21 February 2017

Amerika Serikat

Satu Juta Rakyat Amerika Serikat Tandatangani Petisi Pemakzulan Donald Trump

KONFRONTASI   -  Belum seratus hari kerja, hampir sejuta orang ingin memakzulkan Donald Trump dari kursi Presiden Amerika Serikat. Dilansir di laman Impeach Trump Now, kemarin, sudah ada 880.740 orang yang membubuhkan tanda tangan dalam petisi yang digulirkan untuk menjatuhkan Trump. Petisi yang dibuat oleh 'Free Speech of People' dan 'RoosAction' ini mulai digulirkan sejak Trump dilantik 20 Januari 2017.

Lagu Era Nazi Dinyanyikan di Piala Fed, Jerman Berang

Konfrontasi - Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) meminta maaf pasca-insiden dinyanyikannya lagu Jerman yang kerap dikaitkan dengan Nazi di sebuah turnamen di Hawaii.

Lagu yang kalimat pertamanya itu berbunyi, "Jerman, Jerman di atas segalanya" dinyanyikan oleh solois pria di Piala Fed. Demikian seperti dilansir BBC, Minggu, (12/2/2017).

Dikenal Suka Mencaci, Dua Teori Ini Ungkap Mengapa Trump Hobi Mencaci

Konfrontasi - Belum juga sebulan berkuasa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung menyedot perhatian manusia dan media massa sejagat. Di antara yang paling disorot media massa adalah kebiasaan Trump menghardik, mencerca dan mengejek, termasuk kepada hakim dan sistem peradilan AS yang bukan wilayah kewenangannya.

Pangeran Saudi Pastikan Hubungan Arab-AS Tak Mungkin Rusak

Konfrontasi - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Nayef menegaskan hubungan antara Arab Saudi dengan Amerika Serikat adalah hubungan yang bersifat historis dan strategis.

Pernyataan itu disampaikannya pada kesempatan kunjungan Direktur CIA Mike Pompeo ke Riyadh. Ini adalah kunjungan pertama kepada Kerajaan Arab Saudi dari pejabat administrasi senior yang diangkat Trump.

Survei 5 Negara Perusak NKRI, Tiongkok Paling Nomor Satu

Konfrontasi - Media Survei Nasional (Median) pada 29 Januari hingga 2 Februari lalu menggelar jajak pendapat tentang pandangan responden terkait negara-negara yang dikhawatirkan menjadi ancaman bagi NKRI. Hasilnya, ada lima negara yang menjadi ancaman utama bagi Indonesia.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, responden menempatkan Tiongkok sebagai ancaman utama. “Ada 40,7 persen responden menjawab Tiongkok saat ditanya negara mana yang paling dikhawatirkan bisa mengancam atau merugikan Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/2).

Ini Isi Dokumen Pembangunan Tembok Perbatasan AS-Meksiko yang Bocor ke Publik

Konfrontasi - Perjuangan Presiden AS Donald Trump untuk mewujudkan rencananya membangun tembok pembatas antara AS dan Meksiko akan sangat berat. Sebuah dokumen yang bocor ke Reuters menyebutkan rencana tersebut membutuhkan dana hingga US$26 miliar, dan waktu pembangunan yang diperkirakan lebih dari tiga tahun.

Demokrasi Amerika Masih Hidup

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Hari ini satu berita yang menggembirakan banyak orang di Amerika, khususnya komunitas Muslim. Dan lebih khusus lagi komunitas Muslim dari tujuh negara yang dilarang oleh Donald Trump masuk Amerika. Ketujuh negara itu adalah Iran, Irak, Suriah, Libia, Yaman, Sudan dan Somalia. Mereka dilarang masuk Amerika dengan alasan menjaga keamanan Amerika dari serangan teror dari luar.

Negara-negara Ini Jadi Musuh Donald Trump

KONFRONTASI - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersumpah untuk segalanya menomorsatukan Amerika lewat jargon "America first."  Tidak seperti presiden-presiden AS sebelumnya, Donald Trump benar-benar mengubah pandangan tradisional bangsanya mengenai siapa musuh dan sahabat Amerika.

Menurut kolomnis The Atlantic Jeffrey Goldberg, Trump telah membuat sekutu-sekutu dan musuh-musuh AS menjadi campur aduk, tidak jelas, siapa musuh, siapa sekutu.

Uber Berikan Kompensasi Bagi Supir yang Terkena Kebijakan Trump

Konfrontasi - Travis Kalanick, bos Uber, memberikan kompensasi bagi sopir aplikasi perjalanan tersebut yang dideportasi dari Amerika Serikat, sebagai akibat dari perintah eksekutif Presiden Donald Trump.

Informasi pemberian kompensasi itu diinformasikan lewat surat elektronik (surel) kepada karyawan Uber. Surel dikirimkan pada Sabtu kemarin.

Kebijakan Larangan Muslim Masuk AS Ditolak Google Hingga Apple

Konfrontasi - Perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat (AS), Google dan Apple ikut mengomentari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang warga dari tujuh negara mayoritas muslim memasuki AS.

Industri teknologi AS bergantung kepada insinyur asing dan ahli teknik lainnya yang tercemin dalam persentase tenaga kerja yang cukup besar. “Saya ikut prihatin” terhadap kebijakan Trump tentang imigrasi, CEO Apple Tim Cook menulis memo kepada para karyawan yang diperoleh Associated Press. “Ini bukan kebijakan yang kami dukung.”

Pages