23 January 2018

Bali

Siramkan Air Panas, Bule AS di Bali Dihajar Suami Sendiri

Konfrontasi - Warga negara asing (WNA) bernama Olya Lapina (44) yang kini tinggal di kawasan Sanur, Denpasar, Bali menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pemegang paspor Amerika Serikat (AS) itu dihajar oleh suaminya, I Made Buda (44), warga Jalan Kesari II No 4 Gang Tegal, Sanur, Denpasar Selatan.

Made menghajar istrinya pada Jumat lalu (19/1) di Pantai Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida. Akibatnya, Lapina mengalami luka robek pada bibir bagian bawah dan benjol pada kepala belakang.

Astaga, Sopir Pribadi Culik dan Garap Anak Majikan Lima Kali

Konfrontasi - Seorang sopir pribadi bernama Ahmad Nurdin, 22, nekat membawa kabur anak majikannya sendiri.

Selain menculik korban, pelaku juga melakukan pemerkosaan sebanyak lima kali terhadap korban.

Peristiwa itu bermula pada Senin (8/1) lalu, saat diketahui korban berinisial R, 15, sudah tidak ada di rumahnya yang terletak di Perum Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

”Pelaku dibekuk di Bali saat berada di hotel bersama korban,” terang Kapolsek Pondokgede, Kompol Suwari, Jumat (12/1/2018).

Suwari menambahkan, korban sudah menghilang dari rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB. Begitu juga Ahmad, meninggalkan rumah majikannya.

Namun, peristiwa hilangnya korban bersama sopir pribadi itu setelah muncul data transaksi perbankan dalam ponsel milik orangtua korban berinisial S, 38. Setelah ditelusuri, pelaku ternyata di Bali, Tak lama, kata Suwari, polisi melakukan pengejaran.

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah menyetubuhi korban sebanyak lima kali. Saat menyetubuhi korban, pelaku mengancam ABG (anak baru gede, Red) tersebut. ”Korban disetubuhi lima kali oleh pelaku saat berada di Bali," kataya.

Mabes Polri Cokok 68 WNA China Penipu Melalui Jaringan IT di Bali

Konfrontasi - Polisi mencokok dua bos sindikat penipuan melalui jaringan informasi teknologi (IT) warga negara asing (WNA). Keduanya ditangkap tak berselang lama setelah penangkapan 68 pelaku lainnya dari empat tempat di kawasan Bali.

Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, keduanya adalah pria WNA Malaysia berinsial YKH dan LJK, warga Taiwan.

PVMBG Turunkan Radius Aman Gunung Agung

Konfrontasi - Gunung Agung di Karangasem, Bali, hingga kini masih berstatus awas. Namun, batas radius aman untuk beraktivitas diturunkan menjadi 6 kilometer sejak kemarin.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan batas aman beraktivitas sejauh 8-10 kilometer dari puncak.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama PVMBG Agung Pribadi menuturkan, Gunung Agung saat ini masih berada dalam fase erupsi dengan aktivitas vulkanis yang relatif tinggi dan fluktuatif.

Hal itu berdasar hasil analisis data visual maupun instrumental (seismik, deformasi, dan geokimia).

"Material erupsi berupa lava mengisi kawah, embusan/letusan abu, dan lontaran batuan di sekitar kawah," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa volume lava di dalam kawah sekitar 20 juta meter kubik atau sepertiga dari volume kawah.

"Laju pertumbuhan kubah saat ini rendah sehingga untuk memenuhi volume kawah dalam waktu singkat, kemungkinannya kecil," tuturnya.

Status awas dipertahankan karena Gunung Agung saat ini masih dalam fase erupsi. Erupsi tersebut bisa berdampak pada permukiman yang berada di radius kurang dari 6 kilometer.

PVMBG memperkirakan, potensi bahaya saat ini berupa lontaran material vulkanis. Material yang bisa terlontar adalah batu pijar, pasir, kerikil, serta hujan abu pekat dan lahar hujan.

"Bahaya lontaran batu, pasir, kerikil, dan abu pekat diperkirakan melanda area di dalam radius 6 km dari kawah," katanya.

Sementara itu, bahaya lahar hujan akan mengikuti lembah sungai yang berhulu di Gunung Agung. Selain itu, bergantung pada debit air maupun volume material erupsi.

Kadin: Hati-hati Banyak Bank Sempoyongan di 2018

Konfrontasi - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, Made Arya Amitaba, mengatakan, perbankan bakal menghadapi persaingan ketat di 2018. Bisa jadi banyak bank sempoyongan.

"Salah satu contoh dengan lesunya bisnis properti membawa berpengaruh besar terhadap perekonomian, terlebih di Bali terjadinya erupsi Gunung Agung akan berdampak pula pada perbankan," ujar Amitaba di Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (30/12/2017).

Korek Api Granat Membuat Geger Jemaah Mesjid

Konfrontasi - Korek api berbentuk granat membuat geger warga yang hendak masuk ke Mesjid Al Mubarok, Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Karena diduga granat tangan, maka jadi urusan personel Brigade Mobil Polda Bali, yang langsung mengirim tim penjinak bom.

Informasi yang dihimpun Jumat (29/12/2017), menyebutkan, korek api itu dilihat warga di depan pintu Mesjid Al Mubarok dan disangka granat karena bentuk mirip granat tangan, sehingga melapor ke polisi.

