27 May 2017

Ahoker

Ahoker Tuding JK Khianati Jokowi, KAHMI Jaya: Fitnah dan Sangat Provokatif

Konfrontasi - Tuduhan dan fitnah yang dialamatkan kepada Wapres Jusuf Kalla (JK) mendapat kecaman dari banyak pihak.

Setelah tokoh-tokoh asal Makasar, Sulawesi Selatan bereaksi, kali ini giliran Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) DKI Jakarta.

"Atas tudingan dan fitnah Ahoker, KAHMI Jaya menyatakan bahwa pernyataan para pendukung Ahok tidak berdasarkan data dan fakta alias fiksi dan halunisasi. Tudingan mereka jelas fitnah dan sangat provokatif," kata Ketua KAHMI Jaya, Mohamad Taufik, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Demo Ahoker Kembali Lewati Batas Waktu, Dipukul Mundur Malah Melawan

Konfrontasi - Bentrok massa dengan aparat  pecah, setelah pihak polisi mencoba membubarkan massa dari Pengadilan Tinggi Jakarta,  Jumat (19/5/17). Bentrok terjadi karena waktu demo sudah lewat tapi massa tidak mau pulang, polisi pun membubarkan aksi pendukung Ahok itu.

Aksi massa yang ini sebagai kelanjutan perjuangan mereka untuk membebaskan Ahok dan penahanan yang kini sedang dijalani sebagai bagian putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang menyatakan Ahok bersalah dalam kasus penodaan agama.

Tampar Ahoker! Soal Kisruh PKL Tanah Abang: Itu Tugas Djarot, Saya Belum Menjabat Gubernur, Sebut Anies

KONFRONTASI -  Kekalahan telak kadang bikin pendukung gagal move on, tak bisa menerima kenyataan dan ujungnya mencari-cari bahan untuk menyerang pemenang.

Ahok Dipenjara, Akan Muncul Ahok-Ahok Lain, kata Batman

JAKARTA-Kelompok relawan Basuki Tjahaja Purnama Mania (Batman) optimis jika idolanya bakal segera bebas melalui upaya penangguhan penahanan yang sekarang sedang diajukan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Kita tetap optimis," kata Ketua Umum Batman Immanuel Ebenezer kepada INILAHCOM, Rabu (17/5/2017).

Tags: 

Saat Jokowi Difitnah Ahoker, Tjahjo : Katanya Dia Orang Pandai & Pengacara?

KONFRONTASI  -  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan pihaknya sudah mengirimkan surat ke simpatisan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut rezim Joko Widodo (Jokowi) lebih parah dari rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Surat yang dilayangkan kepada VKL, inisial simpatisan Ahok dimaksud, diharapkan segera ditindaklanjuti maksud dan tujuan memberikan pernyataan rezim Jokowi lebih para dari rezim SBY.

Radikalisasi Para Pendukung Ahok dan Strategi Tiji Tibeh

Oleh: Hersubeno Arief

Pembahasan soal Ahok dan para pendukungnya (Ahoker) hari-hari ini harusnya sudah dihentikan.

Sejak kalah secara telak dalam pilkada dan divonis oleh pengadilan, kisah tentang Ahok harusnya sudah tutup buku. Case closed! Ahok adalah bagian dari sejarah.

Namun mengamati realitas yang terjadi di lapangan dan dunia maya, bab tentang Ahok ternyata dengan terpaksa harus dibuka kembali. Ada gejala para pendukung Ahok sedang mengalami proses RADIKALISASI.

Geisz Chalifah: Ahoker Makin Panik

KONFRONTASI -  Aktivis 80-an dan pegiat budaya yang aktif menyelenggarakan pentas seni budaya, Geisz Chalifa, merasa prihatin dengan kondisi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di DKI Jakarta.

Menurut Geisz, serangan pada Anies-Sandi semakin brutal. Fitnah dan berbagai framing dengan cara memotong-motong berita begitu dasyat. Di sisi lain, lanjut Geisz, serangan darat mereka lakukan dengan masif.