13 November 2019

amerika

Putin Sebut Tindakan AS pada Huawei Bisa Picu Konflik Sungguhan

KONFRONTASI-Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik tajam Amerika Serikat (AS) atas sikap terhadap perusahaan telekomunikasi Cina, Huawei. Menurut Putin, tindakan agresif yang ditujukan AS kepada Huawei tidak hanya dapat memicu perang dagang, tapi juga konflik sungguhan.

Putin menuding Washington menerapkan egoisme ekonomi yang tidak terkendali. Kampanye AS untuk membujuk negara-negara agar tak menggunakan produk Huawei dan menjegal proyek pipa gas dari Rusia ke Eropa menjadi manifestasi dari hal itu.

Iran Anggap Sanksi Baru AS Bukti Tak Ada Niat untuk Dialog

KONFRONTASI - Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap mereka membuktikan bahwa Washington tidak memiliki niat untuk menggelar pembicaraan dengan Teheran.

Sanksi baru AS terhadap Iran disampaikan hanya satu pekan setelah Presiden AS, Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyatakan bahwa AS siap melakukan pembicaraan dengan Iran, tanpa prasyarat apapun.

Pemerintah Amerika Masukkan Taiwan dalam Daftar Negara di Kemenhan AS

KONFRONTASI -  Pemerintah Amerika Serikat membuat langkah provokatif terhadap China dengan memasukkan

Kunjungi 196 Negara, Gadis Ini Pecahkan Rekor Dunia

KONFRONTASI-Lexie Alford nama wanita cantik 21 tahun asal Nevada, Amerika Serikat (AS) ini. Dia memecahkan rekor dunia sebagai orang termuda yang telah mengunjungi seluruh negara berdaulat di Bumi.

Total 196 negara berdaulat di dunia ini sudah dia kunjungi. Penjelajahannya dicatat Guinness World Record.

AS akan Akhiri Status Perdagangan Preferensial dengan India

KONFRONTASI- Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengakhiri status perdagangan preferensial, sebuah kebijakan yang ditetapkan untuk India. Rencana itu hendak direalisasikan pada pekan depan. 

Keputusan tersebut datang di tengah perselisihan antara AS dan India yang semakin mendalam tentang proteksionisme. India selama ini telah menjadi penerima manfaat terbesar dari skema yang memungkinkan barang-barang dari negara itu bebas pajak saat memasuki Amerika.

Perang Dagang Bikin China Sewot, AS Dituding Sebagai Teroris Ekonomi

KONFRONTASI-China makin sewot dengan perang dagang yang terus dilancarkan Amerika Serikat (AS). Negeri panda itupun  menuding AS melakukan "terorisme ekonomi" secara terang-terangan pada Kamis (30/5), menyusul hubungan perang dagang yang kian sengit di antara dua negara.

Tudingan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Zhang Hanhui saat menggelar konferensi pers terkait kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Rusia pekan depan.

AS Walk Out dari Konferensi Perlucutan Senjata Venezuela

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) melakukan aksi 'walk out' saat Konferensi Perlucutan Senjata pada Selasa untuk memprotes Venezeula yang mendapat giliran menduduki kursi presiden forum yang didukung PBB - seperti yang dilakukan tahun lalu saat Suriah memimpin forum tersebut.

"Kami harus berupaya melakukan apa yang dapat kami lakukan untuk mencegah negara-negara seperti ini memimpin badan internasional," kata duta pelucutan senjata AS Robert Wood kepada awak media usai mengikuti sidang di Jenewa.

Washington Izinkan Jenazah Manusia Dijadikan Kompos untuk Tanaman

KONFRONTASI-Jenazah biasanya dikubur atau dikremasi. Kini ada cara yang lebih ramah lingkungan, murah, dan hemat tempat: dikomposkan. Dilansir CNN, Washington menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat (AS) yang mengizinkan pengomposan jenazah.

Jenazah yang dikomposkan akan ditutup dengan jerami, serpihan kayu, dan berbagai material lain. Dalam 3-7 minggu, dia akan berubah menjadi tanah sekitar 2 gerobak.

Sepertinya AS Bakal Serang Iran

KONFRONTASI-AS kemungkinan besar akan menyerang fasilitas-fasilitas yang dimiliki Iran di kawasan Teluk Persia. Beberapa indikasi menunjukkan ke arah sana.

Kemarin siang, misalnya, seperti dilaporkan VOA, Jumat (24/5/2019), Penjabat Menteri Pertahanan Pat Shanahan, Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal Joseph Dunford, dan beberapa pejabat AS Gedung Putih memaparkan kepada Presiden Donald Trump berbagai opsi, termasuk kemungkinan mengirim ribuan pasukan AS ke Timur Tengah.

Garda Revolusi: AS Tak akan Berani Serang Iran

KONFRONTASI-Amerika Serikat dan para pendukungnya tidak berani menyerang Iran karena "semangat perlawanannya", kata seorang panglima Garda Revolusi Iran, Rabu. 

Ketegangan telah meningkat antara Iran dan AS setelah Washington mengerahkan tambahan pasukan militer ke Timur Tengah, termasuk kapal induk pengangkut pesawat B-52 dan peluru-peluru kendali Patriot, untuk unjuk kekuatan terhadap apa yang dikatakan para pejabat AS sebagai ancaman-ancaman Iran terhadap tentara dan kepentingannya di kawasan itu.

Pages