22 November 2019

asusila

Benar-benar Bejat! Ayah Cabuli Anak Kandung Hingga Hamil dan Melahirkan

KONFRONTASI-Bapak yang satu ini benar-benar bejat. Dia sungguh tega 'memakan' anak kandungnya sendiri dengan cara memerkosanya.

Selama tiga tahun, AR telah memerkosa anaknya sendiri. Alasannya miris, istrinya sudah tak memuaskan dia lagi. Perkosaan itu berakhir dengan kehamilan korban.

Dari sini pria 47 tahun ini semakin kelihatan wujud aslinya yang pengecut. Jangankan mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia justru kabur begitu tahu anaknya hamil akibat perbuatannya.

Ayah Ini Tega Gauli Putri Kandungnya Sendiri Lantaran Sakit Hati Istrinya Selingkuh

KONFRONTASI-Kasus asusila di Pulau Atas, Samarinda, Kalimantan Timur menggegerkan publik. Seorang anak di bawah umur, Bunga (nama samaran) menjadi korban perkosaan kakak dan ayah kandungnya selama bertahun-tahun.

Kasus ini terbongkar setelah Seroja (nama samaran) memergoki 2 anak kandung bercinta di rumahnya di Pulau Atas Samarinda.Dua anak kandung yang melakukan perbuatan tak senonoh itu yakni  Bunga dan MA (15).

Miris, Remaja Ini Dicabuli Kakak dan Ayah Kandungnya

KONFRONTASI-Sungguh malang nasib yang dialami D. Remaja putri asal Pulau Atas, Samarinda, Kalimantan Timur, itu digarap kakak dan ayah kandungnya.

Kakak D berinisial AN, sedangkan sang ayah bernama Mijan. Awalnya hanya AN yang menggauli D.

AN tega mencabuli adik kandungnya itu karena terpengaruh film panas yang sering dia tonton di warung internet.

Setelah itu giliran Mijan yang menggauli D. AN dan Mijan mencabuli D tidak dalam waktu yang berdekatan.

Kejam! Dua Bajingan Ini Bunuh Seorang Wanita Setelah Memperkosanya

KONFRONTASI-Seorang pria bersama temannya di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), membunuh seorang wanita dengan keji setelah mereka memperkosanya.

Kedua pelaku Feri (21) dan Bayu (26), ditangkap Tim Reskrim Polres Kolaka Utara, di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah buron selama empat hari.

Saat ditangkap, di Jalan Merdeka, Kelurarahan Salekoe, Kecamatan Wita, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis 07 Maret 2019, pukul 22.45 Wita, polisi menembak kaki kedua pelaku, karena berupaya melarikan diri.
Kedua pelaku mengaku, mereka membunuh korban Safia (26), setelah disetubuhi bersama. Awalnya, Feri bertemu korban, dan memintanya untuk bersetubuh, setelah itu, korban meminta pertanggungjawaban, namun Feri menolak menikahi korban.

Mendapat penolakan Feri, korban berencana melapor kepada Kepala Desa Batuganda, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara. Saat itulah Feri, mencekik leher korban hingga mengeluarkan darah. Tiba-tiba muncul Bayu, sebelumnya bersembunyi di semak-semak, meminta Feri berhenti mencekik, untuk menyetubuhi korban Safia.

Setelah itu, Feri meminta Bayu, kembali mencekik korban hingga tak berdaya. Tak puas, kedua pelaku menghantam kepala korban menggunakan batu, berkali-kali, hingga tewas.

Setelah memastikan korban tak bernyawa lagi, kedua pelaku mengambil dua handphone milik korban, lalu menuju Desa Simbula, Kecamatan Katoi, Kolaka Utara, mengambil pakaian mereka, untuk melarikan diri ke Kota Palopo, Sulsel.

"Itu malam, setelah dipake Feri, Feri bilang (kepada korban) ada juga Bayu ikut, terus marah-marah itu perempuan, dan terpaksa dia bilang itu perempuan minta dikawini sama ini Feri, mau pergi itu perempuan ke rumah, dan melapor sama pak Desa," jelas pelaku Bayu.

Selain kedua pelaku, polisi, juga mengamankan satu batu ukuran besar yang digunakan pelaku Bayu, memukul kepala korban sebanyak tiga kali. Sebauh sepeda motor Satria tanpa plat yang digunakan pelaku ke tempat kejadian dan melarikan diri, pakaian kedua pelaku dan pakaian korban.

