19 February 2020

Agama

Motif Teroris di Bima Terkait Paham Agama

Konfrontasi - Aksi teroris di Bima atas nama Fajar alias Chan alias Muhammad Fuad yang ditembak mati Densus 88 AntiTeror bermotif paham keagaaman.

"Motivasi mereka soal paham, kalau bicara agama, orang akan melakukan tujuannya benar atau tidak," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto di Komplek Mabes Polri, Selasa (16/2/2016).

Agus mengatakan dalam melakukan aksinya kelompok tersebut bersifat situasional dan konfrontatif. Mereka bekerja dengan cara bergerilya.

Konflik Agama Lebih Banyak Dipicu Faktor di Luar Agama

KONFRONTASI - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Puslitbang Kehidupan Keagamaan telah melaksanakan survei nasional kerukunan umat beragama (KUB) pada 2015. Meski hasil survei menunjukkan bahwa kerukunan beragama di Indonesia cukup baik, masih ada beberapa hal yang patut dijadikan catatan.

Saat Syekh Google dan Prof Yahoo Dijadikan Guru agama

Belajar Agama Pada Ahlinya, Bukan Lewat Internet

KONFRONTASI-Masyarakat diimbau agar belajar memahami agama melalui pihak otoritatif, seperti alim ulama atau melalui majelis agama yang diakui. Menag menegaskan, tak cukup belajar agama lewat internet.

Imbauan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, terkait munculnya berbagai paham-paham keagamaan yang menyimpang.

Sekjen PBB: Agama Mesti Jadi Jembatan Antar-Manusia

Konfrontasi - Agama mesti menjadi jembatan, bukan ganjalan, antar-manusia, kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon kepada peserta konferensi di Kota Marrakesh, Marokko, mengenai agama minoritas di negara Muslim.

Duh Demi Remisi, Banyak Napi Pindah-pindah Agama

KONFRONTASI - Berbagai upaya dilakukan sejumlah narapidana, demi mendapatkan keringanan hukuman hingga bebas. Bahkan beberapa napi berpindah-pindah agama demi mengejar remisi khusus yang diberikan pemerintah pusat setiap hari raya keagamaan.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas II A Cibinong (Pondok Rajeg), Supriyanto mengakui, tiap moment remisi khusus, tak jarang ada napi yang mengaku sudah pindah agama untuk dapat remisi.

Radikalisme Adalah Reaksi atas Ketidakadilan

KONFRONTASI-Sosilolog Universitas Tadulako Palu DR Jamaluddin Mariadjang mengatakan agama bukan merupakan sumber radikalisme karena radikalisme disebabkan oleh tekanan pada satu ketidakadilan yang terjadi pada masyarakat.

Saat diminta tanggapannya terkait gerakan menangkal radikalisme atas nama agama di Palu, Sabtu, Jamaluddin agama harus dipahami secara mendalam dan mengakar.

Ia mengatakan dalam sejarah kemanusiaan yang panjang, manusia selalu diliputi oleh kekerasan. "Di balik semuanya adalah reaksi atas ketidakadilan kekuasaan," ungkapnya.

Din: Pendekatan Agama Penting untuk Atasi Masalah Iklim & Lingkungan

KONFRONTASI-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin mengatakan, bahwa pendekatan melalui jalur agama penting untuk menanggulangi berbagai persoalan dalam masalah perubahan iklim dan lingkungan.

“Pendekatan agama sangat penting dalam masalah iklim dan lingkungan karena hampir seluruh manusia di dunia adalah pemeluk suatu agama oleh karenanya pendekatan agama menjadi penting,” kata Din di Jakarta, Sabtu (15/8).

Muslim Yang Melalaikan Sholat, Meruntuhkan Agamanya Sendiri

Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Diskusi AIFIS: Meninjau Konflik Dalam Menjaga Situs Agama

KONFRONTASI- Situs suci agama yang menjadi  tempat beribadatan bagi lebih dari satu pemeluk agama, seringkali akan menimbulkan ketegangan antar pemeluk tersebut. Antar pemeluk agama akan mencoba meng-klaim bahwa situs suci tersebut merupakan situs suci agama tertentu. Hal ini terjadi pada Bodh Gaya Temple di India. Candi tersebut menjadi perebutan klaim atas dua pemeluk agama yang berbeda, yaitu Hindu dan Budha. Mayoritas penduduk wilayah Bodh Gaya yang beragama Hindu mencoba meng-klaim bahwa candi tersebut adalah Candi Hindu.

Pages