24 November 2017

Error message

Notice: Undefined property: stdClass::$comment_count in comment_node_page_additions() (line 728 of /home/konfront/public_html/modules/comment/comment.module).

Akankah Tito Dicopot?

Oleh: Muslim Arbi, Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi

Beberapa catatan berikut ini, akan menjadi bahan oleh Jokowi mencopot Tito? Ini sekedar analisa saja. Tapi analisa ini dari sumber berita yang berkembang di media. Terutama di Medsos. Karena media mainstream lebih pada suguhan yang "memadamkan" saja.

Jelang aksi 212 lalu, terjadi penangkapan sejumlah tokoh dan aktifis senior, Ibu Rachmawati cs dengan tuduhan yang di anggap "makar". Tapi meski kata makar yang makna nya sangat seram dan angker itu ternyata tidak demikian saat teknis penanganan di lapangan. Sejumlah Tokoh yang di tuduh dan di tersangka "makar" itu di lepas. Sedang kan sisa nya Sri Bintang Pamungkas, Rizal Kobar dan Jamran yang semula di tuduh "makar" itu masih di tahan dengan tuduhan langgar UU ITE.

Bahkan dalam salah satu episode Tayang Laris di sebuah acara tv Swasta, konon sudah mau on air, lalu di batalkan paksa oleh aparat karena haram menayangkan serial diskusi dan diskursus soal "makar" yang sedang in di bulan Desember sampai ganti tahun ini, sehingga Presiden nya meradang dan meralat teman tayang dengan alasan teknis. Penulis sempat goda presenter kondang itu, dengan minta jawaban di akun twitter tapi belum di tanggapi sampai saiki. Hehehe

Polda Metro sebagai eksekutor,  penangkapan ini tentunya sudah pasti berkoordinasi dengan Kapolri. Karena terminologi makar yang jadi kontroversi baik di publik maupun di kabinet saat itu seru juga. Menkopolhukam, Menhan dan Panglima TNI, malah tidak bereaksi atas "proyek" makar itu. Bisa juga malah timbulkan kegaduhan nasional dan bikin stabilitas nasional  terganggu. Karena Polri terlihat seperti tidak bisa buktikan tuduhan nya itu.

Soal buku "Jokowi Undercover", Polri sudah tangkap Penulis nya Bambang Tri, dan menahan nya bahkan mengancam mempidanakan siapa saja yang membeli dan memiliki buku yang banyak di cari itu, termaksuk Mahfud MD, mantan Ketua MK. Komnas HAM, melalui Komisioner nya Natalius Pigai malah ikut Bambang Tri, si Penulis nya mendesak agar Jokowi tes DNA. Belakangan Jokowi dalam salah satu kesempatan, bertanya sudah baca belum Jokowi Undercover? Artinya, se olah2 Jokowi anjurkan supaya buku itu di baca. Ini berarti Jokowi mementahkan upaya Polri selama ini soal heboh, buku "Jokowi Undercover".

Ada desakan kuat dari DPR, Publik dan Umat agar Kapolri mencopot Kapolda Jabar dalam insiden GMBI vs FPI, karena seolah ada pembiaran dari kepolisian atas tindakan anarkis dari GMBI. Dari info yg berkembang di ketahui, Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Pembina nya adalah Kapolda Jabar. Padahal ini langgar UU Polri.

Tidak tegas sikap Kapolri dalam kasus yang resahkan Masyarakat Jawa  Barat itu, seolah ada unsur pembiaran. Padahal Masyarakat Sunda adalah suku terbesar kedua setelah Jawa yang merasa resah oleh ulah GMBI itu, sehingga di Bekasi ada seorang Sesepuh dan Jawara,  Damin Sada,  yang sampai nekat ajak Duel dengan GMBI. Apakah ini tidak di pertimbangkan oleh Kepolisian dalam mensikapi kasus ini? Juga Video penayangan Bupati Pangandaran yang usir Massa Aksi GMBI saat Orasi di Kantor nya beberapa waktu lalu. Video itu tersiar luas via Medsos.

Terakhir adalah soal pemanggilan dan pemeriksaan  Sylviana, Wacagub DKI oleh pihak Kepolisian dalam tuduhan penyelewangan Dana Bansos, malah menyeret nama Jokowi sebagai Gubernur saat itu. Setelah di periks 7 jam oleh Bareskrim, Mpo Sylvi bantah itu bukan Bansos tapi dana hibah. Di sini terlihat polisi seolah permalukan Mantan Gubernur DKI itu.

Dari beberapa rangkain peristiwa di atas, dapat dianggap sebagai sebagai "Daftar Dosa" Tito, sehingga layak di copot dan diganti? Wallahu'alam

Tatar Sunda, 21 Januari 2017

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...