19 April 2018

Bank Indonesia (BI)

Cegah Skimming, Polisi dan BI Dorong Perbankan Gunakan Chip

Konfrontasi - Kepolisian dan Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan menambah sistem keamanan pada kartu kredit dan kartu debit nasabahnya dengan sistem keamanan chip. Hal itu guna mencegah terjadinya kebocoran data atau menjadi korban skimming.

"Security dari bank ada juga yang ATM sudah menggunakan chip ada juga yang masih menggunakan sistem magnet yang ada garis hitamnya. Yang security paling tinggi adalah yang menggunakan chip. Jadi, Bank Indonesia mendorong seluruh ATM menggunakan atau mengganti dengan chip," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Sabtu 17 Maret 2018.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Eva Pangabean mengatakan hal senada. Menurutnya, BI selaku otoritas di bidang sistem pembayaran selalu memberi kebijakan regulasi dan mendorong perbankan melalui ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan untuk memberikan pengamanan baik di penggunaan transaksi menggunakan kartu kredit maupun kartu debit.

"Makanya nanti teman-teman bisa melihat bahwa sekarang di kartu itu kami sudah melalui perbankan-perbankan sudah mengeluarkan kartu ATM atau debit yang menggunakan chip. Jadi dengan teknologi chip itu memang akan sulit dilakukan pemalsuan terhadap data yang ada," ujarnya.

Selain itu, BI juga selalu mendatangi perbankan untuk terus memastikan sistem deteksi dalam perbankan sudah berkerja dengan maksimal untuk menangkal kegiatan yang merugikan nasabah.

"Bank Indonesia juga untuk perlindungan konsumen. Namun ini tidak bisa Bank Indonesia jalan sendiri karena harus ada kerja sama yang baik dari perbankan di mana pihak perbankan adalah selaku penyedia jasanya, sistem pembayaran, termasuk peralatan yang dipakai," katanya.

Ilustrasi hacker mengincar ATM

Eva tidak menampik bahwa modus kejahatan setiap waktu selalu berkembang dengan menggunakan segala cara untuk menguras data nasabah bank. Untuk itu, pihak perbankan juga harus selalu berinovasi menciptakan keamanan terbaik bagi nasabah.

Di samping perbankan menciptakan alat keamanan yang canggih, lanjutnya, diperlukan juga peran dari masyarakat saat menggunakan kartu debit maupun kredit. Ia mengimbau, saat akan menggunakan ATM, para nasabah memilih lokasi yang ada petugas keamanan, tidak jauh dari keramaian, dan menutup dengan tangan saat memencet PIN.

"Kami sudah koordinasi dengan seluruh perbankan meminta mereka untuk melakukan edukasi lebih gencar lagi kepada masyarakat bagaimana menggunakan ATM dengan kartu debit terutama apabila ada oknum-oknum tertentu yang menghubungi para nasabah tapi dengan meminta data pribadi itu hal yang tidak pernah melakukan oleh bank. Kemudian kalau ada OTP (One Time Password) dan tidak melakukan transaksi tolong diabaikan itu yang paling penting," katanya.

Meski belum bisa merinci jumlah kerugian dari sindikat kejahatan skimming yang membobol uang nasabah bank BRI yang ditangkap Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Eva memastikan seluruh korban skimming akan mendapatkan ganti rugi.

"Kalau memang terkena korban skimming itu pasti diganti oleh pihak perbankan. Disampaikan juga ada beberapa pers rilis yang sudah menyatakan bank-bank itu sudah memberikan penggantian kepada para korban yang diyakini benar terkena skimming.

Seperti diketahui, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap lima pelaku komplotan pembobol dana nasabah. Para pelaku yakni, Caitanovici Andrean Stepan (28), Raul Kalai alias Lucian Meagu (28), Ionel Robert Lupu (28) ketiganya adalah Warga Negara Rumania. Kemudian Ference Hugyec (27) Warga Negara Hungaria, dan Milah Karmilah (30) seorang wanita Warga Negara Indonesia. Kelima pelaku ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda.

Rupiah Melemah, Fadli Zon Ingatkan Pemerintah Soal Ancaman Krisis Ekonomi

Konfrontasi - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengingatkan pemerintah Jokowi-JK untuk berhati-hati terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi sejak Februari 2018. Pelemahan Rupiah terhadap USD ini menurutnya bisa memicu terjadinya krisis ekonomi di Tanah Air.

