8 April 2020

asusila

Istri Keluar Rumah, Bapak Bejat Garap Anak Tiri

KONFRONTASI-Entah apa yang ada di benak JM warga Dusun Berinang, Desa Kasromego, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), sehingga tega memperkosa anak tirinya sendiri.

Pria berusia 34 tahun itu, memperkosa anak tirinya yang masih berstatus pelajar pada 18 Maret 2020 lalu di rumah pelaku. Aksi bejat tersangka JM dilakukan pada malam hari saat sang istri pergi.

Kapolsek Beduai Iptu Eeng Suwenda mengatakan, anak tiri korban mengalami trauma hingga tidak mau sekolah.

Terlibat Hubungan Sesama Jenis, Anggota TNI Diseret ke Mahkamah Militer

KONFRONTASI-Pengadilan Milliter III-14 Denpasar mengadili seorang anggota TNI berinisial DS yang didakwa melakukan tindakan asusila sesama jenis (LGBT).

Oknum Kepsek Diduga Cabuli Siswi, Warga Murka

KONFRONTASI-Seorang oknum Kepala Sekolah SMA Aliya Mini berinisial SA diduga mencabuli siswinya, Ratu Auliya saat mengikuti ujian semester.

Aksi bejat pelaku itu pun membuat warga Desa Sorisakolo Kecamatan Dompu murka hingga akhirnya melakukan pemblokiran jalan sebagai bentuk kemarahan, Selasa (10/3).

Keluarga korban dan warga keberatan dengan yang dilakukan oleh pelaku SA sehingga jalan di desa tersebut ditutup menggunakan kursi dan meja. Keluarga korban menuntut pelaku agar segera ditangkap.

Pura-pura Tanya Alamat, Driver Ojol 'Begal' Payudara Siswi SMK

KONFRONTASI-Driver ojek online (ojol) sudah dua kali meremas payudara siswi SMK di Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Peristiwa itu dilakukan pelaku pada 2 dan 9 Maret 2020.

Menurut kesaksian korban kedua yakni Y (18), pada 2 Maret pelaku melancarkan aksi asusila tersebut di lokasi serupa. Korban pertama siswi kelas XII SMK diraba payudaranya dalam perjalanan pulang ke rumah sekitar pukul 14.30 WIB.

Polisi Ciduk 5 Pelaku Pelecehan Terhadap Siswi SMK di Sulut

KONFRONTASI-Sempat menggegerkan jagat dunia maya, para pelaku yang diduga melakukan tindakan pelecehan dengan meremas organ intim siswi SMK di Bolaang Mongondow kini diamankan Polda Sulawesi Utara.

Setidaknya, ada lima pelaku yang diamankan. Mereka berpotensi dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman enam tahun penjara.

“Kemungkinan tersangka ada. Potensi Pasal yang dilanggar 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindugan anak,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abbast saat dihubungi, Selasa (10/3).

Terekam CCTV, Pria Ini Julurkan Kamera ke Bawah Rok Pengunjung Wanita di Minimarket

KONFRONTASI-Video aksi diduga pelecehan seksual, terekam kamera CCTV mini market yang berada di Jalan Gatot Subroto, Lengkong, Kota Bandung pada Minggu (1/3) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam video viral berdurasi 44 detik itu, terlihat seorang gadis yang mengenakan rok biru di atas lutut dan sweater hitam tengah mengoperasikan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di bagian belakang toko.

Diculik, Mahasiswi Unpad Nyaris 'Digituin'

KONFRONTASI-Polisi menjerat tersangka kasus penculikan dan hendak berbuat asusila kepada seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dijerat Pasal 285 ayat 1 dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.

"Tersangka dijerat Pasal 285 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," kata Kepala Kepolisian Resor Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana saat jumpa pers pengungkapan kasus pencurian dan rencana pemerkosaan di Markas Polres Sumedang, Senin.

Ada Wanita Ditelanjangi Orang Gila Bukannya Ditolong Malah Direkam dan Disebar di Medsos

KONFRONTASI-Aparat Polres Sampang, Jawa Timur menangkap dua orang penyebar video asusila ke media sosial dan kini tersangka telah ditahan di mapolres setempat.

"Kedua tersangka ini merupakan karyawan di salah satu perusahaan telepon seluler di Kota Sampang ini," kata Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, di Sampang, Rabu.

Keduanya ditangkap petugas lantaran merekam adegan orang gila yang menelanjangi wanita di pinggir jalan, yakni di Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto, Kota Sampang.

Usai Tes CPNS, Bu Guru Terjaring Razia Sedang Berduaan di Kamar Hotel

KONFRONTASI-Tim gabungan Satuan Kerja Ketentraman dan Ketertiban Kota (SK4) Bukittinggi, Sumatera Barat menggelar razia penyakit masyarakat ke sejumlah penginapan dan hotel kelas melati.

Di kawasan Pasar Banto, kamar-kamar penginapan ditemukan kosong sepi pengunjung. Sementara di kawasan wisata Jalan Ahmad Yani, Kampuang Cino petugas memeriksa identitas pengunjung penghuni kamar hotel kelas melati. Di Hotel Tigo Balai, petugas mendapati pasangan yang tidak memiliki surat nikah resmi.

Menyoal Kekerasan Seksual Pada Anak

KONFRONTASI-Ketidakberdayaan anak-anak dalam melindungi dirinya sendiri dari ancaman kejahatan, membuat mereka rentan terhadap berbagai bentuk tindak kekerasan, yang salah satunya kekerasan seksual.

Di sisi lain, teknologi dewasa ini terus berkembang dan maju. Teknologi diakui bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup manusia di Bumi. Teknologi juga membantu umat manusia mencapai kemudahan dalam berbagai aktivitas kehidupan.

