30 March 2020

Agama

Kembali Soal Agama dan Negara

KONFRONTASI  -  MENTERI agama dan negara tidak bisa dipisahkan. Pernyataan ini disampaikan saat pidato kuncinya di acara Halaqoh Ulama untuk Pendidikan dan Kaderisasi Santri kerjasama MUI dengan Kementerian Agama RI 18 Mei yang lalu di Bogor. Statemen ini tentu saja penting karena antara lain dimaksudkan sebagai respon terhadap pandangan yang akhir-akhir ini muncul dan berkembang bahwa agama dan  negara harus dipisahkan; bahkan pisahkan urusan kehidupan harian dengan agama.

Apa Agama Yana Zein,Hingga Prosesi Pemakanan Penuh Drama 3 Juni 2017?

KONFRONTASI -  Agama apa yang dianut aktris peran Yana Zein, menjadi pertanyaan setelah pemakamannya memunculkan drama.

Ayah ibunya berdebat, Yana akan dimakamkan secara agama apa, mengingat keduanya saat menikah hingga melahirkan Yana berbeda agama.

Baca: Jalan Berliku Yana Zein Menuju Tempat Peristirahatan Terakhirnya

Baca: Perihal Aliran Uang ke Amien Rais, Begini Pernyataan Soetrisno Bachir

Baca: Pendukung Rizieq Shihab Ancam Lumpuhkan Bandara Soetta Jika Polisi Jemput Paksa

Hukum Penodaan Dan Penistaan Agama Jangan Dihapus !

Oleh: Yusril Ihza Mahendra*


Di negara demokrasi, setiap warganegara mempunyai hak untuk menyampaikan pikiran dan pendapat karena hal itu dijamin oleh konsutusi kita, UUD 45. Termasuk pula hak untuk menyuarakan penghapusan pasal2 penodaan dan penistaan agama sebagaimana diatur dalan UU No 1/PNPS/1965 dan Pasal 156 serta Pasal 156a KUHP. Namun, setiap warganegara berhak pula menyuarakan aspirasi sebaliknya, yakni mempertahankan ketentuan hukum yang mengatur penodaan dan penistaan agama itu, bahkan mengubah sanksinya menjadi lebih berat lagi.

Hakim Pengadilan Tinggi Agama Bandung Tolak HTI Dibubarkan

KONFRONTASI -  Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung, Halim Husein tidak setuju dengan rencana pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dia menilai sepak terjang HTI selama ini sejalan dengan program-program pemerintah.

"Pemahaman saya seperti ini, saya kan orang Islam, sedangkan HTI memperjuangkan Islam. Di dalam Pancasila ada Ketuhanan Yang Maha Esa, Itu sejalan kok dengan pemerintah," ucap Halim kepada detikcom saat ditemui di PTA Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jabar, Senin (15/5/2017).

Kemenag Harus Dilibatkan dalam Penyusunan Buku Pelajaran Agama

KONFRONTASI-Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan Kementerian Agama harus dilibatkan dalam penyusunan buku mata pelajaran agama yang menjadi bahan ajar siswa di sekolah.

"Kami telah mengusulkan agar dalam draft RUU Sistem Perbukuan ditambahkan dengan satu pasal tentang buku pendidikan agama," kata Kamaruddin dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Agama Mulia - Makrifat Pagi

Oleh: Yudi Latif

Saudaraku, agama adalah jalan menuju mata air kebahagiaan di dunia dan hari nanti yang harus dilalui dengan kehendak baik akhlak mulia.

Agama dimulai saat kau melihat orang di tepi jurang, lantas kau tarik-selamatkan tanpa mempertanyakan apa agamanya.

Agama dihayati saat kau menikmati warna-warni perbedaan untuk saling mengarifkan dalam berlomba menumbuhkan kebajikan.

Agama ditinggikan saat kau menghargai orang yang sujud di masjid, berlutut di gereja dan vihara, serta bersimpuh di sinagog.

Ucapkan "Allah" Saja Selalu Salah, Wajar Bila Jokowi Ingin Pisahkan Agama & Politik

KONFRONTASI -   Pernyataan Presiden Jokowi agar tidak mencampurkan urusan politik dengan urusan agama dinilai sebagai bentuk ketidakpahamannya dalam beragama.

Hal itu disampaikan politikus Gerindra Muhammad Syafi’i, di Jakarta, Jumat (31/3).

“Jokowi itu kan tidak paham agama, dari pengucapan kalimat Allah yang selalu salah, ketika menjadi imam bacaan al fatihahnya juga salah, sampai statmennya saat di Sumatera Utara pun yang memisahkan agama dan politik,” kata Syafi’i.

Hubungan Agama, Negara, dan Politik

Oleh: Moh Mahfud MD
Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN)

Yusril: Ajakan Presiden Pisahkan Agama dan Politik Tak Punya Pijakan Sejarah

KONFRONTASI-Pidato Soekarno tanggal 1 Juni 1945, Ketuhanan ditempatkan dalam urutan kelima sesudah empat sila yang lain. Sila Ketuhanan itu malah dapat diperas menjadi ekasila, yakni Gotong Royong.

Dalam kompromi tanggal 22 Juni dan 18 Agustus 1945, Sila Ketuhanan ditempatkan pada urutan pertama, yang menandai bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa adalah fondasi utama dalam membangun bangsa dan negara ini. Dalam konteks historis itu, secara filosofis mustahil agama dipisahkan dari negara, dan memisahkan agama dari politik.

Agama dan Politik Tidak Harus Dipisahkan

Pernyataan Presiden Joko Widodo di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tentang agama harus terpisah dari politik menimbulkan tanda tanya di sebagian kalangan masyarakat. Isu hubungan antara keduanya sudah lama diperbincangkan oleh komunitas intelektual Indonesia, mulai sejak diperdebatkannya di Konstituante pada masa awal para elite Indonesia menetapkan Dasar Negara Republik Indonesia. Hasil akhir perdebatan itu disepakatinya Pancasila sebagai falsafah hidup sekaligus dasar bernegara.

Pages