23 October 2019

5G

Adopsi 5G, Indonesia Perlu Benahi 3 Sektor

KONFRONTASI- Era jaringan 5G menawarkan potensi pertambahan pendapatan bagi operator seluler, namun, sebelum benar-benar mengadopsi jaringan tersebut, negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia harus menyiapkan tiga hal penting mulai dari spektrum hingga penggunaannya.

Mungkinkah Infrastruktur 5G Dibangun Merata di Seluruh Nusantara?

KONFRONTASI-Infrastruktur dalam rangka mendukung teknologi 5G perlu dibangun secara merata, termasuk untuk kawasan di luar Jawa, sebagai upaya untuk meningkatkan pemerataan telekomunikasi yang diharapkan juga bakal meningkatkan kesejahteraan bersama seluruh warga.

Akuisisi Modem Intel Rp13,9 Triliun, Cara Apple 'Balas Dendam' ke Qualcomm?

Konfrontasi - Apple dikabarkan dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli bisnis modem smartphone Intel.

Nilai pembelian itu kabarnya mencapai US$1 miliar atau Rp13,9 triliun malah bisa saja melebihi angka tersebut. Jika tidak ada halangan, kemungkinan kesepakatan bisa dicapai dalam pekan depan. Akuisisi ini dianggap sebagai ‘balas dendam’ ke Qualcomm, yang sebelumnya menyeret Apple berkonflik di pengadilan.

Mencermati Heboh Sistem Komunikasi 5G dan 6G

Konfrontasi - Belum lama ini, banyak berita heboh tentang sistem komunikasi 5G dan 6G yang diwacanakan akan segera menggantikan sistem 4G. Pertanyaannya, seberapa hebat sebenarnya teknologi yang diberitakan ini, dan apakah betul ada perusahaan atau negara yang sudah menggelar teknologi ini? Bagaimana sebenarnya proses perkembangan teknologi telekomunikasi seluler?

Pasar Smartphone Premium Turun 8 Persen, Apple Masih Memimpin

Konfrontasi - Perusahaan riset Counterpoint melaporkan, pasar smartphone premium global mengalami penurunan 8 persen pada kuartal I 2019. Kategori smartphone premium dijual dengan harga di atas USD 400.

Dilansir GSM Arena, Jumat (21/6/2019), Counterpoint mencatat Apple masih menguasai pasar smartphone premium global dengan 47 persen pangsa pasar. Pengapalan produknya anjlok 20 pesen Year on Year (YoY).

Salah satu penyebab penurunan pasar Apple, karena para pembeli mempertahankan iPhone mereka lebih lama.

Pasar Smartphone Premium Turun 8 Persen, Apple Masih Memimpin

Konfrontasi - Perusahaan riset Counterpoint melaporkan, pasar smartphone premium global mengalami penurunan 8 persen pada kuartal I 2019. Kategori smartphone premium dijual dengan harga di atas USD 400.

Dilansir GSM Arena, Jumat (21/6/2019), Counterpoint mencatat Apple masih menguasai pasar smartphone premium global dengan 47 persen pangsa pasar. Pengapalan produknya anjlok 20 pesen Year on Year (YoY).

Salah satu penyebab penurunan pasar Apple, karena para pembeli mempertahankan iPhone mereka lebih lama.

Seberapa Penting Teknologi 5G untuk Indonesia? Ini Kata Bos Telkomsel

Konfrontasi - Internet seluler generasi kelima (fifth generation/5G) menjadi pembicaraan global. Teknologi ini dinilai sebagai masa depan industri telekomunikasi dunia. Korea Selatan, China, Qatar, dan beberapa negara lain sedang berlomba-lomba menjadi yang pertama meluncurkan teknologi ini.

Namun, di mata Direktur Utama Telkomsel, Ririek Andriansyah, saat ini teknologi 5G belum benar-benar dibutuhkan di Tanah Air. “Mudah diungkapkan tapi sulit diterapkan," kata dia di Seminyak, Badung, Bali, Selasa malam, 30 April 2019.

Kapan Jaringan 5G Terealisasi di Indonesia?

