20 August 2019

Anis Fuadah Zuhri

PUISI: ALAM

ALAM (1)

Tengah diam, walau kisah menerjang gelanggang.
Sapuan peluh tak ubahnya tinta yang tak kan padam.
Bergegas menggantikan kelam jadi terang.
Bernama suara yang dikenal garang.
Empat lima lalu merdeka dikumandangkan.


ALAM (2)

Asal tak terbeli dengan uang,
suara akan terjaga dan tetap lantang.
Menyerukan kebenaran,
menyanyikan keindahan,
menebarkan kekhasan,
mnyibak wewangian alam raya.


ALAM (3)

Puis: Pesan

Pesan (1)

Salah satu semut menemukan gudang penyimpanan permen,

kemudian dengan sigap,

dia memercikkan tanda rasa,

agar yang lain ikut serta menikmati buahnya.

 

Seperti itulah, pertemanan.

Sebuah pesan akan sampai, seiring pengirim bersedia.

 

Makhluk berkaki kuat,

pemilik jalan cepat,

telah meneladankan,

pada yang berkenan memerhatikan.

 

Pesan (2)

Perselisihan,

adalah kesalahterimaan,

PUISI: RIDHO

Ridhlo (1)

Sebentuk restu mendalam,

tanpa tabir,

tak sejarak apapun.

 

Begitulah definisiku,

mengartikan Ridhlo.

---

Kenapa harus?

Bagiku, seharusnya.

Karena, begitu penting di antara apapun.

 

“Ridhlo Tuhan, beserta Ridhlo Kedua Orang Tua”

 

Jika kita anak,

semoga,

kita termasuk dalam kategori yang perolehnya.

 

Jika suatu ketika,

kita adalahorang tua,

semoga,

Puisi: PESAN

Pesan (1)

Salah satu semut menemukan gudang penyimpanan permen,

kemudian dengan sigap,

dia memercikkan tanda rasa,

agar yang lain ikut serta menikmati buahnya.

 

Seperti itulah, pertemanan.

Sebuah pesan akan sampai, seiring pengirim bersedia.

 

Makhluk berkaki kuat,

pemilik jalan cepat,

telah meneladankan,

pada yang berkenan memerhatikan.

 

Pesan (2)

Perselisihan,

adalah kesalahterimaan,

Puisi: SOERJA

Soerja (1)

Berdendang, meleburkan lelah, meremajakan jenuh.

Selalu menanti.

Kuasa telah mengaruniakan padanya, sebilah raga, sebutir permata yang memancar di sudut jiwanya.

 

Siapa Aku?

Aku bernama manusia, yang mengusaha-lakukan, untuk terciprat dendang indah, menggerus lelah, menerima energi keindahan melimpah.

 

Kau bernama, Soerja.

Guruku, diliputi semesta.

Di antara logika cantik dan suara jiwa.

 

Hai, Soerja...

 

Puisi: NAFAS

Nafas (1)

Apa kau pernah menghitungnya,
berapa kali seseorang mengehembuskan nafas?
Oh.. bukan perhari, tiap menit saja.

Jika setiap hembus nafas, seharga suatu barang,
bagaimana membayarnya?

Meski, seringkali lupanya,
tapi.. tak berarti dosa, jika hari ini mulai menguat ingatnya.
Berterima kasih, dari yang kadang terlupa.


Nafas (1)

Seperti lambung yang butuh berbagai nutrisi.
Iya, begitupun dirimu.

Puisi: SUMRINGAH

Sumringah (1)

Sumringahnya hari,

jika telah sempat menengadah.

Sumringahnya jiwa,

jika telah bangkit dan meminta-haturkan,

penuh etika.

Sumringahnya langkah,

jika telah mengantongi segenggam restu dan doa-doa.

Sumringahnya makhluk,

karena telah diperkenan bolehkan menghatur pinta,

tanpa batas dan ketentuan rupa.

 

Sumringah (2)

Melangkahkan mata kaki,

diiringi rasa dan genggam gelora,

Puisi: Sekolah

Sekolah (1)

Telah meleburkan,
riak-riak tajam zaman lalu,
musim tumbuhnya kesenjangan,
antara penguasa dan biasa,
untuk sekadar mendapat hak sama,
berupa pendidikan berseragam.

 

Sekolah (2)

Benarkah telah demikian terbebas?

Untuk bersekolah,
untuk mendapat pengetahuan,
untuk memperoleh pengajaran,
untuk menenteng buku-buku pelajaran.

Puisi: SENJA

SENJA (1)

Kau bernama senja,

kutitipkan segala rindu menuju malam.

 

Kau bernama senja,

pertanda perpisahan pada pagi dan siang.

 

Kau bernama senja,

iringan waktu yang merajai ketakutan penuh iman.

 

Kau bernama senja,

udara meliuk lambai, sebuah petuah untuk tak keluar rumah,

bagiku dan gadis lainnya.

 

Kau bernama senja,

mengawali seluruh rangkaian pekerjaan malam,

penuh gelora iman.

 

Puisi: Hari Pahlawan, Kini

Sepuluh November

Hari yang penuh kenangan

Terasa gemuruh semangat perjuangan

 

Sepuluh November,

sejarah mencatat,

kegigihan pejuang bangsa,

pantang menyerah,

memertahankan kehormatan bangsa,

dengan segenap jiwa raga,

menuju yang jadi cita-cita seluruh bangsa.

 

Sepuluh November, kini …

telah tercatat pula,

berbagai sambutan gempita,

diperingatannya.

Berbagai kejadian telah menyambut,

Pages