21 November 2019

BBM

BBM Oplosan Bikin Rusak Kendaraan Warga

KONFRONTASI- Aktivitas dan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan, baik itu jenis Premiun, Pertalite maupun Solar marak di Pamenang Kabupaten Merangin, Jambi.

Tercatat, sudah banyak masyarakat yang dirugikan akibat membeli minyak oplosan secara eceran, di mana kendaraan milik warga mengalami kerusakan yang cukup parah akibat diisi BBM oplosan.

Mukidi, salah satu warga Kecamatan Pamenang menuturkan jika sepeda motor miliknya rusak usai diisi BBM oplosan.

Pembatasan Solar Bersubsidi Dikeluhkan Pengusaha Truk

KONFRONTASI- Pembatasan penggunaan solar bersubsidi oleh pemerintah dikeluhkan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Pasalnya, para pengusaha truk harus membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan harga yang lebih mahal. Ongkos logistik pun semakin berat.

Sejak pembatasan berlaku, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman menyatakan, para pengusaha terpaksa menggunakan dexlite sebagai pengganti solar.

Pertamina Harus Lebih Serius Tangani Penyimpangan Distribusi BBM

KONFRONTASI- Pertamina dinilai perlu lebih serius dalam mengerahkan upaya untuk menangani penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Terminal BBM ke stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), kata Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu.

"PT Pertamina sudah empat tahun berkomitmen untuk membenahi sistem pengendalian dan pengawasan dalam distribusi BBM, tetapi hingga saat ini masih terus terjadi penyimpangan di lapangan," kata Gus Irawan dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pemangkasan Subsidi, BBM Siap Naik Lagi?

Oleh: Wa Ode Sarmine Iru
Mahasiswi

Pemerintah memutuskan untuk memangkas subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 menjadi Rp137,5 triliun. Angka ini turun sekitar 3,58 persen dari alokasi subsidi energi di 2019 yang mencapai Rp142,6 triliun (tirto.id, 21/8/2019).

Musim Mudik, Konsumsi BBM Melonjak

KONFRONTASI-Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-6 sampai H-3 (Kamis-Ahad, 30 Mei - 2 Juni 2019) ini. Dampaknya, salah satu SPBU di Rest Area KM 575A ruas tol Sragen-Ngawi, mengalami lonjakan penjualan hingga empat kali lipat penjualan di hari biasa.

SPBU ini merupakan SPBU pertama di Jawa Timur, setelah perbatasan dengan Jawa Tengah. Penjualan normal SPBU ini sekitar 10 kilo liter (KL) per hari. Namun pada Kamis (30/5) kemarin, penjualan BBM meningkat menjadi 38 KL. Bahkan pada Jumat (31/5), kembali meningkat menjadi 41 KL.

Iwan Ratman: Harusnya Harga BBM Pertamina Turun Sejak Dua Tahun Lalu

KONFRONTASI- Banyak cara untuk menarik dukungan publik demi terus berkuasa. Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo mengambil kebijakan populis di tahun politik 2019 ini yaitu menurunkan harga BBM. Dia menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) belum lama ini. Akankah efektif menarik massa? Saat ini, kata ahli perminyakan Iwan Ratman PhD,  hal itu sudah terlambat dan tak menarik perhatian rakyat.

PR Ketahanan Energi buat Capres 2019

Secara ringkas, Permasalah Energi Nasional adalah sebagai berikut:

A. Tingginya kebutuhan BBM dalam negeri (1.7 juta barel per-hari), sedangkan kemampuan pasokan BBM dari kilang dalam negerihanya 700-800 barel per hari. Kenaikan konsumsi BBM sekitar 8-10% per-tahun, sedangkan produksi minyak nasional turun 5-10% pertahun. Akibatnya: Kenaikan impor minyak mentah dan produk BBM per-tahun sekitar 800 barel per-hari. Terjadi ketergantungan dengan negara lain, tidak ada kemandirian energi serta lemahnya ketahanan energi nasional.

Konsumen BBM Non Subsidi Bisa Gugat Pertamina Ke Pengadilan, Ini Alasannya

KONFRONTASI   -   menurunkan harga jual BBM Non Subsidi akibat Dirutnya Cuti sejak sebelum Natal hingga paska tahun baru dan baru masuk kerja hari jumat 4 Januari 2019 berpotensi tuai masalah.

Seharusnya paling tidak tanggal 31 Desember 2018 Pertamina sudah merilis harga BBM Non Subsidi dan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2019 , namun faktanya baru dirilis 4 Januari untuk dilaksanakan efektif 5 Januari 2019.

Inilah Rekor Baru Presiden Jokowi, Hanya 4 Tahun, BBM Naik 12 Kali, SBY 4 Kali, Soeharto 3 Kali

KONFRONTASI - Kenaikan harga bahan bakar minyak oleh pemerintahan Presiden Jokowi sungguh sangat dianggap sangat menyakitkan masyarakat, dikarenakan kenaikan yang dilakukan selalu dengan cara diam diam, bahkan terjadi pada tengah malam.

Hingga masyarakat pengguna BBM kaget “setengah mati” ketika akan membeli bbm untuk kendaraan mereka di SPBU yang menjual BBM.

Apa Alasan Presiden Jokowi Batalkan Rencana Kenaikan Harga BBM?

KONFRONTASI -  Presiden Joko Widodo atau Jokowi memaparkan alasannya membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, pemerintah semula berencana menaikkan harga BBM jenis premium, pertamax dan pertamax dex. Rencana itu, sudah dibicarakan sejak bulan lalu. Dari hasil pembicaraan, ujar Presiden, pemerintah berencana menaikkan harga BBM seiring peningkatan harga minyak dunia.

Pages