19 June 2019

Amerika Serikat

Trump Tawarkan Kewarganegaraan bagi Imigran Ilegal, Ini Syaratnya

Konfrontasi - Gedung Putih mengumumkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan proposal baru ke Kongres.

Proposal tersebut berisi tawaran pemberian kewarganegaraan kepada sekitar 1,8 juta imigran ilegal untuk periode 10-12 tahun ke depan.

Donald Trump menyuguhkan proposal itu menjelang pembahasan anggaran baru pemerintah untuk bulan Februari.

Proposal tersebut juga ditujukan untuk imigran muda yang masuk dalam program Penangguhan Tindakan bagi Imigran Anak-anak (DACA).

DACA menjadi salah satu penyebab utama pembahasan anggaran menjadi alot dan membuat pemerintahan federal AS mengalami penghentian pelayanan atau shutdown pada hari Sabtu, 20 Januari 2018.

Anggota Senat asal Partai Republik, Tom Cotton, menyambut baik rencana presiden AS ke-45 itu.

"Presiden sangat murah hati, manusiawi, tetapi juga memegang teguh keputusannya," ujar Cotton dikutip dari BBC, Jumat (26/1/2018).

Namun, anggota Senat dari kubu Demokrat meradang dan menyebut bahwa Donald Trump sengaja menahan "Dreamers" -- sebutan untuk imigran muda ilegal -- agar kepentingannya berhasil.

"Miliaran pajak Amerika Serikat seharusnya tidak dihamburkan hanya demi sebongkah tembok," tegas Dick Durbin.

Anggota Demokrat lainnya, Bob Menendez, menuduh proposal tersebut hanyalah langkah kompromi kelompok sayap kanan.

"Rencana Gedung Putih hanyalah bentuk supremasi kulit putih," demikian pernyataan organisasi imigran muda United We Dream.

Siramkan Air Panas, Bule AS di Bali Dihajar Suami Sendiri

Konfrontasi - Warga negara asing (WNA) bernama Olya Lapina (44) yang kini tinggal di kawasan Sanur, Denpasar, Bali menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pemegang paspor Amerika Serikat (AS) itu dihajar oleh suaminya, I Made Buda (44), warga Jalan Kesari II No 4 Gang Tegal, Sanur, Denpasar Selatan.

Made menghajar istrinya pada Jumat lalu (19/1) di Pantai Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida. Akibatnya, Lapina mengalami luka robek pada bibir bagian bawah dan benjol pada kepala belakang.

Amerika Serikat Mulai Khawatirkan Bitcoin

Konfrontasi - Regulator sekuritas Amerika Serikat meminta kepada industri pendanaan memberikan jawaban atas masalah bitcoin dan criptocurrency lainnya.

Kepala divisi utama di Komisi Sekuritas dan Bursa Efek AS merinci kekhawatiran menyangkut perdagangan investasi liar. Mereka juga bertanya apakah investor dapat memahami risikonya dan bagaimana mengatasi kekhawatiran bahwa pasar bitcoin dapat dimanipulasi.

Rupiah Diuntungkan Dengan Government Shutdown AS

Konfrontasi - Munculnya kembali kekhawatiran terhadap terjadinya Government Shutdown jelang pertemuan Kongres AS pada Jumat lalu (19/1) membuat laju nilai tukar Dollar Amerika Serikat melemah. Imbasnya tentu positif bagi Rupiah.

Alasan Trump Pilih Pemerintah Tutup

Konfrontasi - Pemerintah federal Amerika Serikat mengalami shutdown setelah Senat tak mampu mencapai kesepakatan soal anggaran. Alotnya perdebatan di Senat Amerika Serikat dipicu isu imigrasi.

Demokrat ingin rencana anggaran yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump mencakup perlindungan permanen untuk 700 ribu imigran muda yang masuk program Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA).

Apple Berencana Bangun 'UFO' Baru

Konfrontasi - Setelah hampir lima tahun, pembangunan gedung perkantoran terbaru Apple rampung, bangunan yang berbentuk mirip UFO direncanakan akan membuat kembarannya.

Apple berencana membangun kampus Apple baru dan mempekerjakan 20 ribu orang dalam lima tahun. Sebagai komitmen senilai USD350 juta terhadap perekonomian AS.

Seperi dilansir dari The, Star, Komitmen yang diumumkan Rabu (17/1) adalah dampak dari perombakan sistem perpajakan yang diusung Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Kongres bulan lalu.

Selain menurunkan tarif standar pajak perusahaan secara dramatis, reformasi pajak itu juga menawarkan penghapusan pajak untuk uang tunai yang ditahan di luar negeri.

Apple berencana memanfaatkan klausul itu untuk membawa masuk kembali lebih dari 250 miliar dolar uang tunai di luar negeri, yang akan menghasilkan tagihan pajak sekitar 38 miliar dolar. 

Perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California ini, mengatakan akan mengumumkan lokasi kampus kedua untuk pelayanan konsumen, tahun ini.
Mendiang Steve Jobs meluncurkan proyek pada 2011 silam. Rencananya, markas ini akan selesai pada 2015. Sayang, prosesnya terhambat karena persetujuan yang panjang sehingga pelaksanaan konstruksi tertunda. 

Gedung kantor itu belum sepenuhnya berdiri layaknya bangunan melingkar, sebuah video memperlihatkan update pembangunan Apple Campus 2 per April 2016.

Nilai bangunan tersebut diperkirakan mencapai USD 5 triliun yang jika dikonversi ke mata uang Indonesia sekitar Rp65.775 triliun.

Senator Schumer: Trump yang Harus Disalahkan karena "Shutdown"

Konfrontasi - Anggota Senat Amerika Serikat (AS) asal Partai Demokrat, Chuck Schumer, menanggapi tudingan yang diarahkan kubu Presiden Donald Trump kepadanya.

Pasca-AS mengalami penghentian pelayanan pemerintahan (Government Shutdown), Gedung Putih langsung melansir pernyataan yang menuduh Schumer seharusnya bertanggung jawab atas insiden itu.

Sebab, karena Schumer getol memperjuangkan program perlindungan imigran anak-anak (DACA), maka Kongres dan pemerintah gagal mencapai kesepakatan soal anggaran 2018.

Kapal Perang AS Dituduh Langgar Kedaulatan China

Konfrontasi - Kementerian Luar Negeri China menuduh sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) melanggar kedaulatan Beijing karena memasuki perairan teritorialnya tanpa izin. China menyatakan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatannya.

Pada 17 Januari 2018 petang, kapal perang USS Hopper muncul dalam jarak 12 mil laut dari Pulau Huangyan di Laut China Selatan. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri China di situsnya pada hari Sabtu (20/1/2018).

Jepang Kecam Militer AS Terbangkan Pesawat di Atas Sekolah

Konfrontasi - Jepang kecam militer Amerika Serikat pada Jumat (19/1/2018), karena melanggar janji untuk menghindari terbang di atas sekolah yang berada di sebelah pangkalannya di Okinawa, yang merupakan perselisihan langka dengan sekutu utama Tokyo.

Sekolah yang berada di sebelah pangkalan Futenma di Pulau Okinawa telah menjadi titik pusat kejengkelan Jepang atas kehadiran AS di pulau tersebut, sejak sebuah jendela jatuh dari helikopter Angkatan Laut AS ke taman bermain pada bulan lalu.

Ini yang Terjadi Ketika Anda Tidak Menghabiskan Sabun di Hotel, Daur Ulang

Konfrontasi - Salah satu fasilitas hotel yang bakal Anda terima adalah peralatan mandi. Di antaranya adalah handuk, sabun, shampo, sikat dan pasta gigi, dan termasuk di dalamnya penutup kepala, sisirm serta korek kuping. Semuanya mesti ada tertata rapi di kamar mandi hotel.

Nah,mungkin Anda tidak tahu bahwa keberadaan peralatan mandi itu sebagai salah satu syarat hotel mendapatkan predikat bintang. Jadi, semakin lengkap dan berkualitas peralatan mandinya, maka persyaratan kenaikan bintang itu akan bisa dicapai. Ya, dengan standar perhotelan lainnya juga.

Namun, tahukah Anda apa yang dilakukan pihak hotel ketika Anda tidak menghabiskan sabun mandinya?

Dikutip dari Top Buzz, ternyata di luar negeri dibentuk komunitas atau lembaga yang khusus untuk mengumpulkan sabun hotel yang tidak terpakai atau tidak selesai dihabiskan. Adalah Clean The World (CTW). Komunitas ini coba untuk mendaur ulang sabun hotel dan menyumbangkannya ke negara-negara miskin di dunia.

https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 19 406 1847399 ini-yang-terjadi-ketika-anda-tidak-menghabiskan-sabun-di-hotel-4G3HFbwouL.jpg

Berdasarkan data yag dimiliki, sekitar 1 juta sabun disebar di seluruh Amerika. Angka itupun tidak semuanya terakumulasi. Jadi, dipastiakn masih ada banyak lagi sabun batangan yang disebarkan di seluruh hotel yang ada di Amerika.

Dijelaskan Pendiri dan CEO CTW Shawn Siepler, perusahaan yang dia pegang itu melakukan hal yang mungkin tidak banyak orang pikirkan. Daripada hanya dijadikan smapah dan tidak dipergunakan secara maksimal, makanya dia coba mengumpulkan sabun-sabun itu dan mencoba untuk mendaur ulangnya.

“Intinya, kami sadar bahwa di belahan dunia sana masih banyak negara yang tidak memiliki sanitasi yang baik dan kami mencoba untuk membantunya,” terangnya.

Lebih lanjut lagi, Shwan menjelaskan bahwa kebersihan merupakan salah satu hal yang penting dalam berkehiodupan. Ketika kebersihan tubuh tidak terjaga dengan baik, maka masalah kesehatan pun semakin tinggi untuk menghampiri manusia. Siapa yang ingin sakit?

Pages