23 May 2019

amerika

Trump Masukkan Huawei dalam Daftar Hitam Perdagangan

KONFRONTASI-AS seperti makan buah simalakama. Mereka memasukkan Huawei dalam daftar hitam perdagangan dan melarang ekspor ke perusahaan asal Tiongkok itu. Namun, keputusan tersebut ditengarai justru merugikan AS belasan miliar. Sebab, selama ini perusahaan penyuplai peralatan telekomunikasi terbesar di dunia itu membeli komponen AS.

Turki Kecam Keras Pembakaran Masjid di AS

KONFRONTASI-Serangan pembakaran pada akhir pekan lalu terhadap satu masjid di Negara Bagian Connecticut, AS, telah mengakibatkan kerusakan besar, kata satu badan resmi Turki pada Senin (13/5).

Di dalam satu pernyataan, Atase Urusan Agama di Konsulat Jenderal Turki di New York mengatakan penyelidikan sedang dilakukan mengenai penyebab kebakaran di Masjid Diyanet di Kota New Haven dan upaya terus dilakukan untuk membekuk para pelakunya.

Trump Terus Hajar Tiongkok, Perang Dagang Makin Panas

KONFRONTASI-Presiden AS Donald Trump tak henti menebar ancaman kepada Tiongkok. Akhir pekan lalu dia memulai proses pemungutan tarif untuk semua barang impor dari negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Trump juga masih punya kartu truf.

Korut Luncurkan Rudal lagi, Ini Respon Trump

KONFRONTASI- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Jumat ia memandang peluncuran peluru-peluru kendali (rudal) balistik jarak-pendek oleh Korea Utara baru-baru ini "bukan pelanggaran kepercayaan".

Dalam wawancara dengan Politico, Trump meremehkan uji-uji rudal itu oleh Korea Utara, dengan menyebutnya "barang yang sangat standar."

AS Ancam Jatuhkan Sanksi Lebih Banyak Lagi Pada Iran

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) mengancam akan "segera" menjatuhkan sanksi lebih banyak sanksi kepada Iran. Washington pun memperingatkan Eropa agar tidak melakukan bisnis dengan Teheran melalui sistem perdagangan non dolar untuk menghindari sanksi AS.

Iran mengumumkan menangguhkan sebagian dari perjanjian nuklir internasional 2015 yang membatasi program nuklirnya. Teheran pun mengancam akan mengabil tindakan lebih lanjut jika negara-negara perjanjian nuklir internasional tidak melindunginya dari sanksi.

AS Tuding China Penjarakan Massal Muslim Uighur di Kamp Konsentrasi

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) menuduh China menempatkan lebih dari satu juta kelomok Muslim minoritas di kamp konsentrasi. Tudingan itu dilontarkan oleh pejabat Departemen Pertahanan AS untuk Asia Randall Schriver.

Mantan tahanan menggambarkan ia disiksa selama interogasi di kamp tersebut, ​​hidup dalam sel yang penuh sesak dan menjadi sasaran rejim indoktrinasi partai yang dilakukan setiap hari secara brutal yang mendorong beberapa orang untuk bunuh diri.

Beberapa fasilitas yang luas dikelilingi oleh kawat berduri dan menara pengawas.

Turki: AS Jangan Terus Bersembunyi di Balik Kebebasan Pers

KONFRONTASI-Turki mengecam pernyataan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara pada Jumat (3/5), yang mengecam Turki saat Hari Kebebasan Pers Dunia.

Direktur Komunikasi Presiden Turki Fahrettin Altun menanggapi misi AS tersebut di Twitter, kata Kantor Berita Turki, Anadolu. Altun mendesak Washington memusatkan perhatian pada "masalah lamanya sendiri".

"Kami akan terus mendesak Amerika Serikat agar berhenti bersembunyi di belakang kebebasan pers," kata Altun.

Ribuan Tentara Bayaran AS akan Dikirim untuk Gulingkan Maduro

KONFRONTASI-Kontraktor keamanan swasta yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Blackwater, berencana mengerahkan 5.000 tentara bayaran ke Venezuela untuk membantu oposisi dalam menggulingkan Presiden Nicolas Maduro Moros. Rencana itu diungkap empat sumber pemerintah Washington kepada Reuters.

Menurut laporan Reuters dari empat sumber tersebut, pendiri Blackwater; Erik Prince, telah menawarkan pengerahan ribuan tentara bayaran untuk membantu Guaido. Prince merupakan mantan anggota pasukan khusus Navy SEAL dan pendukung Presiden AS Donald Trump.

Selama beberapa bulan terakhir Prince telah mencari investasi dan dukungan politik dari para pendukung Trump dan orang-orang kaya dari Venezuela yang hidup di pengasingan untuk memuluskan rencananya.

Dalam serangkaian pertemuan pribadi, pendiri Blackwater tersebut dilaporkan mengajukan gagasan untuk mengerahkan 5.000 tentara yang disewa dari Kolombia dan negara-negara Amerika Selatan lainnya atas nama Juan Guaido, pemimpin oposisi Venezuela yang telah mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara.

Baik Gedung Putih maupun pemerintah Maduro tidak menanggapi komentar atas laporan itu. Sedangkan juru bicara Guaido, Edward Rodriguez, mengatakan bahwa para pejabat oposisi Venezuela belum membicarakan operasi keamanan dengan Prince.

Juru bicara Prince, Marc Cohen, pada awal bulan ini mengatakan bahwa pendiri Blackwater tidak memiliki rencana untuk mengoperasikan atau mengimplementasikan operasi di Venezuela.

Namun, direktur hubungan investor di perusahaan ekuitas swasta Prince Frontier Resource Group, Lital Leshem, mengonfirmasi ketertarikannya pada misi Venezuela.

"Dia memang punya solusi untuk Venezuela, sama seperti dia punya solusi untuk banyak tempat lain," tulis Reuters, Selasa (30/4/2019), mengutip pernyataan Leshem.

Kuba Bantu Maduro, Trump Ancam Jatuhkan Sanksi

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam untuk menjatuhkan embargo dan sanksi terhadap Kuba di tengah pemberontakan militer yang bertujuan menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Bertemu di Qatar, AS-Taliban Kembali Lakukan Perundingan

KONFRONTASI-Para pejabat Amerika Serikat dan Taliban pada Rabu bertemu di Qatar untuk melakukan pembicaraan putaran keenam dalam upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 17 tahun di Afghanistan.

Pembicaraan dilangsungkan pada saat Pemerintah Afghanistan menggelar suatu pertemuan di Kabul dalam rangka memastikan kepentingannya dipenuhi dalam perjanjian perdamaian apa pun.

Pages