22 April 2018

Andi Narogong

KPK Soroti Keterangan Andi Narogong Terkait Ganjar Pranowo Dalam Kasus e-KTP

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencermati fakta persidangan terkait Setya Novanto yang mendengar dari Andi Agustinus bahwa Ganjar Pranowo sudah mendapatkan jatah terkait proyek KTP-elektronik (KTP-e).

"Tadi kami juga dengar fakta persidangan seperti itu. Tentu saja fakta persidangan perlu dicermati terlebih dahulu. Misalnya, dikatakan Setya Novanto mendengar dari Andi Agustinus," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR Setya Novanto dilapori pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong bahwa Wakil Ketua Komisi II saat itu Ganjar Pranowo sudah mendapatkan jatah 500 ribu dolar AS terkait proyek KTP elektronik.

"Waktu Andi (Narogong) ke rumah saya itu, menyampaikan telah memberikan bantuan dana untuk teman-teman ke Komisi II dan banggar (Badan Anggaran), dan untuk Pak Ganjar sekitar bulan September 500 ribu dolar AS, itu disampaikan kepada saya," kata Setya Novanto dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan Novanto terkait pertemuannya dengan Ganjar Pranowo di Bandara Ngurah Rai Bali sekitar tahun 2011-2012. Novanto dalam pertemuan itu menyampaikan "jangan galak-galak" dan "apakah sudah selesai" terkait dengan proyek KTP-e yang anggarannya sedang dibahas di Komisi II.

"Tentu kami harus lihat kesesuaian bukti satu dengan yang lainnya. Barulah kami bisa mendalami fakta-fakta persidangan tersebut," ucap Febri.

Lebih lanjut, Febri menyatakan jika memang Novanto ingin membuka peran pihak lain dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor dan juga dalam proses pemeriksaan dalam penyidikan kasus KTP-e akan sangat terbuka bagi yang bersangkutan untuk menyampaikan keterangan.

"Meskipun keterangan tersebut harus kami kroscek dan kami pastikan kesesuaian atau tidak sesuainya dengan bukti-bukti atau saksi yang lain," ungkap Febri.

Kasus e-KTP: KPK Tak Puas Andi Narogong hanya Dijatuhi Vonis 8 Tahun

KONFRONTASI-KPK tak puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada pengusaha Andi Narogong dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik (KTP-e).

“KPK sudah menyatakan banding untuk putusan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan terdakwa Andi Agustinus,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (2/1).

JPU Tuntut Andi Narogong Bayar 2,1 Juta Dollar AS dan Rp 1,1 Miliar atau Dipenjara 3 Tahun

Konfrontasi - Terdakwa korupsi pengadaan e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong bukan hanya dituntut pidana penjara dan membayar denda. Yang bersangkutan juga dituntut membayar uang pengganti oleh jaksa penuntut umum KPK.

“Kami menuntut supaya terdakwa membayar uang pengganti 2,1 juta dollar AS dan Rp 1,1 miliar,” ujar jaksa Mufti Nur Irawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Novanto Ngotot Komitmen Fee Proyek e-KTP Dibayar Penuh

KONFRONTASI-Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong membeberkan fakta terkait ketua DPR Setya Novanto. Dalam kronologi pengerjaan proyek senilai Rp 5,9 triliun, Andi Narogong mengaku malu terhadap Novanto karena tidak memenuhi komitmen fee seperti yang telah dijanjikan.

Andi Narogong Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini Terkait Kasus Korupsi KTP Elektronik

KONFRONTASI -  Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik Andi Agustinus alias Andi Narogong akan menjalani sidang tuntutan, Kamis (7/12/2017).

Berdasarkan rilis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sidang tersebut diagendakan pada pagi ini.

Ingin Hidup Tenang, Andi Narogong Janji Kembalikan Keuntungan dari Proyek e-KTP

KONFRONTASI-Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong berjanji mengembalikan keuntungan dari proyek KTP elektronik (KTP-e) sebesar 2,5 juta dolar AS.

Andi Narogong: Kerugian Negara 20 Persen dari Total Anggaran e-KTP

KONFRONTASI-Pengusaha Andi Narogong mengakui kerugian negara mencapai 20 persen dari total anggaran pengadaan KTP-Elektronik.

Kasus e-KTP: Andi Narogong Merasa Dijadikan Seperti Bantargebang

KONFRONTASI-Andi Agustinus alias Andi Narogong, terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik, membeberkan semua fakta terkait dengan proyek e-KTP. Kepada majelis hakim, Andi mengungkapkan alasannya menceritakan semua fakta di balik tender proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

"Berjalannya waktu, saya itu enggak mau menyulitkan orang, tapi kok saya dijadikan Bantargebang, tempat pembuangan akhir dari semuanya," kata Andi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis, 30 November 2017.

Hakim Kaget Dengar Pengakuan Andi Narogong Berikan Jam Tangan Seharga Rp1,3 Miliar Pada Novanto

KONFRONTASI-Pengusaha Andi Narogong mengaku memberikan jam tangan seharga Rp1,3 miliar kepada Setya Novanto yang saat ini menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan KTP-E.

Kasus e-KTP: Andi Narogong Akui Beri Fee ke Kemendagri dan DPR Masing-masing 5 Persen

KONFRONTASI-Pengusaha Andi Narogong mengakui bahwa ada komitmen pembagian "fee" untuk DPR sebanyak 5 persen dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebesar 5 persen dari proyek KTP-Elektronik.

Pages