23 September 2019

Agama

Sejarah Menyatunya Keindonesian dan Keislaman pada Tahap-Tahap Kritis RI dan NKRI

Sejarah Menyatunya Keindonesian dan Keislaman pada Tahap-Tahap Kritis RI dan NKRI

Tujuan Proklamsi RI 17 Agt 1945 itu sederhana saja: Proklamasi Merdeka dari dominasi Asing dan Pribumi Indonesia Berdaulat di Tanah Sendiri.

Proklamasi 17 Agt 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta disambut Tokoh Islam dan Umat Islam dengan :

Agama Diturunkan Tuhan Untuk Memerdekakan Manusia

KONFRONTASI - Agama diturunkan oleh Tuhan adalah untuk memerdekakan manusia. Agama adalah untuk manusia sebagai anugerah dari Tuhan. Ajaran agama adalah pedoman yang ingin menghantarkan manusia menjadi manusia merdeka.  Merdeka dari penjajahan, merdeka dari kekerasan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari fanatisme dan merdeka dari kemiskinan.

DPR Kecam Tudingan Pendidikan Agama Pemicu Politisasi Agama

KONFRONTASI - Pernyataan praktisi pendidikan Setyono Djuandi Darmono yang menyebut pendidikan agama di sekolah menjadi pemicu politisasi agama direspons keras oleh kalangan DPR. 

PBNU: Jangan Coba-coba Hapus Pendidikan Agama di Sekolah

KONFRONTASI-Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menegaskan agama bukan sumber konflik. Agama hadir justru untuk menyelesaikan konflik. 

Menurut dia, agama merupakan solusi perdamaian dunia. Oleh karena itu, kata Robikin, jangan ada yang berfikir untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah.

8. Makin Faham Agama, Semakin Butuh Pada Agama

Juftazani

 

Subhanallah,

Allah ciptakan manusia  dari unsur langit dan unsur bumi

Penyatuan antara ruh dan tubuh itulah manusia

Allah ciptakan  agama

Agar ruh mengembangkan potensinya mengenal Pencipta

Allah sediakan hidangan untuk selalu dicicipi oleh ruh

Biar ruhmu tak kelaparan selama di dunia, menabung deposito untuk sebuah kapling

Di surga

Allah sediakan hidangan untuk senantiasa dicicipi tubuh

Biar tubuhmu tak kurus kerempeng, sehat dan selalu segar

Agama adalah Perubahan, Menebarkan Toleransi, Perdamaian dan Keadilan

Juftazani
 
 
Nun jauh sebelum fajar Islam menyingsing 
Tidak kutemukan suatu bangsa yang teramat bodoh 
Dan paling sulit berubah 
Kecuali bangsa Arab (1
 
 
Tanah Arab adalah awal diturunkan agama di permukaan bumi
Di sini kutemukan awal kesengsaraan umat manusia 
Di Tanah ini kutemukan orang yang paling tidak mengerti agama
Di tanah ini muncul pertama kali penyakit ruhani
Dan menyebar ke seluruh dunia

Dialog di TV One: Rizal Ramli yang Mendinginkan dan Menyejukkan

KONFRONTASI – Tokoh nasional DR Rizal Ramli menegaskan para elite, politisi dan pejabat jangan lagi membongkar-bongkar masalah lama seperti isu etnik dan agama karena hanya menimbulkan perpecahan, saling tuding dan  kontra-produktif. Pada dasarnya rakyat kita toleran, terbuka, dan bisa menerima perbedaan, namun tidak suka ketidakadilan.  Kita harus mendinginkan dan menyejukkan situasi yang panas untuk keselamatan bangsa, negara dan demokrasi, sebagaimana yang diajarkan Gus Dur..

Agama, Media Menggali Potensi Diri - Puisi

Juftazani

 

Manusia punya kemampuan terbatas

Pengakuan akan keterbatasannya

Menghadirkan keyakinan adanya Dzat yang luar biasa di luar dirinya

Dzat yang luar biasa itu akan membimbing setiap manusia

Yang ingin mengembangkan minat dan bakat sejak masa kanak-kanak

Dzat luar biasa itu menurunkan agama yang menjadi insting

Dan fitrah setiap manusia

 

 

Tundukkan dirimu ke dzat yang luarbiasa dan mengatur pergerakan alam semesta

Apa Nggak Malu Ruang Kerja Kemenag Digeledah? - KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah di Ruang Kerja Menteri Agama

KONFRONTASI -  KPK menyita uang ketika menggeledah ruangan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Uang tersebut dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat.

Penggeledahan itu dilakukan pada Senin (18/3), di ruangan Menteri Agama, Sekjen Kementerian Agama dan Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama.

AGAMA, SOLUSI KOMPREHENSIF PROBLEMA MANUSIA

 

Juftazani

 

"Agama adalah desah napas keluhan dari makhluk yang tertekan, hati dari dunia yang tak punya hati, dan jiwa dari kondisi yang tak berjiwa. Ia adalah opium bagi masyarakat." (Karl Marx)

 

Pages