19 May 2019

Amerika Serikat

Mata Uang Lira Anjlok , Gara-gara Turki dan Amerika Serikat 'Gagal' Atasi Sengketa

KONFRONTASI -   Turki dan Amerika Serikat gagal menyelesaikan sengketa antara kedua negara yang menyebabkan mata uang Turki, lira, anjlok ke titik terendah.

Paling Tidak Ada Lima Alasan Yang Membuat TNI Lebih Unggul Dari Pasukan Khusus Amerika Serikat

KONFRONTASI  -   Amerika serikat adalah Negara adidaya hingga saat ini. selain kuat secara ekonomi, militer mereka pun kuat karena di dukung oleh teknologi serta persenjataan yang lengkap. Di film film Hollywood, kita sering menyaksikan kehebatan dari pasukan pasukan khusus AS seperti Green Barret, Navy Seal serta Air Force One.

Gelar ARF, Bakamla Gandeng Kemlu dan Amerika Serikat

KONFRONTASI - Badan Keamanan Laut RI bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah Amerika Serikat mengadakan kegiatan Asean Regional Forum (ARF) Best Practices in Maritime Data Analysis to Strengthen Regional Maritime Security. Kegiatan ini dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Bakamla RI, Dade Ruskandar, S.H., M.H. selaku ketua panitia.

Kenapa AS Keluar dari Dewan HAM PBB?

KONFRONTASI -  Pemerintah Amerika Serikat (AS) hari Selasa mengumumkan resmi keluar dari Dewan HAM PBB, dan menuduh Dewan itu “sejak lama telah menjadi pelindung pelanggar hak asasi manusia dan tempat kotor yang penuh bias politik.”

Wakil tetap Amerika untuk PBB Nikki Haley mengumumkan hari Selasa di departemen luar negeri Amerika bahwa “sudah jelas bahwa seruan kami supaya diadakan reformasi di Dewan HAM PBB itu tidak diperhatikan, dan para pelanggar HAM terus duduk dan diangkat untuk duduk dalam Dewan itu.”

Amerika Serikat Siap Bantu Indonesia Ungkap Dalang Aksi Teror

KONFRONTASI -  Pemerintah Amerika Serikat (AS) ikut mengutuk rentetan serangan teroris yang melanda wilayah Indonesia, khususnya yang terjadi di tiga gereja di Surabaya.  

Wakil Duta Besar Amerika Serikat (AS)  untuk Indonesia, Erin Mckee menegaskan aksi terorisme tersebut secara otomatis telah menyerang perdamaian yang sudah terbangun.

Dolar Amerika Serikat Melemah, Data Tenaga Kerja AS Tak Banyak Berpengaruh

KONFRONTASI   -  Dolar Amerika Serikat bergerak pada kisaran level tertinggi tahun 2018 ini, pada Senin (7/5/2018) setelah data tenaga kerja dan upah AS tidak banyak mempengaruhi persepsi kekuatan perekonomian AS, meskipun kekhawatiran mengenai friksi perdagangan bisa mengaburkan outlook ekonomi.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya, terpantau melemah 0,1% atau 0,088 poin ke level 92,478 pada pukul 8.33 WIB,

Hoax Pengaruhi Pilpres AS 2016?

Konfrontasi - Studi dari Ohio State University mengemukakan berita palsu mungkin saja berperan dalam memenangkan Donald Trump pada Pemilu Presiden Amerika Serikat 2016 lalu.

Ketegangan China-AS Meningkat, Harga Minyak Mentah Turun

Konfrontasi - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB (7/4/2018), karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat menekan sentimen para investor.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (5/4) mengancam akan mengenakan tarif atas 100 miliar dolar AS produk-produk impor dari Tiongkok, meningkatkan ketegangan perdagangan dan menjerumuskan pertumbuhan ekonomi ke dalam ketidakpastian.

Generasi Muda AS Mulai Terpengaruhi Teori Bumi Datar

Konfrontasi - Maraknya teori konspirasi Bumi datar ternyata mampu memengaruhi pola pikir generasi muda di Amerika Serikat mengenai bentuk Planet Biru ini.

Sebuah survei oleh firma analisis bernama YouGov menunjukkan bahwa hanya 66% milenial usia muda di Amerika Serikat yang meyakini Bumi memiliki bentuk bulat. Milenial usia muda dalam survei tersebut berada di kisaran umur 18-24 tahun.

Inggris dan AS Geger, Puluhan Juta Profil Facebook Dimanipulasi untuk Trump

Konfrontasi - Sebuah perusahaan penganalisis data yang bekerja untuk Tim Sukses Donald Trump pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016 dan kampanye memenangkan Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, diketahui telah memanen jutaan profil pengguna Facebook yang menjadi pemilih Amerika Serikat pada Pemilu 2016.

The Guardian menyebut skandal ini sebagai salah satu pembobolan data terbesar perusahaan raksasa IT tersebut yang hasilnya dimanfaatkan untuk membuat program software canggih yang bisa memprediksi dan mempengaruhi pilihan orang di kotak suara Pemilu.

Seorang whistleblower mengungkapkan kepada surat kabar Inggris The Observer mengenai bagaimana perusahaan bernama Cambridge Analytica yang dimiliki miliarder pengelola dana Robert Mercer dan dikepalai mantan penasihat utam Trump bernama Steve Bannon itu memanfaatkan informasi pribadi yang didapat tanpa izin pada awal 2014 untuk membangun sistem yang bisa memprofilkan para pemilih AS sehingga menjadi sasaran iklan politik pribadi tim sukses Trump.

Christopher Wylie, yang bekerja untuk Universitas Cambridge guna mendapatkan data itu berkata kepada The Observer: "Kami mengeksploitasi Facebook untuk memanen jutaan profil orang. Dan membangun model-model untuk mengeksploitasi apa yang kami ketahui soal profil-profil itu dan membidik lingkaran terdalam profil-profil itu.  Itu adalah basis yang sepenuhnya dibangun perusahaan itu."

Dokumen-dokumen yang diperlihatkan kepada Observer yang kemudian dibenarkan Facebook, menunjukkan bahwa pada akhir 2015 perusahaan analisis data itu telah memanen data dalam jumlah tak terkira. Saat itu perusahaan itu tidak mewanti-wanti pengguna dan hanya mengambil langkah seperlunya untuk mengamankan informasi pribadi milik 50 juta orang.

New York Times melaporkan bahwa salinan data yang dipanen Cambridge Analytica masih bisa ditemukan secara online, bahkan tim reportase mereka mendapati data mentahnya.

Pages