Tags: 

Libur Natal, 32.978 Ribu Orang Mendarat di Bandara Ngurah Rai

Konfrontasi - Libur panjang Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan sejumlah orang untuk berlibur ke Bali. Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, puluhan ribu orang datang sejak kemarin baik dari dalam maupun luar negeri.

Bidang Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sherly Yunita menjelaskan, hari ini kedatangan penumpang di terminal domestik sebanyak 17.978 orang.

“Jumlah itu naik naik 5 persen dibanding hari sebelumnya sebanyak 17.122 ribu penumpang,” kata Sherly, Minggu (24/12/2017).

Gunung Agung Meletus Lagi, Bali Diklaim Aman

Konfrontasi - Gunung Agung kembali erupsi dan mengeluarkan asap kelabu setinggi 2.500 meter. Erupsi ini terjadi setelah Presiden Joko Widodo menyatakan situasi Bali Aman dan mencabut status tanggap darurat Gunung Agung.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, letusan tersebut terjadi pada pukul 11.57 WITA. Namun hal ini disebut tak berdampak pada penerbangan.

Jika Ngurah Rai Ditutup, Pertemuan IMF di Bali pakai Skenario Ini

KONFRONTASI- Karangasem - Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memastikan, pertemuan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-WB) tetap digelar di Bali, Oktober 2018. Luhut bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, mendatangi Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Denpasar, Bali, Jumat (22/12/2017). Menurut Luhut, kehadirannya untuk memastikan perkembangan terkini mengenai akivitas gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut.

Tags: 

Raja Bali Ceritakan Temani Ustaz Abdul Somad Tabliq Akbar

Konfrontasi - Umat Hindu dan Islam di Bali sudah memiliki hubungan yang kuat sejak lama. Setidaknya hal itu yang disampaikan Ida Cokorda Pemecuran XI di Masjid Baiturrohman, Denpasar. Menurut Raja dari Puri Pemecutan Denpasar itu, sudah sejak lama kedua umat di Bali tak hanya hidup berdampingan, namun juga sudah seperti satu kesatuan.

“Kami dengan orang Muslim bukan sekarang saja (dekat), tapi secara darah kami sudah bersatu,” kata Cokorda, Minggu 10 Desember 2017.

Ida Cokorda Pemecutan XI hadir langsung dalam tabliq akbar yang diisi oleh Ustaz Abdul Somad. Ia merasa begitu sejuk mendengar petuah yang disampaikan oleh Ustaz Somad.

“Kami melihat bahwa Kiai (Ustaz Somad) menyampaikan tidak ada perpecahan, malah guyub kita. Justru malah semakin mempererat persatuan sesuai keinginan para pendahulu kita. NKRI, Merah Putih sudah harga mati. Ini betul-betul disampaikan oleh Kiai (Ustaz Somad),” ujarnya.

Cerita Raja Bali Temani Ustaz Abdul Somad Tabliq Akbar

Ia mengajak semua pihak untuk menginterospeksi diri. Ia tak ingin isu-isu yang berkembang memudarkan semangat persaudaraan antara Hindu Bali dan umat Muslim yang sudah sejak lama terjalin.

“Kalau ada isu-isu yang tidak bertanggungjawab jangan sampai memecah kita. Persaudaraan kita yang sudah sedarah ini jangan sampai dirusak oleh segelintir orang yang ingin atau memiliki ambisi untuk memecah belah kita,” katanya.

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad sendiri tak menampik jika hubungan erat antara umat Hindu Bali dengan warga Muslim sudah lama terjalin. Ia meminta kepada semua pihak untuk tak terpancing oleh ulah segelintir oknum yang tujuannya memang ingin merusak semangat persaudaraan.

“Bahwa ada isu-isu di Youtube, Twitter, WA, BBM dan lainnya jangan sampai ulah segelintir oknum merusak persaudaraan yang sudah kita bangun selama ini. Seandainya masyarakat Hindu Bali tidak toleran, mengusir ulama dan lain sebagainya, tidak mungkin ada 500 ribu lebih Muslim di Bali. Tidak mungkin Islam bisa bertahan selama 8 abad lebih di Bali,” katanya.

Ia menegaskan jika provokator yang sempat melakukan persekusi terhadap dirinya tak hanya merusak dirinya saja, tetapi juga umat Hindu Bali yang selama ini dikenal terbuka bagi semua elemen masyarakat. Ustaz Somad mencontohkan bagaimana umat Hindu dan Muslim Bali bersatu padu meski berbeda keyakinan dan aqidah.

“Di Ubud (Gianyar) ada pondok Alquran yang justru sebagian tempatnya disediakan oleh saudara kita dari Hindu Bali. Ini justru orang di tempat lain meniru bagaimana masyarakat Bali bisa bertenggang rasa, tepo seliro  berlapang dada untuk menerima yang berbeda keyakinan. Kalau ada fitnah, isu, seyogyanya tabayyun dulu, tidak serta merta mengambil kesimpulan.

Apalagi sosial media sekarang ini sungguh luar biasa. Alhamdulilah saya merasa terhormat bisa duduk berdampingan dengan Raja, orang yang dihormati dalam struktur masyarakat Bali. kita bisa duduk bersama, bertukar cerita bagaimana mengusir Belanda bersama-sama saat itu,” katanya.

Pages