19 May 2019

Amerika Serikat

Donald Trump akan Kunjungi 'Kota Neraka'

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengunjungi wilayah terdampak kebakaran hutan di California pada hari ini, Sabtu 17 November 2018. Trump akan mengamati dampak kerusakan dan juga menyapa sejumlah korban selamat.

Dalam wawancara dengan kantor berita Fox News menjelang kunjungan, Trump kembali menyinggung klaimnya bahwa kebakaran hutan California ini disebabkan buruknya manajemen dinas kehutanan setempat.

CIA Tuding Putra Mahkota Saudi Dalang Pembunuhan Khashoggi

Konfrontasi - Badan intelijen Amerika Serikat, CIA, yakin bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman, memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi, sebut media AS.

Sumber yang dekat dengan badan intelijen itu menyebut CIA sudah menganalisa bukti-bukti yang ada secara mendetail.

Kendati tidak terdapat bukti yang mengarahkan pembunuhan itu secara langsung terhadap sang pangeran, namun pejabat AS mengatakan operasi tersebut membutuhkan persetujuan putra mahkota.

Kerajaan Arab Saudi membantah tudingan tersebut dan mengatakan Pangeran Mohammad bin Salman tidak mengetahui mengenai upaya pembunuhan tersebut.

Saudi bersikukuh Khashoggi terbunuh dalam aksi ‘operasi liar’.

Di sisi lain, pada Sabtu (17/11/2018) Wakil Presidan AS Mike Pence bersumpah akan membuat pembunuh Khashoggi bertanggung jawab.

Berbicara di sela-sela konferensi tingkat tinggi di Papua Nugini, Pence mengatakan AS akan “berusaha dengan sekuat tenaga mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.”

Khashoggi tewas di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober silam. Hingga kini jenazahnya belum ditemukan.

Turki menyebut perintah pembunuhan itu datang dari tingkat tertinggi pemerintahan Saudi.

Koran The Washington Post, tempat Khashoggi bekerja, menyebut pemeriksaan CIA sebagian berdasarkan pada panggilan telepon dari kakak putra mahkota, Pangeran Khaled bin Salman, yang merupakan duta besar Saudi untuk AS.

Pangeran Khaled diduga menghubungi Khashoggi atas perintah putra mahkota dan meyakinkan sang jurnalis bahwa aman baginya untuk mendatangi konsulat.

Namun, Pangeran Khaled mengatakan dia sudah tidak berkomunikasi dengan Khashoggi nyaris selama satu tahun. Dia juga membantah ‘menganjurkan’ Khashoggi – yang tengah berada di London untuk mengikuti konferensi sebelum menghilang – untuk pergi ke Turki demi alasan apapun.

Gedung Putih maupun Kementerian Luar Negeri AS belum berkomentar apapun terkait perkembangan yang dilaporkan CIA, namun sumber menyebut kedua lembaga pemerintahan itu sudah mendapat informasi mengenai kesimpulan CIA.

Selain itu, CIA juga memeriksa panggilan telepon kepada asisten senior Pangeran Mohammad bin Salman, dari tim yang melakukan pembunuhan.

Sumber dari media AS menekankan bahwa tidak ada satu pun bukti yang mengarah langsung pada putra mahkota, namun CIA yakin pelaksanaan operasi tersebut membutuhkan persetujuannya.

“Pemahaman yang bisa diterima adalah tidak mungkin hal ini terlaksana tanpa sepengetahuan ataupun persetujuan putra mahkota,” tulis The Washington Post, mengutip sumber tersebut.

Apa kata Saudi tentang pembunuhan Khashoggi?

Turki Tolak Penukaran Ekstradisi Fethullah Gulen dengan Khashoggi

Konfrontasi - Turki mengesampingkan kesepakatan apapun dengan Amerika Serikat untuk menurunkan penyelidikannya atas pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi jika AS mengusir ulama yang Ankara katakan berada di belakang kudeta gagal dua tahun lalu.

