29 March 2020

Amerika Serikat

Perhatian Dunia Fokus ke Tiongkok dan Amerika Serikat

Oleh: Gou Haodong

 

COVID-19 menyebar bagaikan kebakaran hutan pada musim kemarau. Jumlah kasus positif virus COVID-19 tumbuh secara eksponensial.

Setiap negara sedang berjuang melawan wabah ini dan beberapa di antaranya sedang melakukan “perang” yang sangat sengit terhadap wabah ini. Ekonomi global mungkin akan menghadapi tantangan paling berat sejak Depresi Besar pada 1930-an.

Indonesia Batal Beli Su-35?, Amerika Serikat Harus Tawarkan Jet Tempur Mematikan Sebagai Ganti

KONFRONTASI -   Tak ada angin tak ada hujan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba menekan Indonesia agar membatalkan pembelian Super Flanker Sukhoi Su-35 dari Rusia.

Amerika Serikat Menyerah Kalah Pada Imaroh Islam Taliban Usai Perang 18 Tahun & Kas Ludes US$ 2 Triliun

KONFRONTASI -    Konstelasi politik international menarik dicermati karena penuh dinamisasi dan kejutan. Di saat muslim mengalami perlakuan hina bahkan pembantaian di India, juga Uyghur di China, Rohingya di Myanmar, muncul harapan baru dari negerinya imam Abu Dawud, Afghanistan. USA beserta pasukan sekutu NATO nya mengajukan perdamaian ( = menyerah kalah ? ) pada imaroh islam taliban di kota Doha Qatar.

Teddy Akui Selama di Amerika Serikat Jadi Tukang Pijat

KONFRONTASI -  SUAMI almarhumah Lina Jubaedah, Teddy tak membantah bahwa selama bertahun kerja di Amerika Serikat, dia menjadi tukang pijat.

Ini menjawab pernyataan mantan istrinya Siti Mujayanah alias Icha, yang sempat ramai diberitakan. Icha mengatakan Teddy bukanlah orang kaya. ”
“Pekerjaannya mijit. Mijit di Amerika itu. Mijit perempuan, laki,” ungkap Icha, beberapa waktu lalu.

Palestina Tak Sudi Terima Peta Perdamaian Ala Trump

KONFRONTASI-Palestina menolak dengan sangat tegas rencana perdamaian di Timur Tengah yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena telah dianggap berpihak pada Israel.

Berselang beberapa jam setelah Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan isi proposal perdamaian sepihaknya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengadakan konferensi pers di Ramallah, Tepi Barat, Rabu (29/1).

Ratusan Warga Amerika Kecam Pembunuhan Jenderal Iran

Konfrontasi - Aksi militer Amerika Serikat yang menewaskan komandan militer Iran, Qassem Soleimani dikecam sebagian warganya sendiri. Demonstran turun ke jalan di berbagai lokasi, Sabtu (4/1/2020), guna mengecam serangan tersebut dan keterlibatan AS dalam konflik di Timur Tengah secara umum.

"Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian. AS angkat kaki dari Timur Tengah!," teriak ratusan demonstran di depan Gedung Putih sebelum menuju Trump International Hotel, yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.

Butut Terbunuhnya Panglima Militer Iran dan Irak, AS Perbarui Sistem Peringatan Terorisme Nasional

Konfrontasi - Pada Sabtu (4/1/2020), Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat memperbarui Sistem Peringatan Terorisme Nasional (NTAS) di tengah memanasnya hubungan dengan Iran. Hubungan AS-Iran memanas setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pasukannya menyerang rombongan Panglima Garda Revolusi Iran, Qassim Sulaimani pada Jumat (3/1).

Israel Waspada Usai Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran

Konfrontasi - Israel menggelar rapat keamanan darurat setelah Amerika Serikat (AS) menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran dalam serangan drone di Irak. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mempersingkat kunjungan kenegaraan di Yunani untuk pulang lebih awal.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/1/2019), Menteri Pertahanan Israel, Naftali Bennett, memimpin rapat jajaran keamanan yang dihadiri para komandan militer Israel, Dewan Keamanan Nasional dan badan intelijen Mossad. 

Amerika Serikat akan Kirim 3.500 Pasukan ke Timur Tengah Usai Bunuh Jenderal Iran

Konfrontasi - Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan lebih dari 3.500 tentara tambahan ke kawasan Timur Tengah. Pengerahan ini diumumkan setelah serangan drone militer AS menewaskan Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak.

Amerika Serikat Tanggung Resiko Setelah Bunuh Jenderal Iran, Wall Street babak Belur

KONFRONTASI -  Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, rontok pada perdagangan Jumat (3/1/2020) setelah Negeri Paman Sam menlancarkan serangan udara dan membunuh pemimpin militer tertinggi Iran. Serangan tersebut meningkatkan tensi geopolitik di Timur Tengah dan membuat investor khawatir.

Indeks Dow Jones Industrial Avarege ambles 0,6% ke level 28.634,88, koreksi harian terbesar sejak Desember 2019. Lalu indeks S&P 500 terkoreksi 0,7% ke level 3.234,85 dan indeks Nasdaq terkoreksi 0,8% ke level 9.020,77.

Pages