"Pelaku ditangkap pada hari Kamis kemarin pada tanggal 7 maret 2019. Kita kerja sama dengan Polres Palopo (Sulsel), kemudian menggunakan informan yang kita miliki, sehingga kita dapat bawha pelaku bersembunyi di Palopo, sesuai dengan informasi yang kita dapat di lapangan," kata Kapolres Kolaka Utara, AKBP Susilo Setiawan.

Duh, Gadis Belia Dicabuli Tiga Pria Usai Dicekoki Obat

KONFRONTASI-Gadis belia sebut saja Bunga (16) menjadi korban pencabulan tiga pria berinisial RC, SM dan AG usai dipaksa minum obat batuk cair jenis Komix.

Korban dicabuli secara bergilir oleh para pelaku di lokasi Kota Terpadu Mandiri Lagita yang berada di Desa Urai Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. (Baca juga: Sunguh Keji, 2 Pria di Kolaka Utara Bunuh Seorang Wanita Setelah Diperkosa)

Biadab! Kepsek Cabuli Siswi SD di Ruang Kelas

KONFRONTASI-Tim Satuan Reskrim Polres Kapuas Hulu menangkap seorang kepala sekolah dasar di Kecamatan Empanang, Kalimantan Barat (Kalbar). Kepsek itu diduga memerkosa muridnya yang masih berusia 8 tahun.

"Saat ini pelaku sudah kami tahan untuk proses hukum lebih lanjut," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Kapuas Hulu, IPTU Siko dihubungi, seperti dilansir Antara, Sabtu (9/3/2019).

Perbuatan cabul kepala sekolah itu dilakukannya di ruang kelas sekolah. Pemerkosaan itu terjadi semingggu lalu.

Bocah Dicabuli Paman, Ayah Kandung Malah Ikutan. Keji Sekali!

KONFRONTASI-Seorang bocah berusia 12 tahun berinisial NEPW asal Kota Pariaman, Sumatera Barat, diperlakukan dengan keji oleh keluarganya sendiri. Sejak tahun 2016 lalu, ia menjadi korban kekerasan seksual. NEPW dipaksa harus melayani nafsu bejat ayah kandung inisial AR dan suami tantenya sendiri yang berinisial BEL.

Akibatnya, korban mengalami trauma berat hingga takut dan berteriak-teriak apabila bertemu dengan lelaki asing yang berpostur badan besar.

Iwan Diciduk Polisi Gara-gara Perkosa Nenek-nenek yang Hendak ke Masjid

KONFRONTASI-Seorang pemuda bernama Iwan (27) ditangkap setelah memperkosa seorang nenek berinisial TS (61) warga Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (7/3/2019).

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Seberang, Iptu Dedi Setiawan mengatakan, Iwan mengaku tidak sadar saat memperkosa TS karena dipengaruhi minuman keras.

"Korban ini mau ke masjid untuk shalat subuh. Lalu, pelaku datang dan membawa korban pergi ke sebuah rumah, di situ pelaku melakukan perbuatannya," kata Dedi, Kamis.

Bejat, Kakek Bau Tanah Ini Perkosa Siswi SD dengan Kaki dan Tangan Terikat

KONFRONTASI-Akibat berbuat bejat, seorang kakek yang berprofesi sebagai petugas jaga malam bernama Ibrahim Soleh (54), warga Jalan Kenanga II, Gang Kenari, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Ia tega mencabuli bocah sekolah dasar (SD) yang berusia 11 tahun.

Pelaku kini sedang ditahan polisi setelah ditangkap Senin (25/2/2019) lalu di Kota Lubuk Linggau. "Tim buser kami berhasil menangkap tersangka saat ia sedang berada di Pasar Inpres tanpa melakukan perlawanan," ujar Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Rivow, Minggu (2/3/2019).

Diduga Cabuli 15 Murid, Kepsek Digarap Polisi

KONFRONTASI-Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak memeriksa oknum kepala sekolah yang dilaporkan melakukan pencabulan terhadap 15 murid laki-laki di Sekolah Dasar 012 Kampung Buana Makmur, Kecamatan Dayun. Pelaku sudah diamankan di kepolisian.

"Terlapor sudah diamankan di Markas Polres Siak, masih dalam pemeriksaan," kata Kepala Satreskrim Polres Siak, AKM M. Faisal Ramadhan di Siak, Rabu (27/2).

Pages