Api Ubah California dari 'Surga' Menjadi 'Neraka'

Konfrontasi - Kota Paradise di California kini berubah menjadi bak 'neraka' usai dilanda salah satu kebakaran terdahsyat di negara bagian California, Amerika Serikat. Paradise, atau Surga dalam Bahasa Indonesia, kini sudah hampir tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda kehidupan.

"Kehancuran akibat kebakaran ini luar biasa besar," ucap Mark Nees, salah satu petugas pemadam yang didatangkan dari Oregon ke California.

Amerika Serikat Setop Isi Bahan Bakar Buat Jet Saudi untuk Perang Yaman

KONFRONTASI  -   Arab Saudi dan Amerika Serikat sepakat untuk mengakhiri pengisian bahan bakar pesawat AS dari koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman.

Hal itu mengakahiri aspek dukungan AS terhadap perang yang telah membuat Yaman masuk ke jurang kelaparan. Langkah yang diumumkan oleh koalisi itu pada Sabtu dan dibenarkan oleh Washington, terjadi pada saat Riyadh sedang dalam tekanan. 

Kebijakan Baru Trump Semakin Tak Ramah untuk Imigran

Konfrontasi - Pemilu sela telah usai. Di beberapa negara bagian, penghitungan suara masih berlangsung. Termasuk di Negara Bagian Georgia. Namun, Presiden Donald Trump tidak mau terlalu lama larut dalam euforia kemenangan Partai Republik di senat atau kekalahan timnya di House of Representatives. Kamis (8/11) dia langsung mengumumkan kebijakan imigrasi anyar.

"Kami hanya berusaha menertibkan jalur pengajuan suaka di perbatasan agar semakin efektif," kata seorang pejabat Departemen Dalam Negeri dalam jumpa pers.

Tensi Dagang Tinggi, AS-China Harus Hindari Konflik Militer

Konfrontasi - China dan Amerika Serikat (AS) harus menghindari konflik militer yang tidak disengaja mengingat saat ini tensi dagang antar kedua negara tengah tinggi.

China dan AS harus membahas cara-cara untuk menghindari konflik yang tidak disengaja, kata Menteri Pertahanan China Wei Fenghe kepada rekan sejawatnya di AS, Menteri Pertahanan James Mattis, pada pertemuan di Washington Jumat (9/11/2018), setelah insiden kelautan antara kedua negara bulan lalu.

Kebakaran Jenggot, Trump Ancam Pecat Semua yang Menyelidikinya

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha terlihat santai menanggapi kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela. Namun, keputusannya memecat Jeff Session dari jabatan jaksa agung mengatakan sebaliknya. Dia tahu, Demokrat bakal mendukung penyelidikan skandal pemilu 2016.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa dirinya terbuka untuk bekerja sama dengan Demokrat. Tapi, jika House of Representatives yang dikuasai Demokrat menyelidiki pemerintahannya, prospek kerja sama itu bisa terhalang.

Korut Ancam Kembali Produksi Nuklir Jika AS Langgar Janji

Konfrontasi - Korea Utara (Korut) memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan serius mempertimbangkan untuk kembali mengembangkan rudal balistik jika AS tak segera mencabut sanksi ekonomi.

Pernyataan ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Korut atas nama direktur untuk Studi Amerika. 

"Pengembangan rudal mungkin akan kami pertimbangkan lagi secara serius jika AS tak mencabut sanksi ekonomi yang keras itu," sebut pernyataan Kemenlu Korut dikutip dari KCNA, Minggu (4/11/2018).

Lihat Tumpukkan Popok Bekas 'Mermaid' Cantik Pingsan

Konfrontasi - Seorang aktivis lingkungan dari Amerika Serikat sempat pingsan saat mengikuti aksi bersih-bersih sungai bersama LSM Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton). Aktivis cantik bernama Kate Nelson, sempat pingsan setelah melihat tumpukan popok bekas di permukaan air sungai.

Pages