Fadli Zon mengungkapkan, jika belajar dari pengalaman sebelumnya, pelemahan Rupiah merupakan salah satu pemicu terjadinya krisis.

BI Sumut Temukan 866 Lembar Uang Palsu Selama Awal Tahun 2018

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari kerugian dari penerimaan uang palsu yang di awal 2018 sudah ditemukan 866 lembar.

“Pada 2018 hingga Februari sudah ada penemuan uang palsu yang beredar sebanyak 866 lembar,” ujar Kepala Bank Indonesa Perwakilan Sumut Arief Budi Santoso di Medan, ditulis Sabtu (10/3/2018).

Tak Hanya ke Dolar AS, Rupiah Juga Keok dari China Hingga Singapura

Konfrontasi - Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat beberapa pekan terakhir. Mengutip data Reuters (9/3/2018), nilai 1 dolar AS tercatat Rp 13.789,5. 

Nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi sejak 28 Januari 2018 lalu. Memasuki Februari, nilai tukar dolar AS mulai merangkak ke posisi Rp 13.631, kemudian melemah lagi pada 11 Februari ke posisi Rp 13.550. 

Kemudian pada 25 Februari 2018 nilai tukar dolar AS mengalami peningkatan ke level Rp 13.747 per dolar AS nilai ini terus naik hingga sore ini ke posisi Rp 13.799.

Melorot 4 Poin, Jumat Sore Rupiah Ditutup Melemah Rp13.785

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore (9/3/2018), bergerak melemah sebesar empat poin menjadi Rp13.785 dibanding posisi sebelumnya Rp13.781 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat (9/3) mengatakan naiknya imbal hasil global akibat kebijakan tarif alumunium dan baja oleh Presiden AS Donald Trump menjadi salah satu faktor yang membebani kinerja rupiah terhadap dolar AS.

Pengaruh Eksternal dan Internal jadi Penyebab Lemahnya Rupiah

Konfrontasi - Rupiah nyaris menyentuh Rp14 ribu per dolar AS belum lama ini. Pegiat Ekonomi Fahmi Idris menyebut ada beberapa faktor penyebab hal itu terjadi.

"Ada perpaduan yang menekan nilai tukar kita, baik eksternal dan internal," kata Fahmi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Maret 2018.

Pertama yakni pengaruh sistemik dari kebijakan superpower. Bank sentral AS memiliki rencana untuk menaikkan fed fund rate. Kenaikan itu didongkrak minimal tiga kali bahkan empat kali selama 2018. 

Anjlok 10 Poin, Jumat Sore Rupiah Ditutup Melemah ke Rp13.751

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (2/3/2018) sore, bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp13.751 dibanding posisi sebelumnya Rp13.741 per dolar AS.

Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa pekan ini, pergerakan mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah cenderung mengalami tekanan karena peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Rupiah Jumat Sore Ditutup Menguat ke Rp13.664

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore (23/2), bergerak menguat sebesar 12 poin menjadi Rp13.664 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.676 per dolar AS.

Analis Koneksi Kapital Alfred Nainggolan di Jakarta, mengatakan bahwa kondisi perekonmian nasional yang kondusif menjadi salah satu sentimen yang menopang nilai tukar rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS.

Go-Pay Klaim Layanannya Tetap Berjalan Normal

Konfrontasi - Aplikasi pembayaran elektronik Go-Pay, yang berada dalam naungan PT Dompet Anak Bangsa, menjamin layanan mereka berjalan seperti biasa meski fitur kode respons cepat (Quick Response/QR) dihentikan sementara menunggu perizinan dari Bank Indonesia.

Chief Compliance Officer Go-Pay Budi Gandasoebrata di Jakarta, Jumat (19/1/2018), mengatakan pengguna tetap bisa melakukan pembayaran pesanan melalui aplikasi Go-Jek menggunakan Go-Pay.

Jumat Sore Rupiah Ditutup Menguat 13 Poin Jadi Rp 13.382

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore bergerak menguat sebesar 13 poin menjadi Rp13.382 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.395 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Nilai tukar rupiah melanjutkan apresiasi terhadap dolar AS seiring masih optimisnya pelaku pasar terhadap ekonomi nasional," ujar pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Pages