18 September 2019

BEKRAF

Bekraf Belum Berkontribusi Signifikan Terhadap Perekonomian Nasional

KONFRONTASI-Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai sebuah lembaga seharusnya bisa memotivasi masyarakat untuk menciptakan produk kreatif untuk punya nilai ekonomi tinggi. Sehingga bisa berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Demikian disampaikan pemerhati sosial ekonomi, Arief Gunawan di Jakarta, ditulis Kamis (7/3/2019).

Arief menegaskan kinerja Bekraf di bawah kepemimpinan Triawan Munaf juga kurang inovasi dalam mendorong segenap potensi ekonomi kreatif di tanah air.

Ekosistem Ekonomi Kreatif Harus Ditumbuhkan di Daerah, Sebut Fadjar Hutomo

KONFRONTASI -  Ekosistem ekonomi kreatif harus ditumbuhkan di daerah untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini mengingat sejauh ini masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo di Palembang, Selasa, mengatakan, kelompok anak muda beride kreatif sebenarnya dapat tercipta di daerah asalkan eksosistemnya dibangun oleh pemerintah berserta masyarakat.

Didukung Bekraf, Seniman Indonesia Tampil di London Design Biennale

KONFRONTASI - Didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sembilan seniman, arsitek, dan desainer Indonesia tampil dalam ajang London Design Biennale 2016 yang diadakan di Somerset House, London, Inggris pada 7-27 September ini.

Kesembilan seniman dan arsitek itu terdiri dari Irwan Ahmett, Bagus Pandega, Yola Yulifanti, arsitek Adi Purnomo dan Suyeni serta desainer Agra Satria, Fandy Susanto, Max Suriaganda dan Savira Lavinia yang bertugas menjawab tantangan utopia dunia melalui desain Indonesia.

Industri Kreatif Sumbang 7,05 Persen PDB Nasional

Konfrontasi - Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Abdur Rohim Boy Berawi mengungkapkan bahwa industri kreatif dalam setahun terakhir telah menyumbang Rp642 triliun atau 7,05 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Kontribusi terbesar berasal dari usaha kuliner sebanyak 32,4 persen, mode 27,9 persen, dan kerajinan 14,88 persen," katanya dalam Rakor Rencana Program Pengembangan Ekonomi Kreatif yang digelar BEKRAF di Ambon, Maluku, Selasa (1/3).