22 November 2017

BEM

BEM SI Sesalkan Penahanan 2 Mahasiswa sebagai Tersangka Demo di Istana Presiden

KONFRONTASI- Sebanyak 14 orang mahasiswa yang ikut berdemo di depan Istana Kepresidenan, Jumat (20/10) diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Meski 12 orang sudah dipulangkan, namun 2 orang mahasiswa masih ditahan oleh Polda Metro Jaya.
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyayangkan penahanan tersebut. Mereka menyesalkan aksi penahanan dan penetapan tersangka kepada para mahasiswa itu.

BEM Seluruh Indonesia Kecam Upaya Pecah Belah Bangsa, Adu Domba dan Penggembosan Pergerakan Mahasiswa oleh Rezim Pemerintah

KONFRONTASI -  Sehubungan dengan edaran undangan kegiatan  'Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia' yang diselenggarakan di Cibubur, 4-6 Februari 2017 dengan mengangkat tema 'Meneguhkan Komitmen Menjaga Indonesia' pada eksekusi di lapangan kenyataannya tidaklah demikian. BEM Seluruh Indonesia menegaskan; kegiatan tersebut merupakan agenda yang memiliki tendesius politik dan disetting untuk pro terhadap pemerintahan Joko Widodo dan mematikan ruh mahasiswa sebagai pengawal kebijakan pemerintah.

Selamatkan Indonesia, Ini Seruan Aksi BEM Seluruh Indonesia: Turunlah ke Jalan!

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

Jika hari ini pemerintah sewenang-wenang dalam menetapkan kebijakan, serta saling lempar-melempar tanggung jawab, maka hanya ada satu kata, LAWAN!
Harga-harga naik di awal tahun 2017, menunjukan prospek dan kualitas kerja pemerintah yang nyata. NYATA MEMERAS RAKYATNYA !
Rezim kali ini seakan main-main, memerintah negara yang kualitasnya bukan main, sehingga harga diri bangsa serta kesejahteraan rakyat jauh dari kata bahagia.

Pernyataa Sikap BEM Seluruh Indonseia: Mendesak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Pelanggaran Aksi 412

KONFRONTASI - Penyampaian pendapat di muka umum merupakan implementasi dari nilai-nilai demokrasi yang memiliki payung hukum serta dilindungi oleh undang-undang. Oleh sebab itu, siapapun yang melarang, mengintervensi, bahkan sampai melakukan tindakan represif terhadap aksi demonstrasi, telah menciderai demokrasi dan melanggar undang-undang. Namun, aksi yang berlangsung hari ini, 4 Desember 2016, kami nilai terdapat banyak kejanggalan dan tindakan inkonstitusional.

200 BEM Dipastikan Ikut Aksi Super Damai 2 Desember

KONFRONTASI - Perserikatan Mahasiswa Indonesia memutuskan untuk ikut bergabung dalam aksi 2 Desember nanti yang digagas oleh Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Kepastian ini disampaikan Panglima Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Setanah Air, Beni Pramula saat di Masjid Baiturrahman, Menteng, Jakarta, Minggu (27/11). "Kurang lebih 200 BEM se Indonesia akan ikut serta dalam aksi tersebut dan akan siap bawa pasukan untuk mengawal Aksi Bela Islam jilid III," kata Beni dalam keterangan pers.

Jokowi Harus Tanggap: Mahasiswa BEM Bergerak Lagi Desak Jokowi-JK Mundur

KONFRONTASI-Koordinator BEM Lintas Pulau Se-Tanah Air, Zainuddin mengatakan Hari Pahlawan 70 Tahun yang lalu adalah momentum dimana rakyat Indonesia bersatu melawan kolonialisme. Memperingati Hari Pahlawan, sore ini ribuan mahasiswa dari berbagai daerah bangkit melawan penjajahan baru tersebut di Istana Negara.

Jokowi Bohong Lagi, Mahasiswa Gigit Jari

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo ingkar janji, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (BEM SI) kecewa dan sakit hati karena rencana pertemuan dengan Presiden Joko Widodo yang sedianya dilakukan hari ini (Senin, 25/5) dibatalkan sepihak.

Menurut rencana seperti yang dijanjikan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan ketika berbicara di depan mahasiswa dalam demonstrasi hari Kami pekan lalu (21/5), pertemuan Jokowi dengan mahasiswa akan disiarkan langsung di seluruh stasiun televisi.

Aliansi BEM se-Indonesia Akan Lakukan Unjuk Rasa Besok

Konfrontasi - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia mengaku mereka akan melakukan aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada hari Kamis, 21 Mei 2015.

"Saya mengimbau hari ini seluruh ketua BEM berkumpul di Jakarta dan tanggal 21 Mei kita berkumpul di Istana Negara," kata perwakilan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Akhmad Khairudin Syam saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (20/5).

BEM Nasional: Polri Musti Direformasi

JAKARTA-Presidium BEM Nasional, Ucok Syaifudin Ahrom Al-Ayyubi, menilai perlu ada perbaikan di internal Polri karena mengedepan represifitas daripada dialog untuk menyelesaikan masalah di daerah-daerah.

Sebagai contoh meninggalnya seorang warga yang berdemo menolak kenaikkan harga BBM bersama Mahasiswa UMI di Makassar.

"Kedepan, Polri membutuhkan pemimpin yang mengedepankan intelektualitas dan pendekatan dialogis untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang terjadi," ujar Ucok kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (13/12/2014).

Tags: