6 December 2019

amerika

China Murka atas Keputusan AS Sahkan UU Terkait Uighur

KONFRONTASI-China memperingatkan bahwa RUU DPR Amerika Serikat (AS) mengenai minoritas Muslim Uighur akan berdampak pada kerja sama bilateral. Hal ini menimbulkan keraguan lebih lanjut pada kesepakatan jangka pendek untuk mengakhiri perang dagang antara Beijing dan Washington.

"Apakah Anda pikir jika Amerika mengambil tindakan untuk melukai kepentingan China, kami tidak akan mengambil tindakan apa pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying kepada wartawan ketika ditanya apakah RUU Uighur akan mempengaruhi negosiasi perdagangan.

Dukungan Trump untuk Demonstran Hong Kong BIkin China Murka

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump menandatangani rancangan undang-undang (RUU) Kongres dan Senat yang mendukung para demonstran anti-pemerintah di Hong Kong. Tindakan Trump membuat pemerintah China marah, di mana Beijing bersumpah akan mengambil tindakan pembalasan terhadap Washington.

Keputusan Trump itu mengejutkan karena dia saat ini sedang mencari kesepakatan dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang yang mengguncang dunia.

Pemakzulan Trump Terus Dibanjiri Dukungan

KONFRONTASI-Dukungan publik terhadap proses pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melonjak. Hal itu terungkap berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos.

Jajak pendapat terbaru yang dilakukan pada Senin dan Selasa lalu menunjukkan bahwa 47 persen orang dewasa di AS merasa Trump harus dimakzulkan. Sementara 40 persen lainnya berpendapat sebaliknya.

Trump Tetapkan Kartel Narkoba Meksiko Sebagai Organisasi Teroris

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya mulai menetapkan kartel narkoba Meksiko sebagai organisasi teroris. Keputusan presiden itu merujuk pada sepak terjang mereka dalam perdagangan narkotika dan manusia.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis ternama Amerika, Bill O'Reilly, yang disiarkan pada hari Selasa, Presiden Trump mengatakan langkah tersebut telah dilakukan selama tiga bulan.

Tiga Pria Ini Mendekam 36 Tahun di Penjara atas Pembunuhan yang Tak Pernah Dilakukannya

KONFRONTASI-Tiga pria di Baltimore, Amerika Serikat (AS), dibebaskan setelah mendekam selama 36 tahun di dalam penjara atas kasus pembunuhan yang tidak mereka lakukan. Ketiganya dihukum penjara seumur hidup karena dinyatakan bersalah menembak mati seorang remaja gara-gara sebuah jaket tahun 1983 silam.

Biden Dihina Korut, Trump Murka

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan pembelaan yang langka untuk kandidat calon presiden (capres) dari Partai Demokrat, Joe Biden, yang dihina oleh Korea Utara (Korut) sebagai 'anjing gila'. Trump menilai hinaan dari Korut untuk Biden itu kelewatan.

Trump Desak Jepang Bayar 4 Kali Lipat untuk Jasa Pasukan AS

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Jepang membayar empat kali lipat lebih banyak untuk pasukan AS yang ditempatkan di sana.Berdasarkan beberapa sumber pejabat aktif dan mantan pejabat AS, tindakan itu dilakukan saat Washington menekan aliansinya meningkatkan belanja pertahanan mereka.

Trump di Ujung Tanduk, Proses Pemakzulan akan Digelar Buka-bukaan

KONFRONTASI-Donald Trump bakal menghadapi masa paling berbahaya dalam masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), yakni upaya pemakzulan. Audiensi publik sebagai proses pemakzulan Trump bakal digelar secara terbuka.

Untuk pertama kalinya, pada Rabu (13/11/2019), seluruh warga negara AS bisa menyaksikan audiensi publik yang merupakan rangkaian proses penyelidikan terhadap pemakzulan Trump. Proses itu akan disiarkan secara langsung di televisi.

AS Tolak Kekuatan Militer Kontrol Bolivia

KONFRONTASI -  Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuturkan, pihaknya terus memantau situasi di Bolivia pasca mundurnya Evo Morales dari kursi presiden negara itu. AS, papar pejabat itu, berharap sipil masih memegang kekuasaan di Bolivia.

AS Desak Iran Beri Kekebalan Pada Inspektur IAEA

KONFRONTASI- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mendesak Iran memberikan hak-hak dan kekebalan kepada inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Desakan ini datang setelah Iran sempat menahan inspektur IAEA karena dianggap membawa dokumen sensitif.

Pages