11 December 2019

argentina

Meski Main Bertahan, Messi Senang Argentina Menang atas Brasil

Konfrontasi - Satu gol dari Lionel Messi sudah cukup untuk membantu Tim Nasional (Timnas) Argentina menang tipis atas Brasil pada laga persahabatan di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (16/11/2019) dini hari WIB. Sang kapten mengakui taktik yang dirancang Lionel Scaloni cocok bagi Tim Tango di laga tersebut.

Selesai Jalani Sanksi, Lionel Messi Kembali Bela Argentina

Konfrontasi - Lionel Messi dipastikan kembali membela Timnas Argentina usai menjalani sanksi larangan bermain. Messi diplot untuk menghadapi Brasil dan Uruguay dalam pertandingan persahabatan. 

Seperti diketahui, bintang Barcelona itu harus rela menerima hukuman setelah membuat pernyataan keras yang mengatakan Copa America penuh dengan korupsi. Ucapan Messi itu dikeluarkan usai Argentina mengalahkan Chile dalam perebutan tempat ketiga pada 6 Juli lalu.

Argentina's Macri says to cut workers' income taxes and increase welfare subsidies

KONFRONTASI- Argentine President Mauricio Macri said on Wednesday he would increase welfare subsidies and lower workers’ income taxes as part of a package of measures aimed at lessening the impact of the country’s economic crisis.

The embattled center-right leader was soundly beaten by his main Peronist challenger Alberto Fernandez in Sunday’s primary election. Macri said in a televised address he was willing to meet with opposition figures ahead of the October general election, in which he hopes to win a second term.

Ekspor Nanas Meningkat, Kementan: Argentina Selanjutnya

Konfrontasi - Ekspor buah nanas selama empat setengah tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan bahkan mencapai 31,27 persen atau rata-rata 8,65 persen per tahun. Ekspor ini meningkat setelah pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan dan program terobosan yang sangat strategis.

"Setiap tahun terus meningkat, ini terlihat dari catatan 2013, dimana 174 ribu ton meningkat menjadi 229 ribu ton pada tahun 2018," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian, Ketut Kariyasa, Jumat (26/7/2019).

CONMEBOL Hukum Messi Larangan Bermain di Kualifikasi Piala Dunia

Konfrontasi - Komite disiplin CONMEBOL secara resmi mengumumkan hukuman kartu merah Lionel Messi.

Diketahui, kartu merah tersebut didapat Messi pada pertandingan perebutan juara ketiga Copa America 2019 kontra Chile.

Ketika itu, pemain andalan Barcelona ini terlibat keributan dengan pemain Chile, Gary Medel, yang berujung kartu merah untuk keduanya.

Akibat kartu merah tersebut, Messi sempat membuat komentar pedas, yakni tudingan adanya praktik korupsi di tubuh asosiasi.

Messi Tak Yakin Bisa Main di Piala Dunia 2022

Konfrontasi - Lionel Messi kembali ke timnas Argentina jelang berlaga di Copa America 2019. Namun demikian, Messi tak menjamin dirinya bisa membela timnas pada Piala Dunia 2022.

Nama Messi masuk dalam daftar 24 pemain yang dipersiapkan pelatih Lionel Scaloni menghadapi Copa America 2019 pada 14 Juni-7 Juli. The Messiah sempat menarik diri dari timnas menyusul kegagalan Argentina pada Piala Dunia 2018.

Rossi: MotoGP Argentina Musim Lalu Banyak Tipu Daya

Konfrontasi - Valentino Rossi akhirnya bicara tentang balapan tahun lalu di MotoGP Argentina. Sirkuit di sana merupakan saksi duel Rossi dan Marc Marquez yang berakhir dengan insiden senggolan. 

Musim lalu kedua pembalap terlibat duel sengit yang membuat Rossi terjatuh akibat senggolan dengan Marquez. Marquez mendapat hukuman atas kejadian itu, sementara Rossi terus disebut-sebut menyimpan rasa dendam. 

Mimpi Higuain Gabung Chelsea Jadi Kenyataan

KONFRONTASI - Pemain asal Argentina, Gonzalo Higuain menilai bergabung dengan Chelsea dan bermain di Liga Primer Inggris adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ia mengaku, sering mengikuti perkembangan Chelsea sepanjang musim 2018--2019. 

Kepindahan Higuain ke Chelsea langsung dikonfirmasi oleh pihak klub. Pemain asal Argentina itu diboyong dengan mahar senilai 9 juta Euro (setara Rp114 miliar) plus opsi pembelian permanen dengan harga 36 juta Euro (setara Rp579 miliar).  

Thousands in Argentina protest acquittal in teenage girl's murder

KONFRONTASI-Thousands of Argentinians took to the streets on Wednesday to join feminist groups and labour unions protesting a court ruling that acquitted two men accused of sexually abusing and killing a 16-year-old girl in 2016.

The groups that organised the protests, which took place in several cities, are part of "Ni Una Menos", an Argentine grassroots movement to fight violence against women in a country where a woman is killed every 30 hours, according to the United Nations.

Wearing green and purple, colours traditionally adopted by women's rights movements, demonstrators lay down in the streets of the capital, Buenos Aires, holding photos of Lucia Perez, whose death caused public outcry and fanned the flames of Ni Una Menos.

The 16-year-old was reportedly force-fed drugs before being gang-raped and penetrated with a wooden stick. Her body was then washed and left outside a hospital where she died.  

"Today we have anger," Lola Jufre, a women's rights campaigner, told the Associated Press news agency. "In spite of our fight, we are being decimated in the most cruel ways".

The demonstrations followed a high-profile court ruling last week in the coastal city of Mar del Plata, which decided in favour of the two men accused of abusing and killing Perez.

Despite medical reports that she had suffered extreme sexual violence, the ruling stated Perez had had consensual sex with one of the men and died of an overdose, citing a lack of evidence.

Two men were convicted of selling drugs to a minor, sentenced to eight years in prison and fined, while a third defendant was acquitted of all charges.  

Speaking to local media after the ruling, Perez's father, Guillermo, called the decision "an embarrassment and a lie".

"This tribunal doesn't understand a thing about gender-based violence," he said.

Moody's Peringatkan Ancaman Resesi di Turki dan Argentina

KONTFRONTASI --  Krisis mata uang di Turki dan Argentina mungkin telah berlalu, tetapi ekonomi dua negara ini terancam menghadapi resesi pada beberapa kuartal mendatang.

Dalam laporannya, Moody's Investors Service menyatakan bahwa pelemahan mata uang lira Turki dan peso Argentina, dua dari mata uang berkinerja terburuk tahun ini secara global, akan berwujud menjadi kontraksi ekonomi yang tajam saat pertumbuhan melambat di seluruh pasar negara maju dan berkembang. 

Pages