29 February 2020

Aplikasi

Google Hapus 600 Iklan Aplikasi yang Mengganggu, Kebanyakan dari China

Konfrontasi - Google menghapus sedikitnya 600 aplikasi mengganggu dari toko aplikasi Play Store. Tak hanya itu, pengembang aplikasi-aplikasi ini juga diblokir.

Penghapusan ratusan aplikasi dari Play Store ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan penipuan iklan seluler yang sering terjadi.

Mengutip The Verge, Jumat (21/2/2020), kebijakan Google tidak mengizinkan adanya iklan yang ditampilkan ketika aplikasi tidak digunakan serta iklan yang menipu pengguna untuk mengklik secara tidak sengaja.

Bos Telegram: Whatsapp Berbahaya, Delete Saja!

KONFRONTASI-- Kasus diretasnya akun Whatsapp pribadi milik orang terkaya dunia sekaligus pemilik Amazon, Jeff Bezos membuat pendiri Telegram angkat suara. Dia bahkan menuliskan komentarnya mengenai pesaingnya ini dalam blog miliknya.

Dalam tulisannya yang diberi judul Kenapa Menggunakan WhatsApp Berbahaya atau Why Using WhatsApp Is Dangerous, Pavel Durov mengemukakan bahwa aplikasi chatting milik Facebook ini memiliki pintu belakang (backdoors) yang memungkinkan hackers untuk mengakses ponsel siapapun yang menggunakan Whatsapp.

Dukung Internet Sehat, TikTok Kampanyekan Anti-bullying

KONFRONTASI-Dalam rangka Hari Internet Aman Sedunia (Safer Internet Day) hari ini, platform video singkat Tiktok bekerjasama dengan komunitas anti-bullying meluncurkan panduan anti-perundungan siber bertajuk “Sama Sama Aman, Sama Sama Nyaman.”

“Hari Internet aman 11 Februari peringati hari internet aman kami merasa momentum bagi kami merefleksikan peran apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna internet, khususnya pengguna Tiktok,” ujar Head of Public Policy Tiktok Indonesia, Donny Eryastha, di Jakarta, Selasa.

Awas, Bug Baru di Whatsapp Mungkinkan Hacker Akses Data Pribadi

KONFRONTASI-Ahli siber dari PerimeterX Gal Weizman menemukan sebuah bug WhatsApp yang memungkinkan hacker atau penjahat siber mengakses file komputer penggunanya. Pengguna WhatsApp yang memiliki iPhone didesak untuk segera memperbarui aplikasi untuk bertahan melawan serangan itu.

Mengutip laman The Sun, Rabu, 5 Februari 2020, bug itu memungkinkan peretas untuk melakukan serangkaian manuver pintar untuk membaca file di PC atau Mac pribadi. Bug juga mempengaruhi pemilik iPhone yang menghubungkan handset mereka ke komputer menggunakan WhatsApp Desktop.

Warga China Gunakan Aplikasi untuk Hindari Corona

KONFRONTASI- Penduduk China memanfaatkan aplikasi di gawai mereka untuk mendeteksi lingkungan di sekitar mereka yang terdapat virus corona sehingga mereka bisa menghindari daerah tersebut.

Dikutip dari Reuters, perusahaan yang bergerak di bidang pemetaan QuantUrban mencakup informasi di sembilan kota di provinsi Guangdong, sementara aplikasi ketiga buatan pengembang untuk WeChat, YiKuang, mencakup kota Shenzhen dan Guangzhou di provinsi tersebut.

Google Hadirkan Aplikasi Video Pendek "Tangi"

KONFRONTASI-Google baru saja memperkenalkan platform media sosial berbasis video singkat bernama Tangi, yang dibuat oleh salah satu tim yang bergabung ke Area 120.

Google memang membuat program inkubasi Area 120 untuk proyek-proyek eksperimen.

"Tangi merupakan tempat orang-orang kreatif bisa mendapatkan ide baru dan terhubung dengan orang-orang dengan ketertarikan yang sama," kata pimpinan tim Tangi, Coco Mao, dalam tulisan di blog resmi Google.

Aplikasi Xiao AI Diklaim Bisa Deteksi Dini Virus Corona

KONFRONTASI-Xiaomi mengumumkan bahwa aplikasi Xiao AI telah menambahkan fitur baru "real-time pnemonia epidemic" sehingga pengguna dapat melihat informasi mengenai hal tersebut melalui asisten digital AI pada smartphone Xiaomi.

Pengguna juga dapat mengetahui informasi dengan mengatakan, "real-time pnemonia epidemic" ke ponsel dengan asisten virtual bawaan Xiaomi.

Dikutip dari Gadgets 360, langkah itu diambil sebagai tanggapan wabah virus corona yang menyebar di negara asal perusahaan tersebut, China.

17 Aplikasi Android Ini Serang Pengguna dengan Iklan Agresif

KONFRONTASI-Peneliti di perusahaan keamanan siber Bitdefender menemukan 17 aplikasi Android di Google Play menampilkan iklan secara agresif di ponsel pengguna, bahkan saat aplikasi tidak dijalankan.

Meskipun tidak jahat, taktik yang mereka gunakan untuk menyusup ke Google Play dan menghindari sistem pemeriksaan Google biasanya berkaitan dengan malware yang menyertainya.

Modus aplikasi--pencari keuntungan dari iklan ini--setelah diinstal mereka akan menyembunyikan keberadaannya di perangkat.

Perangi Hoaks, TikTok Ubah Kebijakan

KONFRONTASI-Aplikasi video TikTok memperbarui kebijakannya untuk memerangi hoaks atau informasi yang menyesatkan sehingga bisa membahayakan para pengguna mereka maupun publik.

"Kami menghapus misinformasi yang bisa membahayakan kesehatan seseorang atau keamanan publik secara luas. Kami juga menghapus konten yang didistribusikan kampanye disinformasi," kata TikTok, dikutip dari Reuters.

Cegah Twitwar, Twitter Uji Coba Fitur Baru

KONFRONTASI-Twitter dilaporkan sedang menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna membatasi pengguna lain yang dapat menanggapi cuitan mereka.

Dikutip dari laman Phone Arena, Kamis, langkah ini diharap dapat mengurangi tingkat permusuhan yang dikenal ada di platform Twitter.

Pengguna yang dipilih untuk menguji fitur baru ini akan dapat memilih satu dari empat opsi ketika memutuskan siapa saja yang dapat membalas cuitan mereka.

Pages