Begitu pula dalam perkembangan teknologi telekomunikasi. Pada awalnya, dikenal handphone (telepon genggam) yang kemudian berkembang menjadi smartphone (telepon pintar). Kehadiran perangkat telekomunikasi canggih ini banyak membantu kehidupan umat manusia, terutama dalam berkomunikasi antarsatu dengan lainnya yang tanpa berjarak.

Kemajuan teknologi telekomunikasi bahkan sudah merambah pelosok negeri. Setiap rumah tangga tampaknya bisa dipastikan sudah memiliki smartphone.

Namun sangat disayangkan, ada pihak-pihak yang tidak bijak dalam penggunaan smartphone. Kemudian muncul korban-korbannya, yang tak lain anak-anak.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu, Iptu Siko, menyatakan beberapa kasus tindakan asusila dengan korban anak di bawah umur di wilayah hukum setempat, karena pelaku meniru tayangan video porno yang ditonton dari smartphone.

"Dari keterangan para pelaku kasus asusila itu rata-rata akibat nonton film di media sosial," katanya saat dihubungi di Putussibau, beberapa waktu lalu.

Beberapa pelaku bahkan anak di bawah umur, dan ada pula oknum guru melakukan kekerasan seksual terhadap anak didiknya.

Polres Kapuas Hulu selama 2019 menangani tiga kasus asusila berupa kekerasan seksual pada anak, masing-masing di Kecamatan Hulu Gurung, Putussibau Utara, dan Kalis.

Pada Januari 2020, ada tiga kasus kekerasan seksual lainnya di Kecamatan Pengkadan dan Mentebah.

"Untuk kasus asusila (kekerasan seksual, red.) jika kita lihat cukup meningkat dan korbannya itu anak di bawah umur dengan status pelajar," jelas Siko.

Selain beberapa kasus terbaru itu, dalam catatan media pada 2019, Polres Kapuas Hulu juga menangani sejumlah kasus lain, di antaranya menangkap tiga pelaku kekerasan seksual dengan korban pelajar perempuan. Peristiwa itu terungkap pada 16 Januari 2019. Dalam kasus ini, seorang pelajar diperkosa di rumah kosong oleh tiga laki-laki dewasa.

Kasus lain, yakni pencabulan dilakukan oknum kepala sekolah terhadap muridnya berusia delapan tahun. Peristiwa ini terjadi di Empanang, wilayah Kapuas Hulu. Polisi menangkap oknum pendidik tersebut pada awal Maret.

Dari kabupaten lain, polisi mengungkap pencabulan dengan korban pelajar berusia 16 tahun. Korban dicabuli pria berinisial SP alias Cing (20) di Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau.

Ironisnya, korban dicabuli saat pulang ke rumahnya setelah mencari lokasi sinyal operator telepon seluler, setelah dari ladang (lahan pertanian) orang tuanya.

Di pedalaman Kalbar terkadang orang harus pergi cukup jauh dari tempat tinggalnya guna mendapat sinyal, sebelum menggunakan telepon seluler.

Dalam beberapa kasus itu, polisi menjerat para pelaku dengan ancaman pidana sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ruang rubrik kriminal di sejumlah media akhir-akhir ini juga diramaikan berita kasus tindak asusila dengan korban anak di bawah umur dari berbagai wilayah. Pelakunya beragam, ada perkosaan oleh oknum guru terhadap muridnya dan ayah terhadap anak kandungnya.

Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, dalam rilisnya mencatat 36 kasus pelanggaran hak anak sepanjang Januari 2020. Dari 36 kasus itu, baik dalam bentuk laporan non-pengaduan maupun laporan pengaduan.

Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak menyatakan kasus pelanggaran hak anak yang dilaporkan masyarakat, antara lain kejahatan seksual, kekerasan fisik, penjualan anak, gizi buruk, perlindungan kesehatan, eksploitasi anak, dan narkotika serta zat adiktif lainnya.

Laporan masyarakat untuk wilayah yang terdata kasus kejahatan seksual terhadap anak, yaitu Kota Pontianak (5 laporan), Kota Singkawang (2), Kabupaten Sambas (5), Kubu Raya (2), Sanggau (5), Sintang (1), Kapuas Hulu (1), Melawi (1), dan Landak (1).

KPPAD Kalbar akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat hingga 70 persen, mengingat semakin tingginya kasus kekerasan seksual yang terjadi dari tahun ke tahun, di mana pada 2017 KPPAD Kalbar menerima laporan 14 kasus kekerasan seksual, pada 2018 ada 11 kasus, pada 2019 dari 150 kasus anak-anak baik pengaduan maupun non-pengaduan, ada 19 kasus kekerasan seksual,17 di antaranya sudah selesai ditangani.

Selain itu, dalam catatan KPPAD Kalbar, ada lima kasus kejahatan seksual yang kini ditangani Kepolisian Daerah Kalbar dan 110 kasus ditangani Dinas Sosial Provinsi Kalbar, serta 42 kasus ditangani Polresta Pontianak. Kasus tersebut merupakan non-pengaduan ke pihak KPPAD Kalbar.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar mengungkapkan pada Oktober 2019 telah melimpahkan ke kejaksaan satu kasus kekerasan seksual terhadap anak disabilitas, di mana pelakunya seorang pegawai negeri sipil (PNS).

"Untuk kasus itu sudah tahap dua sejak Oktober 2019 lalu," kata Kombes (Pol) Veris Septiansyah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, beberapa waktu lalu.

Veris menyebut korban merupakan anak disabilitas. Korban dibawa ke hotel dan disetubuhi tiga kali. Korban mengalami trauma dan tersangka yang berusia 53 tahun dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pages