23 January 2020

Bank Indonesia (BI)

Perbanas: Bitcoin Alat Transaksi Tidak Sah

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berinvestasi bitcoin. Bitcoin dinilai sebagai instrumen investasi yang belum memiliki regulasi jelas dan fluktuasi nilai tukarnya sangat tinggi.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi Perbanas, Harya Widiputra setuju dengan sikap ketiga lembaga tersebut. Menurutnya, Keberadaan bitcoin sebagai alat transaksi memang tidak sah.

Jumat Sore Rupiah Ditutup Melemah ke Rp13.555/USD

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, bergerak melemah tipis sebesar tiga poin menjadi Rp13.555 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.552 per dolar Amerika Serikat.

"Dolar Amerika Serikat bergerak mendatar terhadap rupiah di tengah pelaku pasar yang menantikan kabar RUU Pajak Amerika Serikat akan ditandatangani Presiden Amerika Serikat, Donald Trump," kata analis Monex Investindo Futures, Agus Chandra, di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

BI Kalteng Siapkan Rp3,2 T Jelang Natal

Konfrontasi - Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah menyiapkan dana tunai sebesar Rp3,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan tahun baru di provinsi setempat.

"Untuk persiapan hari raya Natal dan tahun baru, Kantor Perwakilan Wilayah BI Provinsi Kalteng menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,2 triliun," kata Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah, Kantor BI Wilayah Kalteng, Nursalim saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Minggu (17/12/2017).

Jumat Sore Rupiah Ditutup Melemah ke Rp13.578/USD

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (15/12/2017), dalam sesi penutupan bergerak melemah tipis senilai dua poin menjadi Rp13.578 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.576 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah ditopang sentimen RUU pajak AS menyusul optimisme pasar terhadap Undang Undang Pajak AS akan rampung sebelum akhir 2017.

Jumat Sore Rupiah Ditutup Melemah ke Rp13.543/USD

Konfrontasi - Gerak nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan di akhir pekan. Pergerakan rupiah setali tiga uang dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melemah.

Bloomberg, Jumat 10 November 2017 mencatat, rupiah ditutup ke level Rp13.543 per USD dibandingkan dengan pembukaan pagi yang berada di Rp13.511 per USD.

Opsi Skema Uang Muka Nol Rupiah Menurut Bank Indonesia

Konfrontasi - Bank Indonesia DKI Jakarta menyebut, program uang muka nol rupiah bisa saja direalisasikan. Meski demikian, jika ingin dilaksanakan, program yang diinisiasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Alhamdulillah, Jumat Sore Rupiah Ditutup Menguat 73 Poin Jadi Rp 13.479

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore (3/11/2017), bergerak menguat sebesar 73 poin menjadi Rp13.479 per dolar AS dari posisi hari sebelumnya Rp13.552 per dolar AS.

"Harga minyak mentah dunia yang bertahan di atas level psikologis 50 dolar AS per barel menjadi salah satu faktor yang menopang mata uang berbasis komoditas seperti rupiah," ujar Analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo di Jakarta.

Kurs Rupiah Jatuh ke Titik Terendah, Ini Penyebabnya

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap kurs dolar AS. Bahkan kurs rupiah pada Jumat (27/10) sempat menembus Rp 13.630 per dolar AS, nilai terendah sejak Oktober 2016.

Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Sugandi menilai, pelemahan kurs rupiah disebabkan oleh faktor dalam negeri. Hal itu di antaranya karena Bank Indonesia (BI) dua kali menurunkan suku bunga acuannya BI 7-day Reverse Repo Rate dalam waktu berdekatan. 

Jumat Sore Rupiah Ditutup Menguat 6 Poin Jadi Rp 13.509

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore (20/10/2017), menguat tipis enam poin menjadi Rp13.509 per dolar AS setelah pada hari sebelumnya ditutup pada Rp13.515 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa adanya survei yang menyebutkan Jerome Powell menjadi kandidat kuat pengganti Janet Yellen sebagai ketua the Fed menahan laju dolar AS.

BRI Ungkap Kronologi Uang Rp 6 Miliar yang Dilarikan 2 Pegawai

Konfrontasi - Pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Medan Putri Hijau akhirnya mengungkap kronologis penggelapan uang Rp 6 miliar yang dilakukan dua pegawainya beberapa waktu lalu.

Dalam penjelasannya, pihak BRI menyebut bahwa dua oknum pegawai Tambahan Kas Kantor (TKK) itu menyalahgunakan kewenangan, bukan kelalaian.

Kepala Departemen Legal BRI Kanwil Sumut, Andy Dwi menyatakan, oknum pegawai berinisial BN merupakan orang yang diberikan kewenangan dalam pengambilan uang di Bank Indonesia Sumut. Namun, oknum itu menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan perusahaan.

“Hasil investigasi sementara ini oleh tim yang dibentuk, secara prosedur tidak ada kelalaian dan mutlak penyalagunaan kepercayaan atau kewenangan yang dilakukan oknum,” ujar Andy saat ditemui di Kantor BRI Cabang Medan Putri Hijau, Selasa (17/10/2017).

Menurut dia, prosedur atau SOP dalam pengambilan uang di Bank Indonesia (BI) telah dilakukan. Mulai dari surat tugas dan kuasa hingga mengasuransikan uang.

Kepala Kantor BRI Cabang Medan Putri Hijau, Amal Peranginangin menjelaskan kronologis terjadinya penggelapan uang tersebut awalnya pihaknya melakukan penarikan tambahan uang kas ke kantor BI Sumut sebesar Rp63 miliar.

Penarikan tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan 3 vendor yang akan digunakan pengisian kas ATM.

Maka dari itu, ditugaskan BN bersama seorang sopir untuk melakukan penarikan uang dengan menggunakan kendaraan dinas. Setelah melakukan pengambilan uang, selanjutnya dibagikan kepada tiga vendor yang ikut mendampingi. Sedangkan, para vendor membawa kendaraan masing-masing dengan pengawalan petugas keamanan.

“Ternyata, sebelum diserahkan kepada tiga vendor uang, Rp 63 miliar itu telah dikurangi Rp6 miliar oleh pelaku BN. Alasannya, kantor cabang Putri Hijau mendesak membutuhkan uang Rp 6 miliar. Padahal, belum ada konfirmasi sebelumnya,” papar Amal.

Pages