KONFRONTASI-Teknologi 5G digadang-gadang bakal terealisasi tahun ini. Bahkan negara-negara maju di seluruh dunia tampak sudah siap menyambut kehadiran teknologi jaringan generasi kelima itu. Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia sendiri diprediksi baru akan merasakan 5G pada 2025 mendatang. Hal itu dikatakan Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ridwan Effendi.

Waspadai Celah Keamanan, Malaysia akan Blokir Teknologi 5G China

Konfrontasi - Setelah Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menolak teknologi 5G asal China, kini Malaysia akan segera melakukan hal tersebut.
 
Malaysia akan melakukan studi pendahuluan untuk mendapatkan rincian sebelum bertindak memblokir Huawei, telekomunikasi raksasa dari China, dari membangun infrastruktur 5G di Malaysia, menyusul kekhawatiran atas meningkatnya spionase cyber.
 

Apa yang Bisa Didapat dari Teknologi 5G?

KONFRONTASI-Seiring dengan bertumbuhnya jumlah pengguna smartphone, teknologi jaringan generasi kelima atau sering disebut dengan 5G dinilai mampu menjawab kebutuhan konsumen akan data yang lebih cepat dan kapasitas yang lebih tinggi.

"Karena jumlah konsumen makin lama makin banyak jumlah pelanggan harus ada terobosan teknologi untuk memenuhi kebutuhan mereka," ujar Senior Manager Business Development Qualcomm Technologies, Dominikus Susanto, dalam workshop media "Snapdragon Academy" di Jakarta, Kamis.

Manfaat teknologi 5G tersebut, menurut Susanto, tidak hanya dapat dirasakan oleh pengguna, namun juga para operator jaringan yang akan mendapat keuntungan dengan menampung lebih banyak pelanggan.

Peningkatan teknologi 5G sesuai dengan tiga fundamental dalam peningkatan konektivitas, yaitu coverage, spectrum dan capacity.

Salah satu hal yang cukup menentukan dari kualitas jaringan adalah wilayah cakupan atau coverage. Susanto menganalogikan wilayah cakupan dengan riak air di mana semakin jauh dari pusat gelombang akan semakin lemah.
Gangguan yang ada dalam wilayah cakupan juga menjadi hal yang menentukan kualitas jaringan. Gangguan yang dimaksud, menurut Susanto, seperti tembok dan gedung.

"Noise atau gangguan tidak bisa dihilangkan, karena bakal banyak jaringan lain yang menggunakan sinyal yang sama. Maka perlu adanya teknologi yang bisa menyaring hal-hal tersebut," kata Susanto.

Beberapa teknologi jaringan baru seperti 4G dan 5G, menurut Susanto, sudah menggunakan teknologi yang bisa menggunakan beberapa penerima dan pengirim sekaligus atau yang disebut multiple-input multiple-output (MiMo).

Selanjutnya, untuk spektrum, Susanto mengatakan hal itu telah diatur oleh pemerintah masing-masing negara, namun spektrum tidak bisa dengan mudah ditambahkan.

Untuk mengatasi hal ini diciptakan teknologi jaringan yang bisa mengisi spektrum frekuensi yang kosong, yakni hadirnya jaringan 5G. "Kita bisa menggunakan frekuensi yang lebih tinggi, lebih tepatnya di atas 24Ghz," ujar Susanto.

Frekuensi ini, menurut Susanto, masih belum digunakan untuk saluran komunikasi, sehingga dapat menciptakan jalur yang baru.

Jaringan 5G juga memiliki teknologi yang bisa 'menggunakan dua tipe jaringan spectrum yaitu licensed spectrum, seperti jaringan operator, dan unlicensed spectrum, misalnya bluetooth dan Wi-Fi.

"Licensed dan unlicensed gabung sehingga lebih cepat lagi," kata dia.

Terakhir, kapasitas. Susanto menganalogikan hal ini dengan pipa air, saat dikucurkan dalam satu ember akan cepat, namun saat sumber air digunakan oleh beberapa keran secara bersamaan, maka kecepatan akan berkurang.

Susanto mengatakan bahwa teknologi 5G mampu menjawab hal itu dengan membuat kecepatan lebih tinggi, latensi yang lebih rendah dan kapasitas yang lebih besar.

Pages