24 July 2019

alon

Mayoritas Rakyat Memilh Prabowo, Kok KPU Mau Menangkan Joko widodo?

KONFRONTASI- Advokat Teuku Syahrul Ansari Alon  mengatakan, kecurangan sangat masif dan rakyat dikhawatirkan  sudah kehilangan kepercayaan kepada penyelenggara negara dan pemilu 2019 yang tidak jurdil ini. Rakyat secara de facto sudah memilih Prabowo, namun  pemerintah melalui KPU kelihatan memenangkan Jokowi, sehingga pilpres  menjadi busuk dan tidak jurdil lagi.

Korupsi Lingkaran Elite Jokowi adalah yang Kita Khawatirkan, kata Advokat Ini

KONFRONTASI- Soal infrastruktur kita harus kritis. Yang dikhawatirkan adalah jika 50-60 persennya atau lebih  ternyata dikorupsi, karena euphoria. Jadi hutang yang ditanggung berpuluh-puluh  tahun ada "dark number" di dalamnya. Alasan ini bisa diterima bila menilik mega proyek e KTP dan PLTU Riau. Ada fee beberapa  "secret profit" bagi pihak tertentu yang fantastis, dan terus menjadi temuan. Saatnya KPK zaman now tidak hanya berani dengan Pemdapemda  saja. Ikuti seniornya "di zaman SBY".

Bencana Palu-Donggala Bangkitkan Kepedulian dan Empati Kubu Prabowo-Sandi kepada Seluruh Korban, kata Advokat Teuku Syahrul Ansari

KONFRONTASI- Bencana Palu-Donggala telah membangkitkan simpati, bantuan, doa dan kepedulian dari anak-anak bangsa kepada para korban gempabumi/tsunami Palu-Donggala. Hal itu menunjukkan kuatnya integrasi nasional di tengah hiruk pikuk Pilpres sampai 2019.

Demikian penegasan inteligensia Universitas Paramadina Herdi Sahrasad dan Advokat Teuku Syahrul Ansari (Alon) yang juga pengawal duet Prabowo-Sandi (PAS)  jebolan FH-UI .

Permohonan Teuku Syahrul Ansari kepada Prof Amien Rais, dan Seluruh Pimpinan DPP PAN

Jakarta, 26 Juli 2018

Kepada Yang Saya Hormati,

Belajar dari dampak Puisi Sukmawati

ACEH- ''Belajar dari dampak  puisi Sukmawati, soal Sukmawati Sukarnoputri, mungkin orang melihat kasus itu  lebih banyak politiknya. Hukum diberi tafsir politik dgn seluruh kepentingannya. Wajar saja jika pelapor "diperiksa", mungkin lebih  tepat ditanyai, soal laporannya apakah cukup atau bisa dijadikan kasus hukum? Memenuhi unsur dan adanya bukti dan saksi?

Masyarakat Aceh Harus Bangkit dan Maju. Modernisasi SDM dan Infrastruktur Harus Digenjot, kata Teuku Syahrul Ansari

KONFRONTASI- Masyarakat Aceh harus didorong untuk maju, dengan nilai-nilai tradisi dan religius yang kuat,  sesuai aspirasi dan kepentingan mereka di era reformasi. Kebebasan diperlukan masyarakat Aceh yang sejak lama sudah meng-global dan mendunia sebelum Indonesia merdeka. Harus disadari oleh pemerintahan pusat (Jakarta) bahwa kultur dan mentalitas rakyat Aceh  cenderung ingin berkembang  maju di segala bidang  kehidupan, dengan semangat mencari  ilmu pengetahuan, membangun budaya santri ala Aceh dan melakukan dinamisasi peradaban di tengah kondisi keterbatasan.

Teuku Syahrul Ansari: Konflik Rohingya Tidak Semata Isu Agama

KONFRONTASI- Masalah Muslim Rohinya memotivasi kita untuk melihat duduk perkaranya lebih jelas. Kita tersentak dan kurang sepaham jika di di Burma, soal itu semata konflik antar agama. Apakah betul agama Budha mengajarkan kebrutalan? ‘’Saya yakin tidak,’’ kata peneliti dan advokat Teuku Syahrul Ansari kepada  redaksi.

Muncul Mafia yang Mau Selamatkan Kelompoknya sendiri, kata Advokat Teuku Syahrul Ansari

KONFRONTASI- Publik khawatir karena tiga tahun ini muncul mafia/gangster yang ingin menyelamatkan dirinya dan kelompoknya, dan mau melakukan apapun, termasuk tindak kekerasan. Akhirnya memunculkan keresahan sosial, ketidaknyamanan psykologis massa, shg semua kejadian2 bisa saja dikait-kaitkan atau memang terkait. Demikian pandangan Teuku Syahrul Ansari (Alon), seorang peneliti, advokat dan kandidat Doktor FH Undip.

Angket Jangan Sampai Dijadikan Bargaining terhadap KPK, kata Advokat Teuku Syahrul Ansari

KONFRONTASI- Advokat Teuku Syahrul Ansari memperingatkan, hak angket tidak boleh digunakan (dan jangan sampai dipakai)  untuk bargaining para elite tertentu yang terlibat korupsi-kolusi dan kronisme. Hak angket yang diusung kalangan DPR terkesan tidak punya konsep yang jelas dan hanya mau melindungi kepentingan kelompok tertentu yang melawan  semangat reformasi.

Soal Angket, Teuku Syahrul Ansari: KPK Bukan Malaikat, Harusnya Diperkuat

KONFRONTASI- Kelemahan di KPK pasti ada, namun itu masih dalam batas kewajaran. Karena KPK bukanlah malaikat. Dengan adanya hak angket yang menimbulkan kegusaran dan kecemasan publik, KPK harus berusaha terus tampil kredibel dan membangun amanah yang lebih baik.

Demikian pandangan Teuku Syahrul Ansari, advokat dan kandidat Doktor ilmu Hukum Undip. Peneliti masalah hukum dan politik lulusan pasca sarjana FH UI  itu melihat, mundurnya Gerindra dari Hak Angket makin menunjukkan  tim angket mengalami problem legitimasi dan problem internalnya sendiri.

Pages