24 November 2017

Azyumardi Azra

Azyumardi: Para Kiai Kampung Perlu DIlibatkan untuk Tangkal Adu Domba SARA

KONFRONTASI-Kemajuan informasi teknologi (IT) yang dibarengi dengan sosial media begitu pesat dan tidak dapat terelakkan. Ironisnya, selain membawa dampak positif, kondisi ini justru berimbas negatif dengan dimanfaatkannya internet (dunia maya) oleh kelompok radikal untuk memecah belah persatuan dan membuat gaduh di masyarakat, dengan ujaran kebencian (hate speech), fitnah, berita bohong (hoax).

Azyumardi Azra Dianggap Mampu Dinginkan Bangsa

KONFRONTASI-Plt Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Subiyanto mengatakan Azyumardi Azra layak memperoleh LIPI Sarwono Award karena mampu mendinginkan bangsa.

"Award ini penghargaan tertinggi di bidang ilmu pengetahuan. Award yang dibuat untuk mengenang Kepala LIPI pertama ini diberikan kepada Profesor Azyumardi Azra dengan alasan karena mampu mendinginkan bangsa," kata Bambang usai memberi LIPI Sarwono Award di Jakarta, Rabu.

Azyumardi Azra: Transnasionalisme Pengaruhi Indonesia

KONFRONTASI-Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ketidakrukunan umat beragama di Indonesia menurut Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra. Kendati demikian, ia menilai faktor penyebab terbesar justru datang dari luar atau eksternal, terutama sejak reformasi. 

Azyumardi: Kasus Ahok Harus Jadi Pembelajaran bagi Politikus

KONFRONTASI-Cendekiawan muslim Prof Azyumardi Azra mengingatkan kasus dugaan pelecehan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan pembelajaran baik bagi politikus.

"Saya kira kasus Ahok ini pelajaran yang baik bagi politisi (politikus, red.) untuk tidak membawa isu agama ke dalam politik," kata mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu di Semarang, Selasa.

Azyumardi Azra: Gafatar Harus Disikapi dengan Cara Halus dan Elelgan

KONFRONTASI - Mantan rektor Universitas Islam Negeri Jakarta Azyumardi Azra, Kamis, mengatakan, masyarakat jangan main hakim sendiri alias berlaku anarkis terhadap bekas pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) karena persoalan Gafatar sejatinya dapat diselesaikan dengan sikap persuasif.

Menurut Cendikiawan Islam ini tindakan anarkis itu justru akan menimbulkan polemik baru. 

Azyumardi Azra: Situasi Politik Indonesia Sedang Mangkrak

Konfrontasi - Forum pertemuan antarkomunitas Muslim di Indonesia diharapkan mampu memecahkan segala permasalahan di negeri ini karena kelompok mayoritas tak bisa diabaikan.

“Saya kira Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) keenam ini sangat penting karena secara substantif mengangkat isu urgent di bidang politik. Politik yang mana kita lihat, terjadi distorsi dan deviasi, saling sandera. Misalnya, (soal pelantikan) calon Kapolri saja tidak selesai-selesai,” ujar cendikiawan muslim dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra, Selasa (10/2) malam.