bencana paling banyak terjadi di Jawa Tengah (472 kejadian), Jawa Barat (367), Jawa Timur (245), Sulawesi Selatan (70) dan Aceh (51). Sedangkan sebaran bencana per kabupaten/kota, bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Sukabumi (50 kejadian), Semarang (43), Bogor (42), Majalengka (38) dan Temanggung (37). 

"Statistik bencana ini bukan hanya memuat angka-angka, namun memiliki makna bahwa ancaman bencana terus meningkat. Meningkatnya bencana pada tahun 2019 disebabkan adanya pemicu banjir dan longsor yaitu curah hujan yang deras. Kombinasi antara alam dan antropogenik menjadi penyebab utama meningkatnya bencana," tuturnya.

Rob Perparah Banjir di Cirebon

KONFRONTASI-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan bahwa rob memperparah banjir yang melanda Kecamatan Gebang.

“Banjir di Kecamatan Gebang itu kiriman dan juga adanya air rob,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman di Cirebon, Rabu (1/5).

Eman menambahkan banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Gebang merupakan banjir kiriman dari Kecamatan Waled.

Kali Cibeet Meluap, Puluhan Rumah Warga Bekasi Terendam Banjir

KONFRONTASI-Sedikitnya 72 rumah warga Kampung Parung Lesang, Desa Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir akibat luapan air Kali Cibeet.

"Meluapnya Kali Cibeet akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dari tadi malam," kata Camat Cikarang Pusat, Endin Samsudin saat memantau lokasi banjir, Minggu (21/4).

Selain lebatnya hujan semalam, luapan air Kali Cibeet juga disebabkan kiriman air dari hulu yang menerjang rumah warga dengan ketinggian banjir bervariasi.

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Pesaman Barat

KONFRONTASI-Banjir melanda sejumlah lokasi di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sejak Rabu sore, dan sekurangnya 100 rumah terdampak bencana itu.

 

"Air menggenangi rumah warga setinggi satu meter akibat meluapnya Sungai Batang Bayang Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang sejak sore," kata Ketua Kelompok Siaga Bencana Kecamatan Lembah Melintang, Wafriman, Rabu malam.

 

79 Korban Banjir Bandang Sentani Belum Ditemukan

KONFRONTASI-Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang di Sentani, Jayapura, Papua akibat banjir bandang yang terjadi sejak Sabtu (16/3/2019) malam lalu.

"Sementara, 79 orang belum ditemukan," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (20/3/2019).

Menurut dia, pencarian dilakukan oleh Tim SAR bersama petugas gabungan berdasarkan laporan dari masyarakat yang mengaku anggota keluarganya belum ditemukan.

Gempa 4,7 SR Getarkan Bima

KONFRONTASI-Gempa bumi berkekuatan 4,7 Skala Richter (SR) mengguncang kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, pukul 17.38 WITA atau 16.38 WIB.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menujukkan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,83 lintang selatan dan 118,99 bujur timur.

"Lokasi pusat gempa bumi berada di laut pada jarak 75 kilometer timur laut Bima, pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto melalui keterangan tertulisnya.

Gempa 4,6 SR Getarkan Pangandaran

KONFRONTASI-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,6 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, sekitar pukul 15.43 WIB.

BMKG Bandung menyatakan pusat gempa bumi itu berada di koordinat 8.3 LS - 108.63 BT, tepatnya berada di laut, 68 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, pada kedalaman 81 kilometer.

Sejumlah Sungai Meluap, Banjir di Klaten Meluas

KONFRONTASI-Sejumlah sungai  meluap dan menggenangi rumah warga, jalanan dan area persawahan di belasan desa di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sejak Rabu malam dan masih meluas hingga Kamis pagi. 

"Di antaranya dari tanggul Kali Dengkeng di Desa Japanan yang jebol dan Sungai Gamping Desa Karangasem yang jebol berdampak pada tergenangnya rumah penduduk, jalanan dan sawah," kata Camat Cawas Sofan di Klaten, Kamis.  

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kabupaten Bandung

KONFRONTASI-Sebanyak 6.361 rumah di enam kecamatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat kembali terendam banjir akibat hujan yang terus mengguyur sejak Selasa (5/3) pagi hingga pukul 19.00 WIB.

Selain tiga kecamatan yang rutin terdampak banjir, yakni Kecamatan Dayeuh Kolot, Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojong Soang, kini banjir kembali meluas. Kecamatan Banjaran, Kecamatan Cileunyi dan Kecamatan Rancaekek pun terkena imbas akibat intensitas hujan yang tinggi.

Hujan Deras Picu Longsor di Gunung Kidul

KONFRONTASI- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak sore hingga saat ini, menyebabkan air Sungai Iya meluap yang berimbas beberapa jembatan dilaporkan rusak dan terjadi tanah longsor di beberapa titik.

"Satu jembatan juga dilaporkan putus. Saat ini tim reaksi cepat masih di lokasi melakukan pengecekan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul, Rabu.

Pages